Liburan kali ini.., kami punya program.. “Fotografi”
Hmm.. ini karena kami melihat Aini makin serius dan pahami “pemainan” fotografinya.. Ya.. hasil bidikannya makin berarti, dia gak lagi asal jepret.. tapi mulai selektif. Dan.. satu hal lagi.. gak mau lagi diminta untuk mengabadikan sesuatu.. (keluar deh.. feeling senimannya… nunggu “mood” he he he)
Sasaran yang dipilih. TMII (Taman Mini Indonesia Indah)
Kenapa?
Karena Taman Mini Luaaasss.. banyak obyek yang bisa dijadikan sasaran bidik. Sekalian akan lebih mengenalkan anak-anak “cinta Indonesia” he he he… Nasionalis banget ya….
Jadilah.. hari minggu kemarin kami jalan kesana…
Baru saja masuk gerbang TMII, sang putra.. memasukkan agenda.. “Keong Mas” dengan theater Imaxnya..Ya deh.. kamipun menuju kesana.. Oala.. film yang diputar.. “JORNEY TO MECCA”.. Gak direncana dan gak diduga.. 1 jam.. kami menikmati pertunjukkan yang luar biasa.. dari kisah Ibnu Batuta.. Subhanallah Dengan bantunan teknologi yang canggih.., kami terbawa sedemikian dalam, seolah berada dalam kisah tersebut. Beberapa kali hati ini bergetar hebat dan airmata mengalir,.. ketika kerinduanku pada KA’BAH menyelimuti… Ya Allah.. ijinkan.. kami bersujud dalam lindunganMU.
Saya sempat perhatikan expressi anak-anakku.. sang putra, terlihat begitu terbawa.. sama sepertiku.. putri sulungpun menikmati dan.. subhanallah.. ini adalah film bioskop kedua bagi Aini. Pertama, saya membawanya menonton “car” beberapa tahun yang lalu.. saat itu dia masih gelisah.. dan tak bertahan hingga akhir pertunjukkan. Reaksinya alhamdulillah… sungguh menyenangkan.. Aini mulai menyukai kegelapan, suara keras dan gambar-gambar yang cukup mengagetkan… Ah ya… Aini sudah bertahan dikursinya.. hingga akhir pertunjukkan. Sesekali memang Aini meraih tangganku dan memeluknya keras-keras.. ketika suara terdengar cukup keras.. setelah adegan ini berlalu.. iapun kelihatan kembali santai… Alhamdulillah… Ini penting buatku.., pertanda Aini makin mampu menguasai diri..
Keluar dari Keong Emas.., Makan….
Gelar tikar di pinggir danau.. buka bekal… Nikmaaat… Alhamdulillah.
Memang sekali-kali anak-anak sebaiknya diajak untuk menikmati suasana yang “ala kadar”nya ya… belajar dari pengalaman ini, saya berkesimpulan Jalan ke Mall atau tempat-tempat yang meriah.. tidak cukup mendidik, malah menjadikan anak-anak konsumtif.. (diiihhh… telat ya… orang juga udah pada tahu…)
Kenyang.. jalan kaki dari satu ajungan ke ajungan pun mulai dilakukan..
Sayangnya.. gak semua ajungan buka ya… Banyak yang hanya dimasukki halaman luarnya saja, berputar-putar dihalaman luar.. tidak mengenali adat istiadat setiap anjungan. Dan sebagian juga tak terawat dengan baik. Tanaman pada mati, debu, kolam tak ada air.. dsbnya.
Jujur, saya berpikiran, jika saja.. TMII dapat dikelola dengan lebih baik (saya jadi ingat dengan almarhumah ibu Tien Suharto, sebagai penggagas TMII, Terima kasih ya bu.., apapun kata orang, TMII adalah sebuah contoh nyata, engkaupun punya hati mulia) pasti luar biasa.. Mungkin untuk skala International bisa disejajarkan dengan taman miniatur kota Ansterdam, di Belanda sono ya…. (Amin.. Insya Allah)
Gak puas sebenarnya ketika kami pulang.., masih terlalu sedikit yang sempat dikunjungi dan dilihat… dari 33 propinsi, kami hanya sempat memasuki 5 anjungan.. Udah cuuaaappeeekk berat. Insya Allah.. TMII kami akan datang lagi…
Oya..Ini sebagian hasil bidikan Aini disana…













wah, indah nian bunda

sayang saya pulang kampung gak bawa kamera yg mendukung
buat foto2 pemandangan alam
achoey´s last blog ..Hakikat Kita