Hari Anak..

July 22, 2009 by: yanti

23 Juli.. Hari Anak…

Bahagialah.. mereka yang masih menjadi anak-anak..
Anak-anak yang mempunyai kehidupan yang layak sebagai anak-anak
Yang memiliki rumah yang damai…
Yang dilimpahi kasih sayang ke dua orang tua…..
Yang dikarunia kesehatan fisik maupun mental..
Yang tak pernah merasakan kekurangan materi…

Tapi bagaimana dengan anak-anak yang tak seberuntung mereka??

Pertanyaan ini, sempat.. terlintas ketika kemarin.. sore, saya sempat bingung, “Kok ada acara D’masiv dengan anak-anak jalanan ya.. di Ir-Radio” ooo.. ternyata menyambut Hari Anak ini… (maaf ya anak-anakku.. ibumu ini sedang tidak peka).
Terbayangkah kau sahabat..apa yang mereka hadapi setiap hari?
Ada yang bergerak kesana kemari dengan setumpuk koran ditangannya..
Ada yang membawa kotak semir.. meminta kesediaan kita melepaskan sepatu yang kita pakai untuk disemir
Ada yang “menjual” suara kanak-kanak mereka, berharap ada recehan sebagai imbalannya.
Atau.. yang menengadahkan tangannya…

Miris hati ini…. jika terbayang.., jika kita yang dewasa menggantikan mereka.. belum tentu kita sanggup.

Atau.. cerita tentang Tegar… yang kehilangan kakinya.. akibat ulah ayah tirinya… Ah ya… jaman saya masih kecil, ada versi lain dari tegar.. bocah itu bernama “Ari Hanggara”

Jujur sih.. kadang sebagai orang tua.., yang (katanya) punya tali kasih yang teramat dalam, saya masih seringkali hilang sabar.. menghadapi ulah anak-anakku sendiri. Ada beberapa hal yang dapat membuatku “cemot-cemot” dan langsung berbalik .. dari ibunda menjadi.. lawan perang…

Kemarin sih… Kak Seto memberi tips cerdik… Jika kemarahan sudah sampai diubun-ubun.. daripada memarahi anak ” dengan cara yang salah” mendingan,melampiaskan kemarahan ini pada hal-hal postif.. diantaranya.. “Bongkar dapur”, cari panci atau apa saja untuk disikat dengan rasa marah. “Membersihkan kamar mandi”, menyikat hingga ke sudut-sudut di kamar mandi.. sambil membuang rasa marah.. “Sapu halaman rumah” hingga tak ada satupun daun yang berserakkan. dsbnya. Ketika rasa marah itu telah mereda, baru kita bicara dengan anak lagi. Pasti “atmosfier”nya beda.., karena sudah tidak punya kekuatan untuk marah-marah (he he he.. putraku.. langsung berseri wajahnya mendengar kalimat kak Seto tsb.. dan berujar..”Ah… betul bu… gitu aja kalau marah”… ha ha ha) lain kali kalau ada tips begini disampaikan dengan bisik-bisik aja kak Seto…

Baru-baru inipun..  Mr Obama.. dalam pidatonya mempertegas rencana pemerintahan yang telah disampaikan diawal pemilihannya..  diantaranya berusaha untuk memberikan kebebasan lebih dalam menentukan pilihan aborsi, dalam politik “Health Care”nya. (Yang cukup menarik, di negara seLiberal Amerika, ternyata aborsipun masih menjadi hal yang dipertanyakan kebutuhannya.)

Memang sih.. itukan.. di Amerika.. , masuk dalam kategori “Urusan dalam negri”, gak ada sangkut pautnya denganku dan negara Indonesia tercinta ini.. Tapi dalam kaitannya dengan Hari Anak.., saya ingin sampaikan Aborsi, yang tidak mendasarkan pada situasi darurat sama halnya dengan tidak memberikan Haq anak… Haq untuk hidup, Haq untuk dicintai, Haq untuk dihargai keberadaannya.. dan sederet haq-haq yang lain… Memang.. ada kontroversi, “apa yang menjadi kriteria situasi darurat”.. sebuah kontroversi yang berkepanjangan.. Yang mendorong, segelintir orang, mau melakukan aborsi dengan berdasarkan keuntungan pribadi dan pemuasaan kebutuhan. Mungkin masih ada dalam ingatan kita, belum lama., kita mendengar tentang seorang ibu di Kota Jakarta ini, yang dikenal dengan nama Atun, tertangkap karena menjadi pengatur dan penyedia layanan aborsi..

Kembali pada hari anak… saya lebih senang, jika dalam merayakan hari anak ini, orang tua dilibatkan..  Ketika Anak-anak diajarkan untuk memperjuangkan diri-dirinya.., haq-haqnya dan menjalankan kewajiban hidupnya dengan lebih bertanggungjawab (untuk mencapai target.. Muslim yang mumpuni) Para orang tua juga diketuk pintu hatinya untuk melakukan hal yang sama… Para orang tua di diingatkan untuk menyadari apa arti anak dalam hidup mereka, apa yang harus dipertanggungjawabkan, ketika memiliki anak dan juga hal-hal indah ketika seorang anak menjadi bagian dari hidup mereka. Hmmm dengan demikian.. semoga ada hubungan yang indah diantara orang tua dan anak. Orang tua akan benar-benar mengganggap anak adalah sebuah karunia dan anugrah.. sedang anak akan sangat mensyukuri kehadiran orang tua dalam hidup mereka. Bagaimanapun keadaan mereka satu sama lain.. Apakah ada kekurangan dalam kondisi-kondisi yang umum (mengalami kecacatan, fisk ataupun mental) ataukah tidak.

Yah.. sebagaimana kata D’masiv.. hidup ini memang harus terus berjuang, menampilkan yang terbaik, tanpa pernah mau menyerah.

Selamat Hari Anak… 23 Juli 2009
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia akan selalu memperhatikan tunas-tunas bangsanya agar kesinambungan meraih Indonesai bermartabat dapat selalu terjaga…  Amin

Related Posts with Thumbnails

Comments

7 Responses to “Hari Anak..”
  1. Zian X-Fly says:

    Kunjungan balik. Mohon maaf, saya tak punya waktu untuk membaca tulisan Anda. Mohon dimaklumi. Saya diberi waktu keluar pondok cuma beberapa menit…..

    dimaklumi… semoga jadi santri mumpuni yaaaa

  2. oemar timbul says:

    betapa kita
    senantiasa merasa
    ada banyak hal
    yang tak kita tahu
    namun ada
    di hadapan wajah kita
    dan betapa
    sesungguhnya
    beruntung mereka
    yang menafkahkan sebagian harta
    demi orang-orang nestapa
    dengan doa-doa selaksa sayap malaikat
    dikabulkan oleh ALlah
    semoga hari ini
    menjadi hari
    dimana wajah kita senantiasa ceria
    untuk menghibur hati mereka
    .-= oemar timbul´s last blog ..Harga satu anak tangga =-.

    Amin… semoga doa ini didengar oleh semua sahabat….

  3. KangBoed says:

    Waaaaaaaah.. kapan yaaa bisa jadi anak anak lagi
    Salam Sayang Bunda
    .-= KangBoed´s last blog ..Iman dan Cinta =-.

    Waduuhhh…. jangan pernah berharap ah….
    kita ini nikmat looo… jadi manusia dewasa…

  4. oRiDo™ says:

    saya juga gak peka bu..
    nyadarnya pas nganter anak ke sekolah..
    hehehe..
    .-= oRiDo™´s last blog ..[DKMB] widget animasi islami untuk dipasang di WORdpRess dan BlOgspOt =-.

    he he he… anak-anak mungkin suka sebel juga ya.. dengan orang tua kayak saya yang…he he he telmi (telat mikirnya) ha ha ha

  5. tuyi says:

    wah…musti kasih ucapan nih ke anak indonesia…
    selamat ya…?

    Terima kasih (mewakili… anak-anak)

  6. racheedus says:

    Bagus juga tips dari Kak Seto. Tapi kalo marah karena anak susah makan, masak lantas ditinggal nyuci bak mandi? Ntar jadi nggak makan dong sang anak?

    Ahh gitu ya….. kalo saya… emang saya tinggal dulu.. biar gak es-mosi.. kalau sudah rada tenang… “tarik nafas panjang2″ mulai buka dialog dan bikin kesepakatan… kenapa adik gak mau makan? pedas? asin? gak suka? dsbnya… kalau sudah tahu jawabannya… coba disolusi dulu.. jika karena makanannya(terlalu pedas/ asin/asam dsb)… ya… diganti aja menu yang dia suka.. tapi kalo karena dianya sedang malas atau “not in the mood”.. ya tarik ulur dengan hukuman dan hadiah..
    Berhasil…??
    Kadang-kadang bisa… kadang-kadang gagal…
    Yang penting harus terus konsisten dengan cara ini.. sampai si adik mengerti..

  7. dirgahayu anak2 indonesia, semoga engkau terbebas dari cengkeraman kaum sindikat yang sengaja ingin mengeksploitasi kalian demi keuntungan mereka semata. wah, dapat pengelaman baru dari kak seto, nih!
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Masih Adakah Ruang bagi Anak-anak Jalanan? =-.

    Amin… Semoga generasi akan datang.. menjadi generasi Rabbani.. yang dapat memperjuangkan martabat dan harga dirinya… juga membawa sinar keIslaman pada puncak kejayaan.. Amin

Trackbacks

Leave a Reply