Masa Depan Anak-anak Berkebutuhan Khusus
August 19, 2009 by: yantiKadang saya suka gregetan…
Selalu saja ada ortu-ortu yang gak “mijak bumi”..
(aduuuhhh jangan-jangan saya juga termasuk yaaaaa)
Ortu-ortu yang sibuk dengan khayalan dan harapan..
Yang entah sudah menembus langit keberapa…
Tanpa melihat buah hatinya…
Sukakah ia…
mampukah ia…
Didunia anakku tersayang..
Dunia anak-anak berkebutuhan khusus
Hal ini sudah seperti sandiwara yang tak berujung…
Ada seorang anak laki-laki 15 tahun.
Tinggi, besar, cakep.. fisik tak kurang apapun..
Jangankan baca tulis…
Pakai baju, BAB dan BAK saja masih harus selalu dibantu.
But…
Sang Ibu sang Ayah…
Alih-alih.. mengajarkan bagaimana mengurus diri…
Sudah membuatkan perusahaan… untuknya mengais rejeki.
jujur…Si anak.. tidak sendiri.. masih banyak teman-temannya senasib..
Masyarakat.. masih saja membuat penilaian..
anak-anak yang “benar” adalah anak-anak yang bersekolah setiap hari..
memakai seragam.. menuju sebuah tempat belajar..tak pernah tinggal kelas.
Ini membuat para ortu makin tertekan jika buah hatinya tak kunjung bisa sekolah.
Yah….
Saya terus terang sangat setuju dengan (boleh di klik di sini) prinsip ibu dyah puspita…
Masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.. tak bisa mengacu pada anak-anak normal.
Mereka sangat unik.
Yang paling penting dan utama adalah menjadikan mereka manusia mandiri bukan “menyekolahkan mereka” Sekolah hanya salah satu sarana dari kemandirian.. bagian dari upaya mempersiapkan Masa depan anak-anak berkebutuhan khusus
Kemandirian itu beragam.
Dari yang hanya… mampu melakukan keseharian mandiri..
hingga yang mampu berdiri sendiri.. berusaha dengan kemampuan sendiri.. menghidupi diri.
Jadi…
Apa.. artinya gelar.. sarjana… jika menjadi penangguran…
Apa artinya memiliki harta warisan berlimpah jika tak mampu mengelola dengan baik.
So…
Untuk Anak-anak berkebutuhan khusus. saya berharap akan lebih banyak lagi orang tua, pendidik, pemerhati, para pemilik sekolah dan kursus-an.. untuk ikut memikirkan mereka.. mengarahkan mereka agar kelak.. meraka juga akan menjadi komponen bangsa yang produktif. Dengan sungguh-sungguh memberi kesempatan mereka berkarya sesuai apa yang mereka mampu.. yang mereka minati. Tak lagi sibuk dengan impian dan khayalan yang belum tentu tepat untuk mereka.





sepertinya tidak hanya terjadi pada anak2 berkebutuhan khusus mba,,
hampir kebanyakan anak2 mengalami hal yang sama.. dimana kedua orang tuanya sudah merencanakan masa depan mereka tanpa perlu repot2 bertanya apa yang sebenarnya diinginkan si anak…
padahal ini hanya akan menyia2kan bakat terpendam siy anak itu sendiri…
rayya´s last blog ..5000 dipenghujung bulan Sya’ban 
Sebagaimana kata Rendra, kesabaran adalah bumi. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus memang merupakan ajang untuk menguji tingkat kesabaran orang tuanya. Semoga Mbak berhasil dalam ujian itu.
racheedus´s last blog ..Sumbangan dan Sindikat Koruptor
mereka bener2 ibu yg luar biasa,,, saya kagum dgn semangat ibu dari anak2 berkebutuhan khusus…