Munajat Kepada Allah

August 24, 2009 by: yanti

Dalam heningnya malam.. diawal ramadhan tahun ini..

sebuah kilasan.. kejadian masa lalu.. terpampang.. hadir dalam angganku..

Menyentakkan hebat jiwa ini… mengingatkan akan..

Ya Allah…

Ada sebuah masa dalam hidupku

Ketika ku sangat ingin mencintaiMU

Bersemangat lembar demi lembar dari berbagai macam buku kubaca dan pelajari

Untai demi untai kata para ustadz kuresapi

Tentang cinta para Nabi

Tentang kasih para sahabat.

Tentang mahabbah para perinduMU

Tentang kerinduan pada syuhada.

Lalu kutanamkan di jiwa…. dalam…. dalam…

Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang tinggiiii…. bersama awan

Tapi Ya Rabbi… kilasan lain.. segera mendera.. aku juga tersadarkan

Ada masa-masa yang penuh gejolak dan kegelisahan kembali menghadang..

selewat.. masa penuh madu.. sebelumnya..

Saat itu… aku  kembali mengambang..

Melayang layang terbawa keraguan… dan

Harapan akan kemilau dunia…

Detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan menjelang tahun…

Ku berada dalam ketak pastian…

Hingga.. sebuah teguran.. menerpaku…

Membuatku tersadar akan kelalaian…

Aku kembali mencoba merangkak.. menggapai- gapai muka bumi

Mencoba tegakkan jiwa ini.. kembali menghadap MU..

Memberanikan diri untuk meratap, memohon dengan penuh rasa hina dihadapanMU

Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, perkenankanlah aku mencintaiMU.. semampuku..

Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabbii, perkenankanlah aku mencintaiMU.. sebisaku

Dengan segala daya yang mampu kulakukan hanya untukMU

Ya Ilaahi

Aku memang belum sanggup mencintaiMU dengan kesabaran menanggung derita

Sebagaimana Nabi Ayyub, Nabi Musa, Nabi Isa…

Karena itu ijinkan aku memohon akan cintaMU.

Dalam keluh kesah pengaduanku padaMU

Atas derita batin dan jasadku..

Atas sakit dan ketakutanku..

Ya Rabbiii

Aku memang belum sanggup mencintaiMU seperti Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh hartanya..

Aku juga belum sanggup menyerahkan separuh harta demi Jihad, sebagaimana yang dilakukan Umar

Dan..aku juga belum sanggup menyerahkan 1.000 ekor kuda untuk syiar DienMU, sebagaimana Ustman

Akupun hanya dapat terus menerus memohon.. kesempatan mencintaiMU, melalui seratus-dua ratus rupiah yang terulur pada tangan-tangan kecil, pada wanita-wanita tua, pada laki-laki cacat yang menadahkan tangan di sudut-sudut kota

Atau jika Engkau mau menerima.. , saya bermohon atas keikhlasan.. yang terbawa di dalam hantaran makanan sederhana kepada handai taulan.

Ya Ilaahi,

aku memang belum sanggup mencintaiMu dengan cara khusyuknya sholat salah seorang sahabat NabiMu,.. yang dalam kekhusyukannya.. ia tak lagi merasakan panah musuh dicabut dari tubuhnya..

Aku hanya menghiba kasihMu.. dalam sholatku yang terbata-bata.. dalam ketergesaan untuk menyelesaikan kewajibanku yang lain.. sebagai perempuan, sebagai ibu, sebagai istri, sebagai anak… Itupun.. masih saja kutimpa dengan ingatan yang melayang-layang entah kemana…

Robbii, saya memang belum dapat beribadah seindah ibadah pada sufi dan rahib.. yang membaktikan hampir seluruh malamnya untuk berdua denganMU..

Ya… Aku hanya mampu mempersembahkan roka’at-rokaat singkat di sholat lailku..untuk mengharapkan RahmatMU.. diantara desah napas kepasrahan tidurku..

Ya Allah.. Yaa Rahmaan..

Aku belum sanggup mencintaiMU bagaikan para Al Hafidz dan Al Hafidzah.. yang melalui putaran malam dengan menyenandungkan Kalam-KalamMU..

Aku hanya mempersembahkan satu dua lembaran tilawah harian.. dan hafalan ayat yang hanya berbilang satu atau dua, dengan tundukan malu… merasa betapa tak pantasnya diri ini dihadapanMU.

Yaa Rahiim

Aku belumlah setegar Sumayah, seorang muslimah sejati yang melaksanakan  jihad kali pertama.., ia rela mengorbankan nyawanya.. dengan tusukan tombak menghujam diperutnya hingga tembus kebelakang.. hanya agar tetap dapat tegak berdiri dalam aqidahnya kepadaMU.. demi tegaknya DienMu dimuka bumi.

Aku hanya mampu berdakwah.. dalam dakwah yang seringkali tak mampu lantang… ataupun sering memilih diam karena khawatir  kehilangan duniaku..

Aku menghiba keridhoanMU.. atas cintaMu untuk upayaku yang hanya setitik… mencoba mendidik generasi baru.. generasi Qur’ani.. Walaupun.. aku sangatlah tahu, hal ini belumlah pantas.. disandingkan dengan wujud cinta Nabi Ibrahim yang sanggup dan rela tinggalkan putra bersama istrinya di padang tandus.. atau dengan kepatuhan beliau mengorbankan pemuda.. yang ia sangat cintai dan harap-harapkan dalam pengurbanan suci..

Ya Allah… Ya Rabbiii

Dengan segala apa yang baru bisa kucapai.. ijinkan airmata ini mengalir… memohon kasihMU.. memohon tatapanMU.. memohon uluran tanganMU.. memberiku kesempatan untuk tetap berdiri dan tertatih-tatih.. berusaha untuk menjadi makin baik dan bermakna dihadapanMU dari hari ke hari…

Ijinkan..Ya Allah… diakhir perjalanan hidupku nanti.. aku dapat menghadapMu dengan tanpa rasa malu.. tanpa rasa hina.. tanpa rasa tak berarti..

Ijinkan Ya Allah.. kerinduan.. akan diriMU.. yang akan membawaku melewati gerbang perpisahan dengan dunia..

Sedemikian penuh dan mendalamnya rasa itu.. sehingga… hanya kebahagiaan membuncah yang akan mengiringi langkahku menghadapMU

Ijinkan aku ya Allah… berkali-kali aku mendesahkan kata-kata itu.. bebarengan dengan mohon ampunku atas segala apa perintahMU yang belum-belum juga mampu aku lakukan.. dan laranganMu yang masih-masih saja aku langgar..

Ya Allah…Tanpa ijinMu.. tak kan pernah ada seorang atau sesuatupun terwujud…

Dan ijinkan sekali lagi aku memohon.. Ramadhan kali ini.. akan menjadi Ramadhan yang indah.. untuk melengkapi perjalananku.. mencari keridhoanMU

(Terinspirasi dari  “Mutiara Amaly”  volume 64)

Related Posts with Thumbnails

Comments

14 Responses to “Munajat Kepada Allah”
  1. kawanlama95 says:

    ya di bulan yang baik ini memang sudah sepatutnya kita berdoa atau bermunajat kepada Allah. Semoga curhat dan doa kita dikabulkan Allah, amien
    .-= kawanlama95´s last blog ..Manfaat Teh hijau , Bagus untuk berbuka puasa =-.

  2. elmoudy says:

    Curahan hati yang dalam… seolah Allah ada di depan kita n begitu intim menatap lembut diri kita yg hina.

    saat begitu dekat dengan Allah… rasa diri bukanlah apa-apa. Hanya Dia yang Hidup,, sedangkan diri ini sebutir debu yang layak dihempas kemana pun.

    met puaza moga Allah memaafkan ketidakberdayaan kita

  3. Omiyan says:

    Semoga Bulan ini menjadikan Intropeksi diri apra pemimpin Islam

  4. Abula says:

    untaian kata munajat yang indah …
    begitu melunakkan hati…

    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

  5. guskar says:

    semoga kualitas puasa ramadhan tahun ini jauh lebih baik drpd tahun2 sebelumnya, dan kita akan mendapatkan predikat taqwa.
    selamat menikmati indah dan berkah ramadhan 1430 H
    .-= guskar´s last blog ..Dia Naik Haji dengan Ilmunya =-.

  6. neneksihir says:

    bergetarr baca munajatnya sist..

    Semoga ini akan menyentuh kita semua..memicu semangat.. mengobarkan asa

  7. Wandi thok says:

    Semuga do’anya terkabul mbak. :roll:
    .-= Wandi thok´s last blog ..Puasa Ngeblog =-.

    Amin.. semoga hal sama akan kau raih sahabat

  8. munajat yang dilakukan dengan tulus dan rendah hati insyaallah akan terkabulkan. semoga ramadhan tahun ini membawa banyak berkah dan maghfirah buat kita semua, amiin.
    .-= sawali tiuhusetya´s last blog ..Pakdhe Semprul dan Maut =-.

    amin…

  9. sakurata says:

    Sangat mendalam maknanya…terimakasih untuk postingan yang sangat menggugah ini.
    .-= sakurata´s last blog ..Tulisan Pertama =-.

  10. Zulhaq says:

    ya allah…
    di bulan ramadhan ini hambamu selalu memohon
    semoga kami mendapat rahmatmu dan di ampuni dosa-dosa di 10 hari pertama, engkau bebaskan dari kesengsaraan dunia akhirat dalam 10 hari kedua, dan engkau berikan kesempatan untuk bermunajat kepadamu di malam lailatul qadar dalam 10 hari terakhir….

    terimakasih dah mampir di rumah sederhana saya yang penuh dengan kekurangan, selamat menunaikan ibadah puasa :)

    Amin…
    sama-sama.. terima kasih kembali telah datang ke rumah ini lagi…
    Jazakallahu khairan katsiran sahabat… selamat puasa jugaaaaa

  11. nakjaDimande says:

    “aku hanya mampu berdakwah”… yanti, aku sama sekali tak melihat dakwah sebagai ‘hanya’
    bukankah itu tugas utama.. dan yanti telah melakukan tugas utama itu.. sedangkan aku masih sibuk dengan hal yang tak berguna..
    .-= nakjaDimande´s last blog ..dalam genggaman.. =-.

    Semoga kita semua menjadi insan mulia ya sahabat….

  12. racheedus says:

    Munajat yang indah dan menghunjam kalbu. Semoga senantiasa tak letih dan putus asa dalam menghiba cinta-Nya.

    Alhamdulillah… saya mencoba mengungkapkan apa yang ada… sekalian mewakili.. sahabat-sahabat yang memiliki perasaan yang sama…
    Insya Allah… insya Allah.. karena itu.. saya berharap kita semua tetap bersahabat, saling mengingatkan dan diingatkan disini… agar tak ada letih apalagi putus asa…. insya Allah

  13. thanks sob infonya menarik.dan salam kenal

Leave a Reply