Hari ke 5 Training
May 25, 2009 by: yanti(Melanjutkan dari Hari Ke 4 Training)
Uhhh… gak terasa… ini sudah hari ke lima dari kesempatan kami bersama disini….
Pagi-pagi.. Mr Adam.. sudah ngasih “warning”… hari ini beliau mau ngeeeebbbuuut. Materi masih banyak, sedangkan waktu sudah sangat terbatas… (huuu huuu huuuu… )
Materi Hari ke 5.
I. “Kuliah Pertama” …Pergaulan dan sexuality
Ehmmm ini materi yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar.. kita semua.. (he he he.. ) Karena informasi tentang hal ini sangat terbatas.. sedangkan ABK mempunyai kekhususan tersendiri.. yang seringkali sulit untuk diberikan pemahaman sebagaimana diberikan pada anak-anak umumnya….
Latar belakang
ABK sebagaimana kita semua adalah makhluk yang memiliki keinginan, perasaan, kebutuhan, emosi dsbnya dalam hidup. Sehingga sangatlah tidak adil jika mereka tidak juga diberi kesempatan untuk merasakan hubungan cinta antar sesama, mendapat pemenuhan akan kebutuhan sex, membina rumah tangga, hingga memiliki anak dan keturunan. Hanya saja yang menjadi kendala adalah lambatnya pemikiran mereka untuk dapat melakukan pemenuhan kebutuhan itu, sesuai norma-norma yang ada. Ingat saja apa yang telah diceritakan oleh Ibu Dyah Puspita (Ahh… she’s a wonderfull mom for ikhsan 18)
Tak jarang.. karena banyak pertimbangan, berkaitan dengan para ABK ini.. ada sebagian orang yang memutuskan untuk melakukan :
1. ABorsi.. pada ibu-ibu yang ditengarai akan melahirkan bayi ABK
2. Stelirisasi pada ABK yang telah mulai beranjak dewasa.
3. Pelecehan sexual pada ABK karena ketidak tahuan mereka tentang hubungan sex yang benar
Hmmm ini sudah harus dihentikan, diantaranya dengan memberikan cukup pengetahuan tentang “PENDIDIKAN SEX“ pada ABK. Tujuan Pendidikan Sex ini adalah sbb :
* Pengembangan diri
* Pergaulan antar manusia
* Pengembangan Pengetahuan dalam Pendidikan SEX
* Bisa mengerti dan mengalami perasaan-perasaan sexualitas secara positif
* Melindungi diri dai ekspoitasi dan resiko perkembangan sex
Pendidikan ini harus disesuaikan dengan tingkat mental seseorang secara personal. Konsep yang disajikan harus bisa dimengerti sesuai dengan konsep setempat. Penyajiannya harus alami dan jujur (tidak bersifat mitos). Benda yang digunakan dalam pengajaran hendaknya benda yang konkrit. Atau bisa juga dengan memanfaatkan drama sebagai alat penyampaian.
Sebenarnya Pendidikan SEX, sudah dimulai sejak dini. Bahkan sebelum ABK lahir kedunia. (Dengan mempersiapkan warna tertentu, sesuai dengan jenis kelamin anak, untuk menymbut kehadiran sang anak) Berlanjut saat sang ibu membersihkan BAK atau BAB dari bayi yang baru lahir.. (proses menjaga kesehatan alat reproduksi bagi anak laki-laki dan perempuan). Jadi sebenarnya tidak ada yang perlu di”permalukan” ketika sang anak mulai tertarik dan bertanya tentang organ-organ reproduksi. (Sebagian masyarakat masih menganggap ini hal yang tabu untuk dibicarakan)
Dalam sebuah keluarga.. untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Pendidikan SEX, sebaiknya disesuaikan dengan jenis kelaminnya. (supaya tidak terjadi salah pemberian informasi). Jika ABK seorang anak perempuan, yang sebaiknya memberikan informasi adalah ibunya, neneknya, tantenya atau kerabat lainnya yang perempuan. Demikian juga jika ABK adalah seorang anak laki-laki, yang sebaiknya memberikan informasi adalah ayahnya, kakeknya, Omnya atau kerabat lainnya yang laki-laki. Syaratnya adalah.. mereka orang yang cukup dekat, cukup punya pemahaman yang baik tentang sexuality, mau dan punya perhatian yang cukup besar peda perkembangan ABK. Dan sudah cukup dewasa serta bertanggung jawab, untuk memikul sebuah tanggungjawab memberikan pendidikan SEX.
Kembali lagi Mrs Ching mengingatkan.. untuk menggunakan bahasa yang jujur, jelas dan konkrit. Ini beliau sampaikan bahwa pada sebagian masyarakat ada yang memberikan nama-nama tertentu pada organ kelamin. Hal ini dapat membingungkan ABK. Misalnya.. Penamaan “Burung” pada penis laki-laki. Dalam sebuah pelajaran, pengenalan kata, Sang guru yang ingin mengenalkan arti kata burung adalah makhluk hidup yang mempunyai sayap, dapat terbang bla bla bla… meminta murid-muridnya menunjukkan “burung”.. Karena sejak kecil, seorang ABK, diberi pemahaman “penisnya” bernama burung, maka ia yang segera membuka celananya dan mempertontonkan penisnya..
Selain itu.. nilai-nilai moral juga harus disampaikan bersamaan dengan materi ini. Misalnya saja :
untuk seorang anak perempuan : diajarkan untuk duduk yang baik didepan umum, menggunakan pakaian yang menutup bagian tubuhnya yang dapat memancing keinginan sex dari lawan jenis, bertingkah laku yang sopan dan tidak menarik perhatian berlebihan, cara berbicara yang sopan, bertindak tegas jika menghadapi orang-orang yang bersikap kurang ajar dsbnya.
untuk seorang anak laki-laki : diajarkan untuk menahan diri, tidur selalu dengan tangan diatas selimut, tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat (terutama pakaian dalam), tidak terlalu lelah, membersihkan bekas-bekas mimpi basah, menghindari hal-hal yang dapat memicu naiknya keinginan sex dsbnya.
WET DREAM.. jangan dipandang sebagai hal yang tidak baik. Ini proses alamiah yang dilalui para ABK laki-laki sama halnya dengan menstruasi yang secara alamiah diterima setiap bulan pada anak perempuan. Kita semua tidak dapat mengkontrol mendapatkan atau tidak. Berbeda dengan Masturbasi.., ini kejadian yang dapat kita kontrol, artinya saat melakukannya ABK melakukan dengan kesadaran.. dan keinginan untuk merasakan kenikmatan sex. Disinilah peranan pendidik untuk mengarahkan para ABK mengkontrol dirinya, menahan dirinya tidak melakukan masturbasi.
Jelas.. dalam bab yang ini.. peranan orang tua, dan pendidikan dari rumah.. sangat-sangat dibutuhkan. Karena itu sebagai orang tua, kita tidak boleh “mematahkan” keingin tahuan ABK dengan tidak memberika pendidikan SEX yang tepat pada mereka
(sementara saya mohon pamit… mau ngerjakan PR.. he he he…)
II Materi “kuliah” : Etika Hidup
III. Materi “kuliah” :Latihan Fisik, Permainan dan Olahraga + Pijat Alami



















































very nice post dude! great website… will be back soon!
Thx so much.. for you appreciation… I know.. we can learn from each other.. and be better everyday..