Masa sulit di “Parenting day”

June 23, 2010 by: yanti

Jadi orang tua… menurutku masa terberat dan tersulitnya adalah :  “Ketika ia tahu, anaknya melakukan hal-hal yang kurang tepat dan mungkin saja akan berdampak tak baik bagi sang anak. Tapi.. ia harus diam.. hanya bisa mengawasi, mengingatkan dan berdoa untuknya. Karena ia tahu.. bahwa ada kalanya sebagai “calon manusia”, sang anak membutuhkan hal-hal tersebut dihari-harinya. Agar ia menjadi manusia yang tangguh, yang siap menghadapi level kesulitan berikutnya”

Pada umumnya, orang tua akan segera mengambil tindakan, ketika menyadari anaknya akan melakukan hal-hal tak baik tersebut. Baik dengan sikap, dengan kata-kata ataubahkan dengan kemampuan materinya. Sebenarnya.. hal ini bisa saja justru berdampak negatif pada sang anak.

Hmmmm…

Contoh saja.. sekarang.. sedang serius-seriusnya para orang tua mencari sekolah untuk putra-putrinya. Dari tingkatan terendah, Play Group.. hingga jenjang Universitas. Mana ada.. orang tua yang ingin anaknya diterima disekolahan tak berkualitas (eh.. apa benar ada ya, sekolahan tak berkualitas itu??) Syukur-syukur jika bisa mendapatkan sekolah favorit. Katanya “masa depan” (red : pijakan ke sekolah berikutnya) lebih menjanjikan (ehm.. ehmmm) dan tentu saja.. “gengsinya itu loooo….” Pasti akan membuat dada para orang tua akan berkembang kempis.. jika tersiar berita anaknya diterima di sekolah A..

Sebelum pengumuman.. sudah banyak orang tua yang mencoba untuk “kasak-kusuk”.. mencari celah-celah untuk masuk sekolah lewat “jalur istimewa”. Setelah pengumuman, telinga dipasang lebar-lebar.. komunikasi makin sering dan akrab dilakukan.. berharap apapun yang tertulis dipapan pengumuman.. masih bisa dirubah melalui “upaya khusus”.

Hmmm….

Kadang orang tua lupa.. pengumuman.. memang hanya sekedar tulisan nama-nama siswa/i yang berkesempatan diterima. Dibalik papan.. itu yang terpenting. Menggambarkan gigihnya perjuangan siswa sebelum pengumuman..  menunjukkan kwalitas dan kuantitas siswa. Satu hal lagi.. sebuah persiapan.. untuk menghadapi proses pembelajaran kehidupan berikutnya.

Orang tua tak punya hak dan kewenangan, ketika proses telah berjalan. Hari-hari berikutnya dan sebelumnya adalah bagian dari proses pendewasaan dari pembelajaran. Seperti halnya, ketika mereka masih kecil.. tertatih tatih berusaha untuk bisa berjalan. Kadang mereka akan terjatuh, terguling bahkan terjerembab. Ada yang meninggalkan bekas, luka di bagian tubuh. Tetapi semua itu harus dihadapi dan dikerjakan. Tak bisa kita mengatakan “sudahlah nak, tak usah belajar jalan, ibu gendong saja engkau. ibu antarkan kemana saja engkau mau. Ibu ambilkan apapun yang engkau kehendaki” Bahkan ketika sang anak adalah bagian dari anak-anak berkebutuhan khusus. Yang tak memiliki kaki untuk melangkah, yang tak memiliki mata untuk melihat, yang tak memiliki tangan untuk berpegangan. Semua orang tua harus ikhlas.. membiarkan sang anak berusaha untuk bisa berjalan.

Makin besar sang anak, makin besar masa sulit ini harus dihadapi. Saya makin renta.. tak bisa lagi mengandalkan fisikku untuk menjaga mereka. Tak bisa lagi menjaga pandanganku untuk mereka, karena jarak langkah dan aktifitas mereka makin jauh dari jangkauanku. Merekapun kini memiliki pandangan hidup sendiri, yang seringkali tak lagi mampu kupahami dengan keterbatasanku pemikiranku sebagai “orang kuno”. Merekapun akan memiliki banyak orang-orang baru, yang memberikan banyak kontribusi pada kehidupan mereka. Yang sudah bukan lagi jadi bagian kehidupanku.

Itulah.. sebabnya kukatakan ini bagian yang tersulit yang harus kuhadapi… Menahan mulutku.. untuk tak berkomentar berlebihan.. (ucapan ibu bagaikan doa yang selalu akan didengarNYA) menahan langkahku untuk tak berlari menahan langkahnya. Menahan tanganku untuk tak segera menggamitnya berjalan bersamaku lagi. Walaupun mata hati ini selalu tertuju padanya. Walaupun hati ini berdebar sangat kencang. Saya harus tetap melantunkan doaku.. memohon pada Yang Kuasa. Untuk selalu sayangi anak-anakku.. Menjaga mereka untuk tetap ada dijalanNYA. Membiarkan mereka berusaha keras, menjadi insan mulia. Mencoba mengikhlaskan diri.. Percaya bahwa Allah lebih sayang kepada mereka daripada sayangku kepada anak-anakku.

(Berharap.. kita semua bisa menjadi orang tua yang baik)

Related Posts with Thumbnails

Trackbacks

Leave a Reply