Ibu Dewi, Inspirasiku
June 24, 2010 by: yanti
Beberapa orang wanita yang sangat kukagumi.. diantaranya Ibu Dewi Yull.
Sejak kulihat film pertama beliau “GADIS”.. puluhan tahun yang lalu saya sudah jatuh hati padanya. Sikapnya yang sangat santun, gak neko-neko, untuk artis sekaliber beliau.. membuat hati ini luluh. Memang perjalanan beliau tak selalu mulus. Ada berita miring yang sempat terdengar. Yah.. buatku itu justru menunjukkan bahwa beliau sama dengan kita semua.. sesama makhluk Allah yang harus mengalami ujian-ujian.. Makin bertambahnya usia beliau, makin banyak ujian yang harus dihadapi, saya melihat beliau makin matang.. makin menujukkan jati dirinya.. Subhanallah. Belajar melalui beliau.. bukan belajar teori dan khutbah yang panjang.. tapi langsung pada praktek.. keseharian manusia pada umumnya.
Kehadiran Aini dalam hidupku, makin membuatku.. lebih kagum pada beliau.. Ia salah satu contoh wanita tertangguh yang kutahu, dalam merawat dan membesarkan 2 anak berkebutuhan khusus, diantara putra-putrinya yang lainnya. Ya..Saya banyak belajar dari beliau.. untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Untuk selalu berusaha tawaqal terhadap semua ketentuanNYA… Kalimatnya yang selalu kukenang sbb
“Ketika putra ketigaku lahir, dan kutahu ia pun tuna rungu sebagaimana putri sulungku, saya menjadi marah. Saya bertanya kepada Allah “YA Allah.. apakah tak cukup satu anak tuna runggu yang KAU percayakan padaku?”. Dalam kemarahan, saya mencoba mencari jawaban itu, melalui Al-Qur’an. Setelah sholat tahajud, sayapun berdoa dan membaca acak ayat di dalamnya. (Beliau menimpali dengan, saya pernah mendengar, bahwa Allah akan menjawab langsung setiap pertanyaan hambaNYA dengan jalan demikian) Subhanallah yang terbaca dari sedemikan banyak ayat yang ada disana adalah
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing … Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (Al Qur’an, 55:19-20,22)
Saat itu sayapun tersungkur, dan berjanji untuk tak lagi mempertanyakan apapun yang DIA berikan dalam hidupku”
Subhanallah walaa illaa ha illallah
Kalimat-kalimat itu memang terasa sangat menyentuhku. Betul apa yang beliau sampaikan, sebagai manusia, kita memang tak kan pernah “mampu” tahu apa yang sedang DIA rencanakan dalam hidup ini. Disisi lain, jangankan untuk berusaha memahami, banyak reaksi spontan dan negatif yang begitu saja kulakukan ketika menghadapi. Padahal benar kata beliau, sesungguhnya hanya keikhlasan dan ketawaqalan yang dapat kita kerjakan. Yang lain tidak.. semuanya diluar kontrol dan milik kita.
Saya memang harus banyak dan banyak lagi belajar.. tentang keikhlasan, tentang kesabaran.. tentang menahan diri.. tentang.. baaaannnnyyyaaak hal.Semoga Allah memberiku banyak kesempatan untuk mempelajarinya, memperbaiki diriku dan keluargaku. Amin
Berharap kelak.. Ainipun akan bersinar.. dengan cahayaNYA.. sebagaimana Giska telah banyak bercahaya dan berarti bagi banyak orang.. Berharap.. Ainipun tetap akan banyak berarti bagi umat manusia, walaupun telah tiada. Sebagaimana Giska.. yang tetap menjadi inspirasi dan semangat juang.. walaupun telah berpulang. (Kabulkan Ya Allah… Hanya kepadaMU ku serahkan segalanya)
Kusadari juga.. untuk hal-hal yang demikian itu, tak lagi butuh banyak buku dan keilmuan.. tak lagi banyak.. ustadz dan ustadzah yang harus kudatangi. Tapi.. diam.. berpasrah.. banyak “berdua” dengan sang Khalik.. mencari damai dan hangatnya kalbu di malam hening. Berpasrah tunduk hanya kepadaNYA.. (Sami’na wa Atho’na) Its time to practice..
Al Quran : (13) Ar Ra’d : Ayat 28
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. 13:28)
Al Quran : (20) Thaahaa : Ayat 130
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang (QS. 20:130)
In memoriam..to Giska.. Putri pertama ibu Dewi Yull yang telah berpulang ke haribaan Allah swt.. karena sakit meningitis. Semoga dilapangkan kuburnya.. diterima amalannya.. dan.. Semoga.. kelak, ia akan menyambut sang bunda.. ibu Dewi Yull, dipintu surga.. dengan penuh kerinduan pada sang bunda. Dan semoga ibu Dewi.. selalu dijaga Allah untuk tetap berusaha menjadi insan mulia. Amin


















































