Me-Time
January 30, 2010 by: yantiSaya sangat merindukan…
Rasa ini timbul tanpa dapat saya tahan, Ketika….. kesibukan menjadi demikian padat, ketika.. target harus segera direalisasikan.. Kehidupan bergulir dengan sangat cepat… (hick hick… srroootttt… *ambil tisue lagi )
Me-Time…
Saat dimana.. hanya ada saya.. saya.. dan saya… (kedengarannya cukup egois ya…??? he he he). Disana saya dapat kembali mengenali “diri”.. menelaah diri.. yang telah banyak “terkontaminasi” oleh.. arus kehidupan.. tanpa terasa.. seringkali.. saya hanyut dalam aliran yang tak sejalan dengan hati nurani.. tuntutan pergaulan.. tututan perut.. tuntutan eksistensi diri… mulainya.. hanya “sekedar ikut” atau “ingin tahu”.. tiba-tiba saja.. arus kehidupan telah menarik diri, terbawa naik turun. Merasakan kepalsuan… berperang dalam hati nurani.
Me-Time…
Memberiku kesempatan untuk menganalisa.. apa yang telah saya lakukan.. apa yang sedang saya kerjakan dan apa yang ingin saya capai dimasa depan… Banyak orang terlibat dalam kehidupanku.. sebagian memberikan nasehat dan mengarahkanku.. Tapi.. saya tak mampu memutuskan apa yang terbaik untukku.. apa yang sungguh-sungguh saya inginkan.. jika saya tak mempunyai me-time.
Me-Time..
Sering terkalahkan oleh rasa capai.. atau rasa.. “ahhh.. ada yang lebih penting”..
Menurutku kita semua butuh Me-Time..
Waktu “leyeh-leyeh”… waktu bermain dengan imajinasi..
Mana ada “Creator”.. yang tak melewatkan “berkhayal” sebelum berimajinasi.
Mana ada Direktur yang tak perlu “Me-time” ketika akan expandkan perusahaannya…
Meee—-time.. I need…. You





