Setelah melewati Training ke 3, yang cukup melelahkan… hari ke 4 ini terasa sangat…. hmmm sooo happy and lightening
Materi Hari ke 4
I “Kuliah pertama” tentang : “JADWAL KEGIATAN ACARA” Mr Adaam, mengingatkan tentang betapa pentingnya merencanakan segala sesuatunya.. sebelum kita semua melakukan sesuatu. Jika tidak.. tanpa disadari.. seringkali waktu akan berlalu tanpa kita melakukan apapun.. dan.. diakhir waktu.. kita baru menyadari.., menyesali.. tapi tak mungkin kembali pada waktu lampau untuk melakukan sesuatu. Jadwal yang direncanakan haruslah sangat terperinci.. bertingkat-tingkat sesuai dengan kurun waktu yang akan kita lalui dan disesuaikan dengan situasi yang ada pada setiap individu yang akan menjalaninya. Berikut ini adalah sebuah contoh penjadwalan harian untuk mendidik ABK :
8.00- 8.20 : Salam Pagi, Senam, lagu Kebangsaan. 8.20- 8.55 : Pelajaran (berhitung) 8.55-9.00 : Cuci Tangan (ke kamar mandi) 9.00- 9.30 : Senam, Olahraga, Permainan 9.30 – 9.45 : Pelajaran suara/bunyi (komunikasi) 9.45 – 9.55 : Cuci Tangan (ke kamar mandi) 9.55 – 10.15 : Makan siang, istirahat 10.15 – 10.30 : Kesehatan Mulut (menggosok gigi) 10.30 – 11.05
elajaran (multisensory dan ketrampilan sehari-hari) 11.05 – 11.10 : Cuci tangan (ke kamar mandi) 11.10 – 11.45 : Pelajaran (tentang kata) 11.45- 11.55 : Membersihkan ruangan kelas 11.55 – 12.10 : Menyanyi dan menari 12.10 – 12.15 : Kelas pulang
Kelihatan dari jadwal diatas.. jenis pelajaran dan pengaturan waktunya sangat tepat dengan kebututuhan mendasar bagi ABK.. lebih memberikan manfaat bagi mereka dibandingkan jika mereka mesti melewati kelas-kelas umum disekolah. Selain jadwal harian.. kita juga dianjurkan untuk membuat jadwal mingguan, jadwal bulanan dan jadwal Tahunan Jadwal Mingguan Dalam jadwal mingguan, kami diajarkan untuk membuat sebuah kegiatan yang saling berkesinambungan dari minggu ke minggu. Misalnya saja yang dicontohkan oleh Mr. Adam adalah “kegiatan bersosialisasi” . Awalnya memang agak sulit.. (ini dialaminya) ketika beliau memiliki ide untuk “berkunjung ke tetangga”, setiap orang/ tetangga yang dikunjungi menyampaikan sangat keberatan.. Mereka menolak dengan berbagai macam alasan.. tetapi pada prinsipnya penolakan ini disampaikan karena mereka tidak memahami apa itu ABK, sifat ABK dan bagaimana memperlakukan para ABK ini. Yang ada dalam pemikiran para tetangga adalah.., mereka akan menemui banyak persoalan jika mengijinkan para ABK ini berkunjung kerumah meskipun Mr. Adam hanya memintaABK diijinkan untuk duduk beberapa saat di halaman mereka.. bukan masuk ke dalam rumah. Setelah 6 bulan berjalan.. akhirnya ada juga seorang tetangga (kebetulan ini keluarga duta besar) yang mengijinkan. Dihari itu.. banyak kendaraan dan orang-orang yang berhenti.. memperhatikan sekumpulan ABK bermain dihalaman rumah sang Duta Besar… Mereka sangat tertarik.. Mereka banyak bertanya.. Mereka mulai melakukan sentuhan perkenalan pada para ABK..Mereka belajar untuk mengenali dan memberlakukan para ABK ini dengan baik Akhirnya.. sejak hari itu.. ABK memiliki program bersosialisasi.. berpindah-pindah berkunjung.. Hebatnya.. karena sebagian orang yang dikunjungi adalah orang-orang dengan profesi tertentu (dokter, insinyur, pemadam kebakaran, dsb) akhirnya jadwal mingguan ini berkembang menjadi pengenalan profesi.. Jadwal Bulanan, sebaiknya.. memberikan arahan bagi ABK untuk mengembangkan bakat dan minat. Dengan menumbuhkan serta meningkatkan ketertarikkannya pada suatu bidang tertentu, diharapkan… para ABK akan mempunyai sebuah hobi (kesenangan tertentu). Yah.. siapa tahu kesenangannya akan bidang tertentu.. kelak dapat digunakan untuk hidup. Sebagai sumber mata pencaharian. Aktifitas ini, sebaiknya meliputi segala bidang (bergantian, dijadwalkan bergilir) dari musik. drama, tari, olahraga dan permainan. Dan jika ternyata nantinya mereka telah menyukai dan menguasai sebuah bidang.. sebaiknya mereka ini juga diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari pertunjukkan.. misalnya saja.. menari dalam sebuah kegiatan wilayah RT.. atau ikut dalam group bermain bola ketika ada sebuah pertandingan. Jika diberikan secara dini, dengan cara yang positif serta selalu berpikiran optimis dalam mengajarkan mereka.. ABK akan memiliki kenyamanan lebih dan penguasaan yang lebih cepat. Oh ya… jangan lupa juga untuk selalu melibatkan ABK dalam semua situasi yang ada. Misalnya pemakaman, pesta pernikahan, pesta ulang tahun, dsbnya.. walaupun pada awalnya pasti akan timbul banyak kekacauan, sebaiknya kita tidak pernah berhenti untuk terus melibatkan mereka, dengan demikian ABK akan berusaha untuk terus beradaptasi. Ya… benar… para pengajar nantinya dapat mengharapkan pada sebuah titik tertentu.. mereka akan dapat bersikap sebagaimana orang kebanyakan (tidak lagi membuat kekacauan) So,.. please be pasient.. and brave to face it. Jadwal Tahunan Penekanan berbeda sebaiknya dikembangkan dalam Jadwal Tahunan.. ABK dijadwalkan untuk melakukan kegiatan yang “lebih besar” Misalnya melakukan wisata ke daerah-daerah yang memiliki situs purbakala. Untuk dapat tercapainya kesuksesan program ini, sebaiknya para pendidik memperhatikan kesehatan ABK dapat juga dengan melakukan pemeriksaan rutin (dimasukkan dalam jadwal tahunan). Pemeriksaan gigi mereka, pertumbuhan mereka, penyimpangan fisik, kemerosotan kemampuan, tanda-tanda penyakit.. adalah sebagian yang dapat dilakukan dalam kunjungan rutin ke para ahli dibidang medis. Penting Setiap apa yang kita kerjakan dalam jadwal-jadwal diatas (baik itu harian, mingguan, bulanan dan juga tahunan) sebaiknya kita simpan dalam sebuah catatan yang rapi dan jelas. Catatan ini meliputi segala aspek yang berkaitan dengan ABK, misalnya masalah pertumbuhannya, perkembangan fisik (berat, tinggi badan, reaksi ke 6 indranya, kemajuan yang dicapai dengan membandingkan standrat yang umum dimiliki oleh para ahli medis, (sebelum, ketika dan setelah lahirpun sebaiknya juga dicantumkan), dapat juga dilengkapi dengan catatan pelajaran. Catatan ini adalah hak pribadi yang dimiliki ABK, jika mereka belum mampu menyimpan dengan baik, sebaiknya juga melibatkan orang tua, dan bukan milik umum. Ini berbeda dengan kebiasaan yang beredar dimasyarakat.. sebagian dari kita.. “catatan pribadi”nya dimiliki oleh instansi tertentu.. Ketika sang pemilik membutuhkannya.. sang pemiliki harus mendatangi instansi tertentu.. bahkan membayar agar dapat memiliki Copynya. Contohnya adalah Catatan medis dari rumah sakit dan catatan nilai(transkrip) dari sebuah institut pendidikan. Gunanya pencatatan adalah : Untuk melakukan evaluasi, dan membuat rencana pada program sesudahnya sehingga sebaiknya selain juga rinci.. didalamnya dimasukkan sejarah masalah lengkap dengan keberhasilan dan kegagalan yang dialami dalam setiap kasus, Bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa sederhana, jujur (tidak boleh menuliskan yang tidak sesuai dengan kenyataan), bahasa sehari-hari dan juga konsep yang umum yang digunakan di asal daerah ABK Selain pencatatan.., penting juga untuk mencoba melakukan riset/ penelitian.. (penting untuk mengarahkan anak dan mengambil keputusan yang berkaitan dangan ABK). Selama ini, Riset yang telah berlaku dimasyarakat umum.. seringkali tidak tepat.. karena bergantung kepada :
1. Siapa yang melakukan riset
2. Tujuan dilakukan riset ini
3. Bagaimana riset ini dilakukan
4. Bargaimana pengolahan riset yang digunakan
5. Oleh Siapa dan bagaimana hasil riset ini disimpulkan
6. Apa akibatnya bagi para ABK
Setiap point diatas.. sangatlah menentukan arahan dari hasil riset tersebut. Misalnya jika seorang politisi dan lembaga yang berkaitan dengan politik yang melakukan riset tentang jumlah ABK dibandingkan dengan seorang pendidik dan lembaga yang berkaitan dengan pendidikan yang melakukan riset yang sama.. Hmmm belum tentu hasilnya sama.. Oleh karen itu.. jika banyak dilakukan penelitian oleh berbagai macam disiplin ilmu… Hasil-hasil riset dapat dibandingkan dan dapat dicari yang lebih mendekati kenyataan… (Ayooo… siapa yang berminat untuk melakukan riset…. ???)
II. “Kuliah” tentang Pendekatan Pendidikan Multisensori
III. “Kuliah” tentang Ketrampilan hidup
KELAS ANAK
Sebagaimana sejak hari pertama.. anak-anak mempunyai kelas.. dengan rutinitas yang telah terjadwal.. Hari ini… setelah melewati : 1. Morning Jounal dan sedkit Olahraga… (Pssss… hari ini… Aini menikmati ibu pengantinya… Ibu Lia..nama beliau… ha ha ha.. mereka pasangan yang cocok.. saling mendukung… alhamdulillah….) 2. Kelas.. berhitung… (setelah pelajaran mengenal angka dihari ke 3) hari ini ABK mulai masuk pada materi pengenalan konsep menjumlah dan mengurangi… Masih berkisar pada angka 1 dan 2. Dengan bantuan lilin, kotak lilin, batuan.. dan bermain.. konsep ini dikenalkan… 3. Kelas cuci tangan… (wuuusshhhh…. cepat berlari ke washtafel) 4. Kelas Makan bersama…hmmmm kuenya enak-enak terus nih…. bikin gendut deh… 5. Kelas Sikat gigi…. 6. Kelas Olahraga… Seru…. kami dibagi jadi 2 kelompok… (ABK + Peserta).. berjuang untuk bisa jadi yang terbaik.. dengan peralatan sederhana.. ada 3 permainan yang kami kerjakan.a. Memberikan bola melalui 2 kaki terentang.. pada kawan dibelakang.. yang terbelakang dari barisan setelah menerima bola, akan maju kedepan, berganti posisi dibarisan terdepan… terusss….. hingga yang terdepan diawal kembali ke posisi terdepan b. Bermain dengan sapu dan botol kecil… mengiring botol kecil menggunakan sapu.. berestafet.. yang telah mengiring bola dan menyerahkan pada orang dibelakangnya pindah ke posisi terbelakang.. teruss… dan terus… hingga kembali yang terdepan kembali ke posisi terdepan. c. Bekerjasama membuat sebuah lukisan.. setiap orang yang ada dibarisan.. diminta menambahkan sebuah bagian dari gambar orang.. mulai dari bentuk muka, hingga ke rumput yang ada dibawah kaki orang… Ha ha ha… gambar-gambar yang aneh…. Hmmm kami sangat bersemangat.. mengikutinya… ha ha ha ha 7. Kelas seni. 4 macam cara membuat lukisan dari krayon dan kolase yang dilakukan disini… pertama kolase biasa.. kedua kolase dengan variasi jendela.. ketiga krayon yang dilelehkan langsung (menggunakan bantuan api lilin) sebelum digunakan untuk menggambar dan yang terakhir krayon yang dilelehkan dengan menggunakan potongan seng (menggunakan potongan bungkus minuman kaleng ) Wooowww… siapa yang mengira ya.. hasilnya dapat sangat ndah???? 8. Kelas cuci tangan… (wuuushhhh…. ayo ke washtafel) 9. Kelas kata.. Mrs Ching.. Melekatkan 5 gambar dipapan.. berkisah tentang burung dan semut. Burung menolong semut yang hampir tenggelam di kolam air, semut membalas budi dengan menggigit kaki pemburu yang akan menembak sang burung. Kata-kata yang akan dikenalkan adalah : burung, semut, pemburu, busur, anak panah, daun, air.. ABK diminta bergiliran menunjukkan di gambar, bagian gambar yang mewakili kata-kata tersebut. wooo.. bahagianya para ABK.. melihat dengan mata berbinar.. mendengar dengan antusias.. termasuk juga.. pesan moral yang disampaikan oleh Mrs Ching diakhir cerita.. 10. Kelas pulang… Ah.. selesailah tugas ibu Lia.. sebagai ibu penganti… Jazakillah khairan katsiran ibu.. yang baik.. Aini bahagia memiliki kesempatan menjadi anak sementara bagi ibu…. Bersambung ke hari ke 5 Training





