Gangguan Gizi pada Autisme

August 26, 2009 by: yanti

Disunting dari “Majalah ANAK Spesial” Edisi 20, terbit agustus 2009

Orang tua pada umumnya menyadari atau mengetahui bahwa anak autisme memperoleh gizi yang kurang seimbang. Beberapa gangguan gizi yang sering ditemukan pada anak autisme adalah :
• Kekurangan zink/seng yang sering ditemui pada hampir 90% anak autisme. Zink antara lain diperlukan untuk perkembangan mukosa usus yang sehat, pembentukan myelin, dan pengembangan sistem imun yang sempurna.
• Kekurangan kalsium dan magnesium. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak di dalam tubuh. Manfaatnya adalah untuk pembentukan tulang dan gigi. Magnesium memegang peranan penting dalam sistem enzim dan bertindak sebagai katalisator reaksi yang berkaitan dengan metabolisme.
• Kekurangan asam lemak omega 3, serat makanan, antioksidan, dan vitamin lain hampir terlihat pada semua anak autisme.
• Hampir 90% anak autis kelebihan zat tembaga (copper). Zat tembaga yang berlebihan dapat berperan sebagai prooksidan yang dapat meningkatkan penghancuran asam lemak dalam sel, terutama pada sel otak.
Konsekuensi gangguan gizi tersebut dapat menyebabkan malapetaka pada otak, sistem imun, dan saluran cerna. Pengaturan makanan sesuai dengan kondisi anak sangat membantu memperbaiki keadaan kurang gizi.
Beberapa Faktor yang Terkait dengan Makanan pada Anak Autis

1. Gangguan pencernaan protein gluten dan kasein

Gluten adalah protein tepung terigu dan kasein adalah protein susu. Anak dengan gangguan autisme sering mengalami gangguan mencerna gluten dan kasein. Menurut Dr. P. Deufemia anak dengan gangguan autisme banyak mengalami leaky gut. Pada usus yang normal sejumlah kecil peptida dapat juga merembes ke aliran darah, tetapi sistem imun tubuh dapat segera mengatasinya.
Peptida berasal dari gluten (gluteomorphin) dan peptida kasein (caseomorphin) yang tidak tercerna sempurna, bersama aliran darah masuk ke otak lalu ke reseptor “opioid”. Peningkatan aktivitas opioid akan menyebabkan gangguan susunan saraf pusat dan dapat berpengaruh terhadap persepsi, emosi, perilaku dan sensitivitas. Opioid adalah zat yang bekerjanya mirip morphine dan secara alami dikenal sebagai “beta endorphin”.
Endorphin adalah penekan/pengurang rasa sakit yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Pada anak dengan gangguan autisme, kadang-kadang endorphin bekerja terlalu jauh dalam menekan rasa sakit sehingga anak akan tahan terhadap rasa sakit yang berlebihan. Menurut ilmuwan Christopher Gillberg, pada anak autisme, kadar zat semacam endorphin pada otak meningkat sehingga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak. Dari beberapa penelitian pemberian diet tanpa gluten dan kasein ternyata memberikan respon yang baik terhadap 81% anak autisme.

2. Infeksi jamur/yeast

Dalam usus terdapat berbagai jenis mikroorganisme misalnya bakteri dan jamur, yang hidup berdampingan tanpa mengganggu kesehatan. Yeast yang dimaksud di sini adalah sejenis jamur, berupa organisme bersel tunggal yang hidup pada permukaan buah, sayuran, butir/bulir, kulit, dan usus. Candida albican adalah sejenis yeast yang hidup dalam saluran cerna, yang dalam keadaan normal tidak mengganggu kesehatan. Apabila keseimbangan dengan mikroorganisme lain terganggu, maka salah satu akan tumbuh berlebihan dan dapat menyebabkan penyakit. Pemberian antibiotika seperti amoxicillin, ampicillin, tetracycline, keflex yang terlalu lama dan sering akan menyebabkan bakteri baik (lactobacillus) akan ikut terbunuh sehingga akan mengganggu kesehatan. Antibiotik tidak membunuh candida, akibatnya jamur akan tumbuh subur dan dapat mengeluarkan racun yang melemahkan sistem imun tubuh sehingga mudah terjadi infeksi.

3. Alergi dan intoleransi makanan

Hal lain yang diduga berperan pada masalah autisme adalah alergi dan intoleransi makanan. Gejalanya bermacam-macam, misalnya sakit kepala, sakit perut, diare, mual, gangguan tidur, cengeng, hiperaktif, agresif, gampang marah, infeksi telinga, dan lain-lain.
Apa bedanya alergi dan intoleransi makanan ?
Alergi makanan adalah reaksi tubuh terhadap makanan atau komponen makanan yang menyimpang dari normal, melibatkan sistem imun, dan menimbulkan gejala yang merugikan tubuh. Semua zat yang menyebabkan reaksi imunologi disebut alergen. Apabila alergen masuk ke dalam tubuh, maka zat antibodi terhadap alergen tersebut dilepas sehingga memicu terjadninya alergi. Potensi terjadinya alergi makanan pada seseorang sering merupakan keturunan. Beberapa makanan yang sering menimbulkan alergi antara lain ikan, udang, telur, dan susu.
Intoleransi makanan merupakan reaksi negatif terhadap makanan dan menimbulkan beberapa gejala, namun tidak melibatkan sistem imun tubuh. Intoleransi makanan disebabkan kekurangan enzym untuk mencerna zat tertentu dalam makanan. Misalnya toleransi susu dapat diakibatkan kekurangan enzym laktase yaitu enzym yang memecah laktosa (gula susu). Makanan yang sering menimbulkan reaksi intoleransi adalah susu, telur, gandum, dan kacang-kacangan, serupa dengan makanan yang dapat menyebabkan masalah pada anak autisme. Untuk mendiagnosa alergi dan intoleransi makanan tertentu, orangtua sering mengalami kesulitan karena reaksi dapat terjadi segera atau sampai 72 jam setelah makan.

4. Keracunan logam berat

Ada hubungan yang jelas antara keracunan logam berat dan berbagai gangguan syaraf. Logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik, aluminium, dan lainnya masuk ke dalam tubuh secara tidak sengaja melalui udara, air, makanan, obat, kosmetik, vaksinasi, dan sebagainya. Timbal dipakai misalnya dalam bensin, minyak pelumas, cat tembok, batu batere, dan aki mobil/motor. Sedangkan merkuri (Hg) banyak dipakai dalam bidang kedokteran sebagai tambal gigi, obat tetes mata, thermometer, tensimeter, kosmetik, juga digunakan dalam mendulang emas, menyamak kulit, dan mengawetkan gandum supaya tidak berjamur. Aluminium banyak digunakan sebagai alat masak seperti wajan dan panci.
Logam berat merupakan racun keras terhadap susunan saraf pusat, terutama pada anak karena metabolismenya lebih cepat.
Keracunan logam berat juga dapat menyebabkan masalah pada sistem organ tubuh. Misalnya, keracunan merkuri dapat menyebabkan gangguan keseimbangan sel-sel imun dalam tubuh, mengganggu respon imun terhadap makanan, dan dapat mengakibatkan kekurangan seng dan selenium.
Tes keracunan logam berat dapat dilakukan melalui darah, rambut, dan urin/air seni. Bila ternyata menderita keracunan logam berat, maka cara membuang logam beracun dari tubuh antara lain dengan terapi chelasi.

Sumber : Terapi Makanan Anak Dengan Gangguan Autisme
Penulis : Tuti Soenardi, Susirah Soetardjo
Penerbit : PT. Penerbitan Sarana Bobo

Related Posts with Thumbnails
Filed under: Dunia Autis,Informasi
Tags: , ,

Comments

10 Responses to “Gangguan Gizi pada Autisme”
  1. KangBoed says:

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Amin… semoga doa ini dikabulkan…
    Loooovveeee…. UUUUUU 2

  2. Autisme itu bakat dari lahir atau bisa menimpa setelah anak lahir?

    Aku lagi resah, anakku lagi males makan. Takut kekurangan gizi… dan khawatir bisa tertimpa autis, kalau autis itu bukan bawaan dari lahir.

    Setahu saya.. ada anak-anak yang membawa sifat autistic dari lahir.. tapi ada juga yang telah cukup umur yang menjadi autistic (tertua yang saya kenal.. seorang putri sahabat saya.., mahasiswa semester terakhir.. menderita autistic, setelah dicabut giginya… )

    Sahabat yang baik.., anak memang kadangkala tidak suka makan.. (hmmm.. jangankan anak-anak.. kita yang dewasa aja kadang… malas banget mau makan) coba lihat apa masalahnya.., selera? (sedang tidak cocok menunya, punya keinginan makan makanan tertentu, mis) fisik?.. (sakit gigi, sakit perut dsb) atau.. bisa jadi.. sedang berusaha menarik perhatianmu.. karena punya adik baru, atau engkau sedang sangat sibuk dengan pekerjaanmu misalnya.

    Jika perlu dikonsultasikan ke dokter anak.. atau ahli gizi…

    Terserang autistic karena tidak makan??? duhhh.. kayaknya gak gitu deh…
    kalau ya.. pasti anak-anak yang kelaparan karena kemiskinan sudah autistic semua…

  3. sakurata says:

    Bukanya Autis itu lebih ke arah perubahan ‘kerusakan’ gen ya? Mungkin sebagai akibat dari ‘benda asing’ yang menyebabkan DNA berubah. Tapi gak tahu juga, yang pasti..semoga anak turun kita semua, tidak ada yang dicoba dengan cobaan penyakit seperti ini. Amiin.

    Info yang sangat bermanfaat, thanks
    .-= sakurata´s last blog ..Cinta Pertama =-.

    Jujur saja.. apa penyebab autis hingga kini belum ada kesepakatan.
    Jika saya mengangkat info gizi ini… bukan pula menyatakan karena makanan tertentu seorang menjadi autis.. tetapi lebih pada upaya mensosialsasikan pemicu anak-anak yang punya kecenderungan ataupun telah menyandang autistic..bersikap uncontrol..
    Semoga jika kita dapat memahaminya, kita dapat membuat anak-anak ini lebih nyaman.

    Tentu saja.. tidak satupun ingin memiliki anak/ keluarga/ kenalan/ kerabat yang bermasalah.. tetapi jika itu yang kita hadapi sebagai kenyataan… dunia tidak menjadi kiamat karenanya…
    yuuup???

    Tetap semangat

  4. alamendah says:

    nyasar…
    eh ketemu ama artikel keren-keren.

    Makasih
    dan salam kenal
    .-= alamendah´s last blog ..Hindari Kepunahan Penyu =-.

    Alhamdulillah…
    Selamat datang sahabat… salam kenal kembali

  5. sungguh, artikel ini sangat penting dan bermanfaat, bukan saja utk anak2 autism melainkan juga utk anak2 pada umumnya. pertumbuhan masa kanak2 akan sangat menentukan pertumbuhan pada masa2 berikutnya.
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar =-.

    Alhamdulillah… saya berharap akan banyak yang memanfaatkan informasi ini…
    Terima kasih untuk kunjungannya…

  6. abu amirul says:

    assalamualaikum,
    nice blog.
    teruskan menulis.
    dijemput ke askamakalikada.blogspot.com
    dan harap sudi untuk menjadi follower dan
    link kan di blog cahayamuslimah.com
    sekian, wassalam.
    .-= abu amirul´s last blog ..HERO ‘KEPALA LEMBU’ =-.

  7. suha says:

    nice info!
    bisa tolong diperdalam tentang Gangguan pencernaan protein gluten dan kasein nya? makasih

  8. Barbara90 says:

    We have new found strengths and reasons to face the task with optimism and have discovered that there are more things we want to learn together, for the youth and for ourselves. ,

  9. Useful blog, this is very similar to a site that I have. Please check it out sometime and feel free to leave me a comenet on it and tell me what you think. I’m always looking for feedback.

  10. This is a superb post, but I was wondering how do I suscribe to the RSS feed?

Trackbacks

Leave a Reply