DPT tertinggal dan Ekonomi Challenge
July 6, 2009 by: yantiCatatan kecil ku
TV One.. membahas tentang DPT, bersama bp Ngabalin dkk
MetroTV dengan Ekonomi Challenge..dengan bp Kwik Kian Gie dkk
Dua acara layar kaca, yang a sebetulnya tidak dapat dibandingkan, karena berbeda topik dan tujuan penyampaian. Tetapi saya nekat mau bandingkan juga.. (wwaahhh.. maksa), mengingat yang di”cungkil” sama.. “Pemerintahan yang akan menjabat”.
Dua tontonan yang disadari ataupun tidak akan memberikan masukkan-masukkan lain tentang bagaimana pemerintahan yang akan datang, persepsi tentang masing-masing capres, yang buatku memang sah saja dilaksanakan (walaupun “katanya” sudah masuk hari-hari ketenangan)
Yang saya garis bawahi adalah.. bagaimana acara ini dikemas. Jujur saja, Pak Ngabalin, bikin hati saya menjadi “panas”.. komentar dan masukkannya.. (maaf ya pak) memancing orang berpikiran, ada bad guy dan ada good guy. Ini menimbulkan simpati pada “good guy”, sebaliknya akan ada juga antipati pada “bad guy” . Sesuatu yang sebenarnya harus di”stop” mengingat kita dalam “hari tenang” menjelang pilpres. (Udah dong pak…..)
Sedang Pak Kwik Kian Gie, mengajak.. kita semua dengan serius (fuuuhhh,.. dahi pada berkerut llooooo) memikirkan apa yang ada dalam pemerintahan selama ini, kenapa bisa terjadi, apa alternatif yang bisa jadi mungkin sebagai jalan keluarnya… Hmmm… saya acungkan 2 jempol saya ditambah applus meriah untuk pak Kwik Kian Gie dkk. Diskusi mereka cukup serius dan saling tak mau kalah untuk membuktikan mereka benar (beberapa kali kalimat-kalimat tajam dan saling menyudutkan keluar dari mulut mereka) . Tapi.. dengan cara yangt luar biasa hebat, mereka berdua, bp Pande Raja Silalahi dan bp Kwiek Kian Gie dengan piawi membuat “pertikaian” tetap dalam koridor diskusi hangat. Subhanallah. Bp Moderatornyapun.. sangat tahu mengarahkan dan memberikan kesempatan untuk saling berbicara. (Semoga hasil diskusi ini, tidak hanya berhenti di “Ngomong Doang”.. tapi segera ada tindak lanjut…)
Ah.. seandainya saja, pak Ngabalin dkk sempat “mengikuti sajian” dari diskusi Metro TV tersebut, syukur-syukur mau dipelajari dan dapat diadaptasi. Apalagi.. kalau sampai dilakukan oleh semua media… Yakin.. “kekeruhan” akan menurun, persahabatan terbuka, langkah menjadi ringan, persoalan akan banyak di tanggulangi.. Insya Allah
Dan belajar dari pengalamanku… Jika dilakukan detik-detik terakhir, “Pengobrak-abrikan” dan atau melakukan pengaturan secara drastis, pada rencana yang sudah berjalan dengan sangat matang.., apalagi jika berkaitan dengan masa yang cukup besar, akan berdampak lebih ke keburukan dari ke kebaikkan. Kenapa? karena tidak semua bagian dari masa itu dapat segera melakukan adaptasi secepat kilat. Tiap-tiap orang punya “pakem” sendiri-sendiri…. (Kecuali jika memang ini yang dituju… Obrak abrik.. agar ada celah untuk memunculkan diri.. hmmmm) tanpa menghilangkan rasa hormat saya pada MK dan bapak-bapak yang telah mencoba melakukan pembahuruan di detik teralhir Plpres, saya hanya bisa menghimbau.. “Mbok ya.. O cobalah untuk menerima..”
Yah.. saya masih menyimpan harapan besar.. kita akan melakukan pilpres hanya dengan satu tujuan, kebaikan Indonesia… bukan karena harapan pribadi atau segolongan orang..
Selamat mencontreng Indonesia…


















































