Berpisah
September 10, 2009 by: yanti
Ada perjumpaan pasti ada perpisahan
Ada kebahagiaan pasti juga akan ada kesedihan.
Apa yang telah terasa selama 15 bulan ini, saat saya dan Aini, banyak berinteraksi dengan SD dan TK Al Marjan, buatku juga buat Aini adalah hal yang sangat luar biasa dan insya Allah tidak mudah untuk di lupakan. Disana kami diperlakukan sama sebagaimana yang lainnya, mendapat dukungan lebih dari yang kami minta, menerima harapan-harapan yang mungkin tak pernah berani kami pikirkan. Jazakumullah khairan katsiran, untuk semua bagian dari Al Marjan.
Airmata dan salam perpisahan dari ibu Kepsek, Ibu Wali kelas, Ibu shadow.. dan dari teman-teman Aini sekelas.. nyaris membuatku tak mampu berdiri lagi… Saya berharap.. semua ini tak perlu ada… dan Aini tetap berada dalam dunia normal… hick.. hick…
Harapan dan impian boleh saja ada.. walaupun kenyataan tak sejalan… Biarpun berat.. biarpun berurai airmata, biarpun rasanya tak ingin.. kami harus tetap melangkah…keluar dari Al Marjan dan mencari pendidikan lain… Ya.. Aini berhak mendapatkan pendidikan yang benar-benar tepat untuk dirinya. Yang Insya Allah akan mampu menopang hidupnya kelak. Tidak dunia mimpi…
Yah.. ada yang menyakitkan memang ketika kita harus keluar dari lingkungan nyaman. Seperti itu kira-kira yang saya rasakan sekarang.. kami harus kembali lagi mencari-cari tempat belajar yang tepat buat Aini. Memang lebih spesifik, “hanya” Sekolah Luar Biasa khusus untuk Tunagrahita. Ah… tapi kenapa justru makin suliiit yaaaa…
Dgn standrat yang sudah seharusnya.. Sebuah Sekolah Luar biasa untuk Tunagrahita yang punya fasilitas memadai… belum didapat. Saya masih menambah syarat satu lagi.. Sekolah Luar biasa untuk Tuna Grahita yang berbasiskan Islami… uhhhmmm seperti mencari jarum diantara tumpukan jerami…. Kalau basisnya.. “Kepercayaan” lain.. saya sempat temui.. dan.. bikin hati ini iri… karena sangat.. “almost perfect”… Kenapa saya makin ngotot dengan basis Islaminya?.. Anak-anak ini dan keluarganya.. justru sangat rentan dengan adanya permurtadan. Disamping karena keadaan mereka yang sulit untuk menggunakan logika, anak-anak ini banyak mengandalkan pembelajaran dari pembiasaan… terbayang kan?? jika pembiasaan ini ternyata menuju ke permurtadan?? hiiiii….
Jika benar data-data yang sering saya dengar, bahwa makin hari.. makin banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang terlahir (untuk Autism saja sudah 1 diantara 166 kelahiran). Dan hanya 30 % dari anak-anak berkebutuhan khusus ini yang secara alamiah mampu melangkah ke dunia normal dan nyata. Bagaimana dengan yang 70 %? yang tak mampu berada dan bersaing didunia normal?. Akan jadi apa mereka nanti… Dan sekali lagi karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.. berarti, 70 % itupun kebanyakan adalah kaum muslim. Uhhhh….
Terakhir.. saya sempat mendengar pidato ibu Menskes, Ibu Siti Fadhilla, bahwa pemerintah memiliki perhatian besar pada anak-anak bangsa, terutama pada anak-anak yang berkebutuhan khusus. Aghh… tapi saya belum dapat melihat kenyataannya. Saya bayangkan saya yang tinggal dekat dengan pusat pemerintahan saja… kondisi sekolah luar biasa pada umumnya tak layak… (maaf yaaa… saya katakan tak layak karena beberapa, gedungnya sangat kusam, ruang belajar yang tak memisahkan anak-anak dengan kebutuhan-kebutuhannya..ya… penyadang downsydrome, tuna wicara, tunagrahita dsbnya ada dalam satu ruangan, dengan hanya 1 guru.. kemandirian yang seharusnya menjadi andalan utama tak mendapat perhatian khusus… dengan fasilitas penunjangnya dsbnya) apalagi sekolah luar biasa yang ada nun di pelosok Indonesia. Wajarlah kalau saya menurut saya, akhirnya banyak orang tua, walaupun telah menyadari keadaan anaknya, tak mau menyekolahkan mereka di SLB. Mana tega laaaa…. Hick hick… udah anaknya bermasalah diletakkan ditempat yang gak perform… Mana biayanya lumayan besar, berkisar antara Rp 100.000,- (seratus ribu) hingga diatas 1 juta rupiah perbulan. Bandingkan dengan sekolah umum biasa… yang sebagian besar telah membebaskan murid-muridnya dari SPP.
Saya memang masih “antri” di Mandiga (doakan.. bisa bergabung yaaa). Tapi seandainya ada yang lebih Islami… hmmm betapa menyenangkan yaaa… (mimpi dan mimpi…..)
Atau mungkin ada informasi dari sahabat, dimana lagi yaaa SLB-C di Daerah jakarta dan Bekasi? please.. ya.. bagi informasinya…
Note : Hari ini, 4 juli 2010, Saya mendapatkan koreksi dari ibu Ita, (terima kasih bu untuk koreksinya) bahwa, Mandiga tidak menggunakan kurikulum SLB-C tetapi kurikulum yang mendasarkan pada IEP (Individual Education Plan) yaitu program pengajaran dan pendidikan yang mengacu pada masing-masing individu. Dengan demikian tiap-tiap murid yang bersekolah di Mandiga, mendapatkan program yang berbeda.
Untuk itu, saya memohon maaf telah menuliskan hal yang tidak tepat tentang sekolah Mandiga. Dan saya telah menghilangkan serta merubah semua tulisan saya (diatas) yang menggunakan kata-kata tersebut. Mudah-mudahan dapat dipahami oleh semua sahabat yang membaca disini. Dan untuk kedepannya, mudah-mudahan akan banyak kemajuan yang dapat diraih Mandiga. Amin



















































So sweet sahabat… jazakallahu untuk doamu.. Alhamdulillah.. saya memang baru dapat kabar (setelah ada pertemuan dengan sang kepala dan pemilik sekolah “MANDIGA) Aini diterima….!!!! Alhamdulillah… sungguh DIA menijabah.
Jazakallahu untuk simpati dan uluran tangan persahabatmu.. .
KEPADA SAHABAT… SAMBUTLAH UCAPAN DARI SAYA. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI BAHAGIA. JARI SEPULUH DI SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA. SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1 SYAWAL 1430 H. MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN. SALAM KEMESRAAN DARI SARIKEI, SARAWAK.
.-= Siti Fatimah Ahmad´s last blog ..SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA =-.