Menyusui Bayi Spesial

August 24, 2009 by: yanti

Dari Majalah Ayah Bunda no 17, edisi 24 agustus – 06 september 2009, saya melihat sebuah artikel menarik. Artikel ini tentang Upaya memberikan ASI pada anak-anak berkebutuhan khusus. Sayangnya hanya dibahas 3 kondisi yaitu :Anak penyandang Celebral Palsy, Anak Penyadang Down Syndrome dan anak penyandang bibir sumbing. Penulisnya (Ibu/ Bapak yaaa.. saya kurang paham memamanggil beliau dengan sebutan apa) Bonny D. Hall, dengan berkonsultasi kepada Dr Elizabeth Yohmi, SPA, IBCLC, Rs ST Carolus Jakarta.

Untuk lengkapnya.. saya coba tuliskan kembali disini, semoga bermanfaat.

Menyusi Bayi

Spesial

Bayi berkekurangan fisik butuh teknik khusus agar mendapat ASI Eksklusif

Bayi-bayi dengan “Down Syndrom”, “Cerebral Palsy” dan “BIbir Sumbing” akan meraih manfaat ASi yang lebih besar dibandingkan bayi normal. Nutrisi ASI yang sempurna bagi kekebalan tubuh, membuat bayi-bayi itu tetap sehat, berat badan bertambah, sehingga kuat ketika harus menjalani operasi, pengobatan atau terapi. ASI yang mudah dicerna juga baik bagi organ tubuh mereka yang bermasalah.

Bagi bunda, menyusui akan melepaskan hormon-hormon yang menerbitkan perasaan relaks dan percaya diri. Sebuah kekuatan yang dibutuhkan untuk merawat bayinya yang spesial. Tantangan yang kerap dialami saat menyusui bayi tak normal adalah ia “menolak” menyusu akibat hambatan fisiknya. Jangan menyerah. Berikan ASI perah dan jangan perkenalkan mereka pada dot atau empeng, sebab kebanyakan dari mereka akan mengalami bingung puting -menolak puting iibu akibat terbiasa menghisap dot atau empeng.

Cerebral Palsy (CP)

Kondisi Tubuh lemas (floopy), kejang/kaku dianggota tubuh tertentu. Jika digendong, bayi akan melentingkan tubuh ke belakang atau memanjangkan tangan dan kaki. Beberapa bayi akan merasa sakit ketika disentuh akibat syaraf sensori yang tidak normal. Refleks menghisap lemah, memiliki problem menelan, sebagian bayi tak dapat menutup mulutnya.
Efek pada menyusui
Gangguan pada kontrol rahang sehingga menghambat kemampuan menghisap, menelan, dan menutup mulut.
Mengatasinya
1. ASI diperah, diberikan pada bayi dengan menggunakan sonde
2. ASI diperah, diberikan pada bayi dengan disuapi memakai sendok atau pipet.
Menfaat plus ASI Sebagai sumber nutrisi dan kekebalan tubuh yang membuat si kecil tetap sehat, berat badan bertambah, sehingga kuat ketika harus mengalami operasi atau terapi.
Catatan Jika bayi tidak kesakitan ketika disentuh, ganti kontak fisik yang tidak didapatnya dari menyusui dengan sering menyentuh, membelai atau memeluknya.

Down Sindrome

Kondisi Lidah terjulur, sering mengantuk, otot-otot tubuh lemah.
Efek pada menyusuiDaya hisap kurang, bayi mudah tertidur dan tersedak
Mengatasinya
1. Jika bayi sulit menelan, atau atau sering tersedak saat menyusu, posisikan leher dan tenggorokkannya lebih tinggi dari puting.
2. Usahakan bayi tetap terjaga saat menyusu. Susui ia setelah betul-betul bangun. Tahan minatnya dengan menyusui sambil bersenandung, bercakap-cakap atau menyentuhnya.
3. Perhatikan posisinya, saat menyusui, tinggikan tubuh bayi kedekat payudara. Telinga, bahu dan paha bayi sejajar. Gunakan tambahan bantal untul menahan tubuhnya
Menfaat plus ASI
1. Aktifitas ibu saat menyusui, yaitu bersenandung, bercakap-cakap, dan menyentuh, memberi bayi ekstra simulasi.
2. Melindungi bayi dari penyakit infeksi dan gangguan pencernaan.
3. Menyusui melatih koordinasi mulut dengan lidah sehingga menjadi semacam terapi bagi perkembangannya.
4. Menguatkan bonding ibu dengan bayi, sehingga ibu lebih bisa menerima kondisi bayi.
5. Deteksi dini gangguan pendengaran dengan memanggil nama bayi saat menyusui.

dansser

gambar : Posisi Dancer Hold

Posisi Dancer Hold, dilakukan jika ototnya lemah sehingga perlekatan menyusui menjadi sulit, gunakan bantal sebagai penyangga posisi bayi. Gunakan tangan yang bebas untuk “membungkus” payudara yang sedang disusui. Posisi ibu jari, di sisi atas payudara, telapak tangan dibawah, jari telunjuk menunjuk keluar, 3 jari yang lain di sisi lain payudara. Peluk bayi dengan tangan anda. Jika menyusui dengan payudara kiri, peluk bayi dengan tangan kiri, dan sebaliknya. Jika otot-otot bayi terlalu lemah sehingga sulit menyusu, sangga dagu dan rahang bawah bayi. Gunakan jari-jari tangan anda. Kekuatan otot bayi akan berkembang seiring bertambahnya usia, lama-lama ia bisa menyusui tanpa dukungan posisi itu.

Bibir Sumbing

Kondisi
Bentuk bibir sumbing dan atau langit-langit rongga mulut terbelah
Efek Menyusui
1. Bentuk bibir sumbing menciptakan rongga kosong diantara rongga mulut yang mengganggu fungsi bibir, yaitu sulit melekat di payudara ibu dan sulit mengisap ASI. Tingkat keparahan akan mempengaruhi apakah bayi masih bisa belajar menyusui atau tidak.
2. Bayi dengan langit-langit terbelah kecil masih bisa menyusu. Tapi jika belahannya besar, ia akan sulit menghisap dengan lidah dan tidak bisa menjaga puting tetap berada di rongga mulut. Akibatnya ASI akan mengalir keluar, masuk ke hidung dan telinga. Dalam kondisi ini, bayi tidak disarankan untuk menyusu langsung kepada ibu.
Mengatasinya
1. Jika bayi tidak bisa menyusu, perah ASI dan berikan dengan menggunakan sendok.
2. Jika bibir yang sumbing tidak parah, susui bayi. Masukkan satu jari ibu untuk menutup rongga di mulut bayi, agar rongga itu “terisi” dan bayi bisa mengisap normal.
3. Beberapa ibu dapat menyusi bayinya dengan menyangga payudara ke mulut bayinya dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk sehingga puting ibu tegak dan sebagian besar aerola masuk ke mulut bayi untuk menutupi celah bibir dan langit-langit.
4. Susui bayi dengan posisi “football hold” . Yaitu ibu duduk tegak, “jepit” tubuh bayi diantara tangan dan pinggang ibu, tahan kepalanya dengan tangan, dekatkan mulutnya ke payudara.
5. Oprasi bibir sumbing dan atau langit-langit terbelah dapat dilakukan sedini mungkin untuk mengembalikan kemampuan makan dan minum bayi.
footballhold

Gambar : Menyusui posisi Football hold

Diambil dari : http://64.143.176.9/library/healthguide/en-us/support/topic.asp?hwid=zm2585
Nilai plus ASI
1. Aktifitas ibu saat menyusi, bersenandung atau bercakap-cakap dan menyentuh bayi memberi bayi ekstra stimulasi.
2. Menyusui menguatkan bonding ibu dang bayi sehingga ibu lebih dapat menerima kondisi bayinya.


Related Posts with Thumbnails

Comments

4 Responses to “Menyusui Bayi Spesial”
  1. Wandi thok says:

    Sukron atas infonya mbak. Ane suka pic nya tuh :lol: (Kalo ditutupin keknya lebih bagus deh) :roll: ^O^
    .-= Wandi thok´s last blog ..Puasa Ngeblog =-.

    Ah… si abang.. jangan lihat gambarnya aja… baca juga tulisannya.. disitu ada panduan untuk menyusui yang benar.. jadi gambar itu bagian dari “pendidikan” bagaimana menyusui yang benar…
    duuuhhh…. beda emang yaaa… kalau bicara dengan kaum ikhwan.. dan bicara dengan kaum akhwat.. padahal ini untuk mereka berdua juaaa.. untuk memberikan bekal saat menanggung amanah mendidik generasi berikutnyaaa…
    addduuuuhhhh

  2. aya says:

    kalau untuk bayi yang normal………………..?????

  3. Ooh shoot i just wrote a large comment and as soon as i strike reply it came up blank! Please inform me it worked right? I dont want to upload it again if i don’t have to! Either the blog glitced out or i am an idiot, the second option doesnt surprise me lol. many thanks for a great blog!

  4. I am pleased I discovered this blog, I couldnt discover any info on this subject matter earlier to. I also operate a website and if you want to actually serious in a little little bit of guest writing for me if feasible feel free to allow me know, i’m always appear for people to take a look at my website. Please stop by and leave a comment sometime!

Trackbacks

Leave a Reply