Count Down UASBN SD

April 27, 2009 by: yanti

(ini adalah tulisan yang kukutip dari spanduk sekolah Aini)

Anak-anakku, Menjadi murid yang pembelajar (mujtahid), tekun berlatih mencari cara terbaik selesaikan soal (mujaddid) serta gigih meraih prestasi dengan jujur dan melibatkan Allah swt dalam ikhtiar (mujadid) adalah kehormatan dan kebanggan tertinggi dari para penyelenggara Ujian Nasional. (UASBN)

Selamat berjuang anak-anakku….Doa kami akan menyertaimu.

Pagi-pagi, ketika saya mengantar Aini ke gerbang sekolah, kalimat-kalimat itu tertangkap oleh mataku. Wuush, seketika itu juga badan ini seperti disiram oleh air ES, dan (hmm cengeng sih) langsung saja airmata ku mulai merebak. Saya terharu dengan perhatian yang besar pada anak-anak didik, memberikan mereka semangat untuk berjuang dengan cara yang demikian “elegant” sarat dengan benang Islam.

Saya teringat dengan putratengahku, saat ini kami (saya dan putra tengah) mulai melakukan Count Down, untuk pelasanaan Ujian Akhir, Baik itu Ujian loka sekolah (SD masih ada penilaian dari sekolah asal) ataupun Ujian Nasionalnya. Direncanakan akan jatuh pada tanggal 4 hingga 13 mei 2009. Mendekati hari H, menyadari akan type dirinya, saya menanamkan untuk makin berpasrah, belajar saya sarankan tidak lagi dengan “kekuatan penuh”. Ini akan membuatnya menjadi gelisah dan akan ada penolakan. (biasanya putraku akan bertingkah menghindar dari upaya pembelajaran, cenderung berlebih-lebihan pada kegiatan lain, misalnya tidur atau main dan makin suka termenung)

Sebagai orang tua, saya mengambil keputusan, “IT’S ENOUGH”. Berusaha untuk lebih memperhatikan mentalitasnya. Toh upayanya untuk belajar setahun ini memang juga tidak main-main. Sudah banyak hal-hal yang dia sukai dikorbankan. Lelah batin dan fisik dengan terus-terusan belajar dari pagi hingga larut malam, sudah pasti ia rasakan.

Belum lagi jika saya melihat sekeliling, masih saja banyak pihak yang bersengketa tentang perlu tidaknya UASBN, dari banyak sudut, ini makin memicu perasaan tak nyaman dari sang murid, guru, pihak sekolah, dan para praktisi.

Membaca spanduk itu, saya menangkap adanya sebuah kepasrahan sekaligus bara api pembakar semangat, mengajarkan anak-anak untuk berbuat semaksimal mungkin. Tidak cengeng, menghadapi kondisi yang (mungkin) paling tak nyaman untuk mereka, sekaligus membawa aroma surgawi dengan menyadarkan diri pada kekuasaan Allah swt.

Saya berharap, kita semua melakukan hal yang sama, sebagaimana yang telah dilakukan oleh sekolahan Aini, memberikan yang terbaik yang bisa kita (guru, orang tua, pakar pendidikan, ataupun semua pihak yang punya perhatian terhadap dunia pendidikan) berikan kepada mereka.

Himbauan saya, berkaitan dengan UASBN ini adalah meredam segala perdebatan diforum apapun dan sebaiknya dimaksimalkan diawal tahun ajaran baru, ketika kurikulum baru disusun tidak disaat-saat seperti ini, saat anak-anak ini akan berjuang. Yah menurutku perdebatan ini, paling tidak akan memberikan dampak psikologis yang negatif.
Dan bagi sesama orang tua, saya menghimbau  ini saatnya kita berpasrah lebih dan lebih. Doakan anada. Bagaimanapun doa orang tua (terutama ibu) adalah senjata pamungkas mencapai puncak sukses.. Insya Allah

Related Posts with Thumbnails

Comments

One Response to “Count Down UASBN SD”
  1. johnhoma124 says:

    Your work has always been a great source of inspiration for me. I refer you blog to many of my friends as well.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled