Nikah Siri

November 8, 2008 by: yanti

baju-pengntin1Secara harfiah “sirri” itu artinya “rahasia”.  Jadi, nikah sirri adalah pernikahan yang dirahasiakandari pengetahuan orang banyak.

Sedang menikah sendiri arti dari segi bahasa adalah : Ikatan/ Simpul. Dari segi Syara’ nikah adalah : Suatu ikatan atau akad yang menghalalkan pergaulan dan pembatas hak dan kewajiban serta tolong-menolong diantara seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang bukan mahram.

Dalam menikah ada rukun-rukun yang harus dilaksanakan agar pernikahan ini dapat dinyatakan syah. Rukunnya adalah sbb:

1. Adanya seorang laki-laki sebagai mempelai pria

2. Adanya seorang perempuan sebagai mempelai wanita

3. Wali yang Adil

4. Adanya Ijab Qabul.

Dalam masyarakat sekarang ini ada beberapa keadaan yang menjadikan sebuah pernikahan dikategorikan dalam nikah siri.

1. Menikah tanpa adanya seorang wali/ rukun diatas tidak lengkap.

2. Menikah dengan telah memenuhi semua rukun menikah diatas, tetapi tidak disyahkan secara hukum negara (tidak didaftarkan ke KUA setempat)

Untuk point 1. Pada umumnya para ulama tidak memperbolehkan bahkan ada yang dengan tegas mengatakan bahwa pernikahan itu batal adanya. Menganggap bahwa pernikahan dengan kondisi seperti diatas sama halnya dengan tindakan prostitusi. (Hukum Pernikahan harus di fasakh)

Pada point ke 2, secara hukum Islam.. pernikahan ini sudah menjadi syah adanya.Tidak ada satupun Ulama yang menyatakan perkawinan ini harus dibatalkan.

Hanya saja.. sebagai seorang muslimat yang hidup dibawah naungan Negara Republik Indonesia, kita adalah warga negara dari negara ini. Ada hukum-hukum yang harus kita tepati dan jalankan. Dan akan ada sangsi dari setiap tindakan kita yang melanggar ketentuan hukum tersebut diatas.  Dengan menikah secara siri, Hukum Negara tidak berpihak kepada pengantin Perempuan

Yah.. dijaman sekarang ini.. apapun bisa terjadi.., karena itu wajib kita berusaha lebih keras sebelum bertawaqal kepada Allah azza wa jalla.

Tidak sedikit cerita yang beredar.. bagaimana seorang wanita yang akhirnya menemui persoalan ketika perkawinannya sudah tidak semulus dulu.. dari yang

1.Tidak mendapat pengakuan sebagai seorang istri

2.Yang kehilangan haknya sebagai ahli waris

3.Anak-anak yang tidak mendapatkan pengakuan dari sang ayah sebagai anak kandung

4.Kesulitan mengurus surat-surat yang berhubungan dengan “status”nya misalnya KTP

dan lain sebagainya

Baiklah… kita memang mesti berbaik sangka pada setiap orang.., anggaplah.. bahwa penikahan ini dilaksanakan benar-benar karena niat tulus dari kedua orang mempelai yang ingin melaksanakan ketentuan tentang sebuah pernikahan seperti telah saya tuliskan diatas.. Tetapi.. siapa yang berani bermain-main dengan umur manusia? Ketika Nikah siri sudah dilaksanakan.. dan karena satu dan lain sebab, ternyata pengurusan surat ke KUA belum sempat dilaksanakan.. ajal sudah menjemput…

Status sang Istripun menjadi tak menentu… Janda bukan.. Gadispun bukan… Dan jika ternyata sang Istri telah mengandung.. tanpa surat nikah.., dengan suami yang sudah menjadi almarhum.. sang anak akan tercatat sebagai anak luar nikah.., hasil hubungan gelap.., tidak dapat mengurus akte kelahiran.. buntutnya akan terus berkepanjangan hingga segal hal yang berkaitan dengan status sang anak..  Apalagi jika pihak keluarga mempelai laki-laki tidak menyetujui… makin parahlah kondisi yang harus dihadapi. (Ya Allah berilah kemudahan bagi mereka-mereka yang mengalami kesulitan hidup seperti ini)

Tentunya.. dari pasangan yang memang bertujuan benar.. keadaan yang timbul karena sebab-sebab tidak memiliki status hukum secara benar (tidak punya surat nikah yang dikeluarkan KUA) bukanlah hal yang diharapkan. Mereka ingin pernikahan ini akan berlangsung selamanya.. (hingga ajal memisahkan) dalam keadaan yang penuh bahagia, saling mengasihi, saling menjaga, saling menghormati bersama-sama mengayuh bahtera rumah tangga. Baik ini yang melibatkan hanya kedua mempelai atau seluruh keluarga besar kedua mempelai.

Maaf mungkin saya kelihatan begitu “paranoid” dalam menyampaikan. Hal ini saya ungkapkan berangkat dari banyak kisah dari para perempuan yang mengalami kondisi sangat tidak menyenangkan dari sebuah pernikahan siri. Sebut saja.. seorang selebriti yang dikabarkan pernah menikah siri dengan seorang pejabat tinggi dari zaman Orde Baru.., Atau. orang-orang yang memilih menikah siri karena perbedaan status kewarganegaraan.. , Ataukah karena usia yang terlalu belia sehingga tidak cukup syarat diakuinya.. pernikahan ini oleh negara. dsb-dsbnya.

Jadi menurut saya.. selain menikah secara Hukum Agama, seorang perempuan sangat membutuhkan adanya pernikahan yang diakui keberadaannya oleh Negara melalui adanya bukti-bukti otentik dan tertulis.

Bagaimanapun juga, kita (para wanita) mempunyai kewajiban untuk menjaga harkat dan martabat kita sebagai seorang muslimah.. yang dewasa dan bertanggungjawab. Disisi lain, sang suamipun punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi istri dan anak-anaknya dari segala hal yang dapat menjatuhkan harkat dan martabat mereka. Ini adalah salah satu hal yang menyebabkan perkawinan akan sakinah, mawadah warahmah… Insya Allah

Seandainya.. setiap orang memahami akan hal ini… Subhanallah… Tidak akan ada lagi pernah adaanak-anak yang terlantar… istri-istri yang terdzolimi… dsbnya (Ya Allah hindarkan kami semua dari cobaan yang semacam ini… )


Kebenaran hanya datang dari Allah…

Nikah siri

Related Posts with Thumbnails

Comments

29 Responses to “Nikah Siri”
  1. estymj says:

    SESUNGGUHNYA MANUSIA ITU LEMAH, SEMOGA APA YANG KITA LAKUKAN BAIK MENDAPAT IMBALAN YANG SEPANTASANYA,

    Amin Ya Rabbil Alamin… Ya Rabb

  2. jay says:

    Orang lain dah nyampai Mars masih aja berdebat masalah seperti itu Mas, kapan Islam mau maju.Kalau mau nikah ya biar aja, mau siri atau tidak, syarat syahnya pernikahan terpenuhi berarti sudah syah. Kalau di hadapan Tuhan syah, masa di hadapan manusia tidak, itu namanya lucu tapi sombong. Biar sajalah, Urusan ibadah kok dilarang, ini kan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.Nikah itu ibadah sayang,…

  3. donzee says:

    Ass.wr.wb,
    Pernikahaan seperti ini akan merugikan pihak wanita.
    ingat,wanita sangat mulia di sisi Allah S.W.T.
    Tahukah anda bahwa rasulallah sangat menghargai wanita?
    Jangan jadikan wanita sebagai objek, biarpun kamu nikahi mereka dengan cara begini, kamu anggap itu halal.
    Pengadilan Allah bukan pengadilan manusia.
    Hargailah mereka karena itu tanggung jawab pihak lelaki yg benar-benar beriman.

    Wassalam.

  4. abu fuad says:

    assalamu alaikum

    kalau orang berbicara hukum maka harus tau definisinya, karena bagaimana mungkin kita mengambil satu kesimpulan hukum sementara kita tidak memahami betul hakekat apa yang kita bicarakan, saya dulu termasuk menganggap nikah sirri sebagai satu penyimpangan sosial karena pengertian sirri ialah sembunyai-sembunya, lalu kemudian saya diundang untuk mengisi acara nikah sirri, saya penuhi undangan itu, ternyata dilapangan yang mereka maksudkan dengan nikah sirri ialah pernikahan yang belum tercata di KUA. pernikahan itu sendiri bukan sembunyi-sembunyi, ketika itu saya katakan kepada yang hadir ini bukan nikah sirri, nyatanya banyak orang yang menghadirinya.

    kalaupun ada yang menganggapnya sirri, maka yang perlu dijelaskan disin ialah, apa si syarat sahnya satu pernikahan ?
    kalau hukum fiqih yang dijadikan acuan dalam menetapkan hukum, maka menurut ulama syarat nikah itu ialah:
    1. adanya kedua mempelai
    2. adanya aqad
    3. mahar
    4. ijab qabul
    5. wali
    6. dua orang saksi

    jika syarat-syarat tersebut sudah terpenuhi buat apa diributin. secara hukum syar’i sudah sah. mungkin ada yang menganggap wanita dirugikan, maaf menurut saya bukan landasan itu yang dijadikan ukuran dalam islam, yang menjdi ukuran ialah bagaimana menghindarkan ummat dari perbuatan zina, nikah sirri jauh lebih baik dari pada zina

  5. donzee says:

    Ass.wr.wb,pak abu fuad yth.
    Saya tidak menganggap wanita dirugikan secara begini tetapi saya mengatakan wanita dirugikan tetapi bagaimanapun pendapat anda adalah tetap pendapat anda sendiri, begitu juga dengan pendapat saya.
    Kalau soal zina, mereka yg sudah berumah tanggapun tidak kurangnya berzina secara tersembunyi.
    Landasan islam itu bagi saya adalah Allah S.W.T sebagai saksi kebenaran dalam perkawinan.Karena Allah adalah saksi yg ketujuh.
    Maaf iya pak,saling membagi pendapat.

    Wassalam.

  6. yanti says:

    Sahabat-sahabat ass wr wb.. boleh saya ikut urun rembug?
    menurut hemat saya… Memang tanpa pendaftaran di KUA.. seseorang yang menikah siri tidak menyalahi ketentuan ISLAM… dalam artian bukan berzina.
    Hanya saja.. sekali lagi kalau boleh saya sampaikan.. tujuan pernikahan pada dasarnya menciptakan hubungan yang baik, biasanya disampaikan dalam kalimat sakinah, mawadah dan warahmah…
    Memang tidak hanya faktor surat nikah saja… sebuah pernikahan akan sulit mencapai tujuan itu… banyak sisi… tetapi apa salahnya.. jika satu demi kemampuan untuk menghindari tidak tercapainya cita-cita perkawinan.
    Baru setelah itu… kita bertawaqal kepada Allah… (sebagaimana permintaan Rasul pada seorang sahabat untuk menambatkan keledainya sebelum ia masuk kedalam masjid)
    Saya menyampaikan ini karena banyak kasus berkaitan dengan tidak ada kekuatan hukum negara untuk mensyahkan pernikahan.
    Ya… berapa banyak wanita yang menanggung aib karena dianggap berzina.. ketika sang suami yang menikahinya secara siri.. hilang tak tentu rimbanya..
    berapa banyak anak-anak yang dianggap sebagai anak haram, hasil perbuatan zina, ketika sang ayah tak mau mengakuinya sebagai anak dari penikahan sirinya..

    Boleh saja kita bicara ini adalah urusan sang ayah dengan sang Khalik… tetapi tentunya kita juga harus berusaha agar kondisi ini tidak kita alami… lebih dahulu… sebelum menyerahkan penyelesaiannya pada sang Khalik.

    Demikianlah.. semoga hal ini dapat menjadikan kita manusia-manusia yang penuh kasih sayang..dan memuliakan para wanita.

    Jazakumullahu khairan katsiran

  7. Miel says:

    Saya, sebagai seorang perempuan awam sangat menginginkan nikah siri saat ini. Mengingat saat ini saya sedang menjalin hubungan serius dengan suami orang. dan maaf bukannya saya tidak tau diri tapi ini soal hati. Hati,cinta dan pikiran saya sudah menjadi miliknya setelah suami saya meninggal.Dan saya hanya ingin halal di mata Allah SWT, soal pendapat orang lain buat saya ngga penting. Yang penting saya menerima berapapun bagian saya kelak, dan Allah ridho dengan pernikahan kami. Intinya buat saya nikah siri adalah solusi terbaik dari pada kita berzina.

  8. Yanti says:

    Saudariku Miel, saya sangat menghargai keputusan anda (walaupun jika saya menjadi anda pilihan ini sulit saya ambil) Bisa jadi ini memang jalan terbaik, jika dibandingkan dgn zina. (Tetapi tidak menutup kemungkinan bukan… karena hanya DIA yang Tahu apa yang terbaik untuk kita) Semoga jika memang Allah kabulkan keinginanmu, DIA yg Maha Pengasih akan membuka sejuta kebaikan dan barokah untukmu, untuk suamimu, untuk istri suamimu, untuk anak2mu dgnnya kelak, untuk anak2nya dgn istrinya dan untuk seluruh umat. Sehingga pernikahan akan sakinah, mawadah, warahmah sebagaimana seharusnya. Insya Allah (mohon istigharah ya..)

  9. cici says:

    Assalamualaiku wr wb,…

    Dear Miel,…
    Boleh kita bersilaturahmi dengan bertukar no telp? karena masalah yg saya hadapi serupa dengna mbak Miel…

    Dear Mbak Yanti,…

    Saya membutuhkan nasehat dari mbak yanti…bagiamana saya bisa berkenaan dan menjalin komunikasi dengan mbak yanti ?

    Wassalam,cici

    Ya Cici.. Wa’alaykumsalam… dengan senang hati saya akan membantumu, semaksimal yang ku bisa… hubungi saya saja.. bisa melalui emailku.. atau jika saya sedang O-Ol.. tentu saya akan membuka tulisanmu.. ku tunggu ya… Semoga Allah akan segera memberikan jalan keluar yang terbaik untukmu sahabat

    PS.. oya saya sudah meminta sahabat miel, jika beliau tidak keberatan, untuk menghubungimu melalui e-mail .. mohon dibuka yahoonya ya…

  10. cici says:

    Terimaksih mbak Yanti atas respon nya…mudah mudahan ALLAH segera memberikan saya jalan keluar terbaik melalui siapapun…Insyaalloh saya akan segera membuka e-mail saya

    Wassalamualikum…

    Aduuhh… belum sempat call back … maaf maaf

  11. Foto Unik says:

    Assalamualaikum,

    Dukung Nikah Siri Hindari Perjzinahan, Dukung Group Facebook ini, agar Negara tidak makin masuk mengatur syariat Agama Islam :

    http://www.facebook.com/group.php?gid=313924487198

    Salam
    .-= Foto Unik´s last blog ..Foto-foto cucu balita disiksa Kakek kejam =-.

  12. yanti says:

    Untuk Foto Unik.
    Mohon maaf, sepertinya kita tidak sepaham yaaa…saya justru menentang adanya parktek kawin siri. Bukan kawin sirinya.. tetapi oknum yang ber”kelit” dibelakang kawin siri. Saya tetap suport jika ada yang memutuskan untuk kawin siri.. dengan banyak pertimbangan yang para pelaku sampaikan, tetapi sekali lagi.. kawin siri yang benar-benar syar-i…

    Jadi untuk saya, agak berlebihan jika mendukung kawin siri.. Ya.. kawin siri yang mana???

  13. devi says:

    mohon maaf sebelumnya… sy baru menikah 8 bulan yg lalu tp dlm 3 bulan kemudian setelah pernikahan saya, suami saya telah menikah siri sblm nikah secra syah dgn sy. sy selalu minta dia menceraikan perempuan itu tp tdk pernah mau? bagaimanakah sikap yg harus saya ambil. klo dia tdk mau menceraikan perempuan itu saya lebih baik yg bercerai dgn dia. sy bener2 tdk mau dimadu… tau ng mba gimana rs sakitnya perempuan itu dikhianati ??? sakit mba….. jd klo bisa kita lebih baik cari yang terbaik dr pada kita merebut suamii org yg sdh punya anak istri. kecewa saya klo ada perempuan yng ingin di madu apalagi menikah siri yg notabenenya udh punya keluarga. walaupun kita cinta tapi Allah akan menunjukkan jodoh yang tepat buat kita. jadi jgn lah seperti saya yg telah diduakan n status pernikahan syah saya mengambang. krn belum ada titik terang dr suami sy. bagaimana sy harus menyikapinya mb.

    Pertama.. mohon maaf ada yang tidak saya mengerti, kenapa sangat cepat suami berpaling.. apakah memang sejak awal (ketika pendekatan) sudah ada ganjalan diantara kedua belah pihak, misalnya menikah dengan anda, sang suami sebenarnya tidak begitu srek?… (permintaan orang tua misalnya) bukan apa-apa, jika benar demikian saya berharap anda berusaha untuk berfikir dengan lebih “adil”.. dari sisi anda, maupun sisi suami.

    Kedua.. didunia ini ada hal yang tidak dapat kita nalar… ada hal yang mau tidak mau, suka atau benci harus diterima. Misalnya.. kenapa manusia bernafas melalui hidung, kenapa bukan dengan permukaan kulit?
    demikian juga, kenapa Allah mentakdirkan anda diposisi saat ini.. insya Allah tidak akan ada yang bisa menjawab. Semua itu kehendak Allah. Kalaupun tidak dengan suami anda sekarang, dengan siapapun anda menikah saat ini, jika memang Allah menghendaki posisi anda akan sama. Allah punya hak preogratif yang tidak bisa ditolak ataupun dipengaruhi apapun dan siapapun. Jadi saya berharap anda berhenti menyalahkan suami anda.

    Ketiga.. Saya mohon anda melakukan tafakur dan muhasabah.. tentang keberadaan anda. Apa yang menjadi tujuan hidup anda, masa depan seperti apa yang ingin anda raih. Masa depan di dunia dan di akhirat. Mintalah pendapat orang-orang yang menurut anda pantas anda mintai nasehat. Lakukan sholat hajat.. (karena hanya kepada Allahlah kita dapat meminta) setelah itu cobalah ambil sebuah keputusan.. khuluq (mengajukan perceraian bagi perempuan) dalam Islam tidak dilarang. jika Anda tetap ingin bertahan walaupun pedih, adalah keputusan yang subhanallah pasti disukaiNYA (jangankan kita, manusia biasa, Aisyah.. istri nabi yang paling muda, cantik dan cerdas saja.. sempat terbakar cemburu.. demikian hebatnya, hingga batang pohon yang disandarinya menjadi hangus). Yang jelas.. apapun keputusan anda, berusahalah keputusan yang anda ambil berdasarkan pada pengharapan akan ridho Allah semata.. bukan karena perasaan marah, benci, cinta, kepada sesama makhluk.

    Ke-empat.. Ukhi… sahabatku… saya turut prihatin dengan segala apa yang telah terjadi. Sabar ya ukhti.. Allah tidak sembarang-an memilih hambaNYa untuk melewati ujian-ujian, jika DIA merasa hambaNYA ini tidak mempunyai kemampuan untuk lulus dari ujian tersebut.. Karena.. saya berharap teruslah melangkah.. mencari jawaban akan persoalan.Saya doakan.. semoga Allah akan selalu menuntun ukhti pada kemuliaan di dunia dan akhirat… Amin

  14. aly says:

    Nkah sirri, suami-istri bebas dri zina. anak jadi korban bosss!!gak bs ngurus apa2 tuh!!

  15. aly says:

    As.Wr.Wb! Apa yg seharusnya dilakukan seroang anak yatim (24thun) bila Ibunya menikah lg secara sirri dengan laki-laki yg sudah beristri syah? Anak tidak ingin Ibunya tersiksa batin suatu saat nanti,tapi sang Ibu dan Laki-lakinya tetap pada keputusannya.

  16. zzzz says:

    As.Wr.Wb!
    Mau nanya nich.. sya laki2 berumur 24 tahun. seorang wirausahwan. pendapatan sya udah lebih dari cukup InsyaAllh. pcar sya baru berumur 19 tahun, dia masih kuliah. kta saling mencintai. kta sudah pacaran lebih dari 3 tahun. sya ingin sekali beribadah, dan slalu meningkatkan iman dan taqwa sya. tp syg, goda’an Syaitan itu memng luar biasa. termasuk tentang nafsu syahwat. sulit bagi sya untuk mengendalikannya, mungkin mengingat umur sya yang sudah lebih dari baligh.. meskipun tiap hari sya sudah berusaha keras, dengan membaca dan mendalami isi al qur’an.
    kami sbenarnya ingin nikah siri tanpa sepengetahuan orang tua. nanti klo pacar sya sudah lulus kuliah, kami baru akan nikah resmi menurut Negara.
    kra2 klo nikah siri tanpa wali gmna? Apakah syah? Mohon penjelasannya!!! terimakasih.

    Hukum nikah yang syah ada 1. mempelai, yang sehat dan berakal
    2. ada yang menikahkan, dalam hal ini wali
    3. ada saksi2.
    Melihat kriteria tersebut, tentunya jika anda menikah siri tanpa sepengetahuan orang tua tidak syah. Karena urutan wali dalam pernikahan adalah sbb : ayah, kakek, paman, dsb-dsbnya… jadi jika ayah tidak tahu..???
    Sebaiknya anda menemui orang tua, jelaskan persoalannya dengan baik-baik. Saya yakin jika cara pendekatan, penyampaian (insya Allah) pasti ada restu orang tua.
    Tapi.. jika sudah dicoba.. tidak berhasil, sebenarnya sbg orang tua, orang tua sangat ingin melihat keseriusan anak dan calon menantunya.. kesiapan dan kesanggupan mereka juga. Jadi sabar sajalah.. banyak berpuasa, banyak sholat istikharah, banyak berdzikir.. insya Allah akan ada jalan untuk ananda berdua.
    Percayalah Allah Maha Tahu.. yang terbaik.. bagi kita semuanya, Amin

  17. Salam kenal sobat,tulisan yang bagus, saya suka dengan ulasan dan gaya penulisan anda yang santai namun berbobot, jadi inget waktu jadi pengatin adat setahun silam, betapa indahnya :)
    .-= pernikahan adat´s last blog ..Pengantin Adat di Indonesia =-.

  18. zie says:

    ukhti,,, mohon beri saya nasehat..
    saya berniat untuk nikah siri degan tunangan saya tanpa sepangetahuan ortu..karna sungguh saya takut untuk bermaksiat..
    kami berniat untuk nikah siri sambil menunngu pernikahan kami yang sah mnrut hukum bbrp bulan lg,insyaALLAh… tapi km takut dlam bbrp bln ini km trjrumus ke perbuatan2 maksiat.. bagaimana??
    mohon jawabannya ke email saya ukhti.. syukron jazakallah…

    Akhii yang dirahamti Allah.
    Saya tahu.. bagaimana beratnya.. perasaan mencintai.. makin mendekati hari pernikahan. Disisi lain.. impian indah (terwujudnya pernikahan) seolah.. sudah memanggil-manggil dan nyata. Tapi.. akhii jika saya boleh bicara.

    Pertama, Apapun namanya.. nikah siri atau nikah resmi.. hukum Islam hanya mengenal 1 pernikahan, yaitu pernikahan yang syah di mata Allah swt. Mungkin lebih baik jika saya mengingatkan salah satu syarat syah pernikahan, ada wali. Bagaimana mungkin, pernikahan anda akan syah.., jika tanpa sepengetahuan orang tua? Bukankah ayah tunangan anda adalah walinya (jika meninggal/ berhalangan, akan ada penggantian wali, sesuai dengan ketentuan dan urutan asab bapak) Kecuali jika calon mempelai wanita adalah janda.. izin dan wali dapat dikembalikan pada dirinya sendiri.

    Kedua.. hukum pergaulan antara dua orang yang belum menikah menurut Islam, selama belum ada ijab-kabul diantara keduanya adalah tetap sama dengan pergaulan sesama manusia, yang lainnya masing-masing adalah bukan mahram (mahram = orang yang tidak boleh dinikahi) Jadi.. maaf.. jatuhnya.. insya Allah adalah zina.. dan zina itu mulai dari zina mata, zina mulut.. hingga zina varji.

    Ketiga. Jika memang sudah tak ada lagi yang memberatkan dan sudah memasuki hukum wajib untuk segera menikah (karena takut akan zina) mungkin sebaiknya segera menikah saja.. bicara baik-baik dengan orang tua. Jika Orang tua tetap tidak mengijinkan. Insya Allah.. Allah Maha Kasih dan Pengatur segalanya. ada banyak cara menjauhi keinginan syhawat. Banyak istighfar, banyak puasa.. banyak dzikir.. upayakan tak pernah berdua (selalu ada orang ketiga disetiap pertemuan) terakhir..banyak berpasrah pada Allah. Insya Allah..

    Mudah-mudahan Allah akan membantu terwujudnya niat baik akhii, ada keridhoan dalam pernikahan, mendapat restu dari kedua orang tua, dan insya Allah keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Amin
    (kebenaran hanya datang dari Allah swt.. mohon maaf jika ada kesalahan karena keterbatasan pemahaman saya)

  19. saya mohon sarannya…

    bagaimana jika perempuan itu sdh tidak lagi diakui oleh bapak tiri dan ibu kandungnya? bisakah dia tetap menikah…???

    kerena saat ini dia membutuhkan seorang pendamping yaitu insyaAlloh adalah saya…

    mhon penjelasnnya nenurut islam

    rfrfauzy@gmail.com

    saya perlu secepetnya di alamat email di atas

    terima kasih

  20. nikah siri karena bersifat rahasia, berarti mencoba untuk tidak jujur

    Mungkin bisa diartikan demikian.. jika kita meninjaunya dengan situasi terkini.. jaman kini. Tapi.. jika ini dikaitkan dengan jaman Nabi Muhammad saw.., dimana.. saat itu Islam belum diakui keberadaannya, dan pencatatan negara belumlah menjadi keharusan.. Nikah siri, bukan hal yang tidak baik.. Nikah siri adalah sebuah langkah pernikahan yang sah dan dapat diterima.

    Oleh karena itu, jika saya boleh bicara… sebaiknya kita bertindak sesuai dengan zaman dimana kita hidup, dengan syarat apa yang kita lakukan tak menyalahi aturan Allah dan juga hubungan sesama makhluk Allah.

  21. BUDI says:

    SUDAHLAH JANGAN BANYAK TEORI DAN ALASAN. SUDAH JELAS NIKAH SECARA ISLAM TANPA PENCATATAN DI KUA/KANTOR SIPIL ATAU YANG BIASA DISEBUT NIKAH SIRI DALAM ISLAM DIPERBOLEHKAN, YA SUDAH. JANGAN LAGI DIPERDEBATKAN. JANGAN BUAT ATURAN YANG BERTENTANGAN DENGAN ATURAN AGAMA.

    MASALAH PEREMPUAN YANG DIRUGIKAN DALAM PERNIKAHAN SIRI, APA KALIAN PIKIR SEMUA WANITA DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK DENGAN PERNIKAHAN KUA? BANYAK JUGA WANITA YANG DITELANTARKAN DALAM PERNIKAHAN KUA. ITU SEMUA TERGANTUNG DARI INDIVIDU YANG MELAKUKAN PERNIKAHAN. BANYAK JUGA WANITA YANG DERAJATNYA DIANGKAT DENGAN PERNIKAHAN SIRI.

    SEKARANG YANG PERLU KAMU PIKIR BAGAIMANA INDONESIA BISA MAJU DAN MENGURANGI PENDUDUKNYA YANG MISKIN YANG SUSAH MAKAN DAN BANYAKNYA SARJANA YANG JADI PENGANGGURAN. NEGARA KITA SUDAH TERTINGGAL JAUH DENGAN NEGARA TETANGGA MALAYSIA, SINGAPURA BAHKAN THAILAND. MALU.

    HARI GINI MASIH BERDEBAT NIKAH SIRI? APA KATA DUNIA???
    DARI JAMAN NABI MUHAMMAD NIKAH TANPA PENCATATAN RESMI NEGARA DIPERBOLEHKAN KOK KENAPA KAMU MELARANG? MAU IKUT CARA NABI SIAPA KALIAN?

    • yanti says:

      Saya menghargai pendapat anda… Terima kasih untuk komentarnya.. bagaimanapun juga Kita semua berusaha melakukan yang terbaik untuk negara dan bangsa dengan cara dan kebisaan kita masing-masing..

  22. adhie says:

    mgkin skrg udah jamannya mana yg hak sm yg batil di cmpur adukkkan n sulit di bedakan……..
    mengenai nikah siri adalah hal yg syg patut di perbincangkan. mulai dari rumitnya mslh perizinan sampai mhlnya biaya pernkhan yg membuat bnyak saudra kita melakukan nikah sirri, . . . . .!!!!!!
    sampai dengan nikah sirri di salah gunakan oleh oknum yg tak bertanggung jwb,
    seharusnya pemerintah hrs lebih aktif dalam mengadakan program2 yg membantu msyarakat mendapatkan pelayanan yang pas dan murah sehingga meminimalisir nikah sirri dan membentengi kaum hawa dari tindakan yg akan mrugikan di kemudian hari.
    pemerintah selayaknya pelayan bagi masyarakat bukan tuan.

  23. zief says:

    assalamualaikum………….saya mau tanya nie bagai mana hukumnya nikah siri tapi masih dalam keadaan idah.karna perceraian.apakah di perbolehkan?

    • yanti says:

      Setahu saya.. masa idah harus diselesaikan lebih dulu.. itu mutlak dan tak dapat ditawar-tawar lagi. mudah-mudahan dapat dipatuhi.. hukum Allah tsb

  24. kana chan says:

    assalamualaikum mbk yanti,,,
    saya gadis umur 20 th,,saya sudah berpacaran dg kekasih saya hampir 4 th lebih,,sudah sejak lama kami ingin menikah,,tapi orang tua saya tidak menyetujuinya hanya karna mereka ingin saya lulus kulia dan cari kerja dulu,tapi itu lama sekali,3-4 th lagi,,saya sangat takut sekali bila harus pacaran lebih lama lagi,kaksih sya sudh berumur 26 th,kalau menunggu lagi,saya takut dosa kami bertambah banyak karna perbuatan maksiat.padahal keluarga kekasih saya dan keluarga saya yg lain mendukung untuk segera menikah tapi tetap kuliah,masalahnya kedua orang tua saya tetap kukuh tidak mau menikahkan saya,saya harus bagaimana,,,kami juga tidak bisa menahan lebih lama lg,,mhon bntuannya mbk.trima kasih,

    • yanti says:

      wa’alaykumsalam wahai sahabat yang cantik dan sedang gundah…
      Sahabat… hidup memang pilihan.. kita tak mungkin dapat melakukan semuanya.. ketika persimpangan itu ada di depan mata, ada jalan yang harus kita ambil dengan segala resikonya. Saya bisa merasakan betapa berat pilihan yang ada dihadapanmu… jika saya boleh membantumu, saya akan katakan.. ada 2 pilihan yang bisa kau pertimbangkan :

      1. Belajar sekeras mungkin.. pending dulu urusan pacaran… saya perkirakan.. jika memang sahabat, engkau sungguh-sungguh belajar keras, SKS yang kau ambil jumlahnya max.. saya kira tinggal 2 tahun lagi engkau pasti lulus. Bersamaan dengan itu, mulailah untuk “magang” atau paling tidak mencari koneksi bekerja. sesederhana apapun pekerjaan atau jabatan yang kau raih.. saya yakin itu sudah memenuhi persyaratan orang tua…. kebaikannya.. engkau telah berbaik pada orang tua.. pahalanya (insya Allah) keridhoan Allah… terbukanya kebahagiaan akhirat.. Ammiinn

      2. Pilihan kedua.. carilah dukungan dari “tetua dijajaran kerabat”… datangi mereka satu demi satu, utarakan keinginan kalian berdua, sampaikan pertimbangan segi agama yang engkau rasakan…. minta tolong para tetua untuk berbicara dan meluluhkan hati orang tua… tentunya sahabat cantik.. imbalannya engkau harus tetap menyelesaikan kuliah mu. “NO MATTER WHAT”.. sungguh setahuku, jarang yang bisa menyelesaikan kuliah dengan menikah… (ini data)… tapi engkau harus tetap berjanji dan berjuang menyelesaikannya sebagai imbalan (ganti) rasa perih orang tuamu.. karena tak dapat mendampingi (sebagai undangan utama) dan melihatmu berdiri diantara para wisudawan. Merasakan uang jerih payahmu yang pertama (gak tahu yaaa… saya selalu menganjurkan, dan telah melakukan sendiri dulu, untuk memberikan seluruh gaji pertama pada orang tua… Sensasinya itu loo sahabat.. wajah bahagia orang tua.. kepuasan yang gak kan bisa diganti ataupun dibeli dengan apapun didunia)

      Ketika semua jalan sudah ditempuh… habiskan malam-malammu.. dengan bersujud kepada Allah dengan seluruh airmata dan kesedihan yang kau punya.. lakukan sebanyak mungkin “tirakat”.. puasa.. berdzikir… jauhilah segala hal yang tak disukai Allah.. Mohonlah Allah untuk menunjukkan dan memberikan jalan yang terbaik.. untukmu untuk kekasihmu dan untuk kedua pasang orang tua kalian..Insya Allah.. jangankan orang tua, Allah akan iba padamu.. sahabat..

      Satu hal lagi.. wahai sahabat… tak ada yang lebih menakutkan bagi seorang wanita selain “berzina”, azabnya sudah kelihatan dari dunia.. hingga ke akhirat. karena itu.. sebaiknya sayangku.. langkah pertama.. sebelum mengambil putusan apapun.. segeralah.. jagalah dirimu dengan sungguh-sungguh… zina itu mulai dari saling pandang melalui mata.., senyum.. pemikiran.. hingga zina varji.. naudzubillah mindzalik.. semoga Allah akan melindungi sahabat dari segala keburukan itu.. saya akan mendoakanmu… insya Allah.. dan berharap segera ada jalan keluar yang terbaik.. (menurut Allah, karena hanya DIA yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita, hambaNYA… subhanallah…)…

      Semoga kekuatan Allah akan menjagamu… Ammiin

  25. adnan says:

    Assalamualaikum wr.wb Yth Mbak Yanti,

    Saya tertarik dengan pendapat mbak mengenai nikah siri. Mungkin saya ingin sedikit berbagi mengenai hal tersebut karena saya pun telah mengalaminya.

    Saya sebelumnya telah menikah dan telah dikaruniai anak. Suatu hari saya bertemu seorang wanita, yang pekerjaannya sangat dibenci Allah. Saya tidak memiliki prasangka apapun ketika dia meminjam uang 100rb untuk pengobatan ayahnya di kampung. Semakin lama, dia semakin sering meminta pertolongan saya, dan saya selalu berusaha menolongnya. Wanita ini kurang beruntung secara ekonomi, karena diperas oleh suaminya untuk bekerja seperti itu, sedangkan, walaupun sudah bercerai dari suaminya, tetap menagih uang hasil pekerjaan hinanya untuk berfoya-foya, mabuk, main narkoba dan bemain dengan wanita. Wanita ini telah memiliki dua anak perempuan yang masih kecil. Dari perasaan kasihan, timbul rasa sayang, dan akhirnya cinta. Selama berhubungan dengan saya, wanita itu secara perlahan mulai meninggalkan kehidupan kelamnya, dan semakin bergantung kepada saya.

    Akhirnya saya beranikan untuk melamar dia, saya menghadap ke orangtuanya untuk menikahi dia. Saya dinikahkan siri oleh ayah kandungnya, dihadapan ibunya (ibu tiri, karena ibu kandungnya sudah meninggal), paman dan bibinya. Sebenarnya saya dinikahkan di kantor KUA di kampungnya, tapi setelah saya ceritakan duduk masalahnya dihadapan penghulu, penghulu tersebut tidak bersedia menikahkan saya dengan wanita tersebut, dengan alasan kurang lengkap secara administrasi, karena tidak ada ijin istri pertama dan dari orangtua saya, bahkan, harus melampirkan surat keterangan dari pengadilan agama yang menyatakan bahwa saya boleh menikah lagi. Apakah pernikahan siri seperti yang saya alami ini sah?

    Alhamdulilah, sejak pernikahan tersebut, pelan-pelan istri kedua saya menjadi semakin baik akhlaknya, bajunya semakin tertutup, dan akhirnya dia memutuskan untuk memakai jilbab, walaupun sebenarnya tidak pernah ada paksaan dari saya (istri pertama saya pun berjilbab). Alhamdulilah, sampai detik ini, saya selalu dapat memberikan nafkah lahir untuk kebutuhannya dan anak2nya, keluarganya, disamping saya juga harus memberikan nafkah lahir batin untuk istri pertama saya dan anak2 saya. Saya memberikan istri kedua saya modal usaha kecil-kecilan, namun alhamdulilah cukup memberikan nafkah yang halal.

    Yang menjadi ganjalan saya, sebenarnya saya ingin pernikahan kedua saya juga mendapatkan surat nikah resmi dari pemerintah, karena saya ingin status istri kedua saya juga jelas dihadapan negara, namun sayangnya ditolak penghulu di kampungnya. Karena persyaratan yang rumit dan juga biaya yang tidak sedikit. Saya tidak mungkin meminta ijin istri pertama saya, atau orangtua saya, karena saya juga mencintai mereka dan tidak ingin menyakiti perasaan mereka. Namun, saya juga ingin ada kejelasan status buat istri kedua saya dan juga buat anak saya dari istri kedua tersebut. Karena dengan kejelasan status tersebut, akan mudah bagi saya memberikan hibah bagi istri kedua saya untuk masalah harta. Jadi, bila sewaktu-waktu ajal menjemput saya, sudah ada kepastian buat istri-istri saya dan juga anak-anak saya.

    Saya butuh pendapat Mbak Yanti yang terhormat mengenai masalah ini. Sungguh demi Allah SWT ini adalah masalah yang nyata, tidak dibuat-buat. Mungkin juga kalau ada rekan-rekan pembaca yang dapat memberi masukan agar status istri kedua saya menjadi jelas, juga masa depan anak saya dari dia.

    Terimakasih sebelumnya atas segala masukan dan saran, dan mohon maaf atas segala kesalahannya.

    Wassalamualaikum wr.wb

Trackbacks

Leave a Reply