Orang Tua Special
June 18, 2009 by: yantiPede aja lagi…. saya mengaku sebagai orang tua special..
Padahal cuman numpang “ketenaran” putri bungsuku yang punya anugrah sebagai Anak Special (he he he)
Hmmm… beberapa hari ini.. saya bagaikan.. keluar dari gua Hira.. (atau “gua selarong” ya.. ??? ha ha ha). Ini akibat si FB, makhluk dari dunia maya yang banyak menuai pujian sekaligus cemoohan. Ah.. apapun itu.. FB.. mengajakku kedalamnya.. kembali bersua dengan sahabat dari dunia lama maupun dunia yang baru. Yang sudah laammaaa sekali kuhindari. Senang siih… Tapi ada hal yang membuatku sempat tercenung.. Seorang sahabat protes berat… dengan kehadiranku disana.. yang bagaikan makhluk halus.. (hah???) cepat hadir dan cepat menghilang…. Padahal ia ingin berbagi denganku… (Hmmm mohon maaf sahabat.. mohon maaf.)
Saya pun tersadar.. kami memang tak satu dunia (aduuuhhh… dunia yang mana nih???)
Ia dengan dunianya yang nyata. Sedangkan saya dengan dunia yang “terbolak-balik”.. Ya duniaku yang nyata adalah dunia yang terbolak-balik (bagaikan mainan salju yang ada didalam kaca) dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak special.. yang telah membuatku berusaha menjadi orang tua special juga. (aduh… maaf ya..klaim lagi nih.. he he he)
Sebenarnya saya.. (saya yakin hampir semua orang tua ABK, punya pendapat yang sama denganku) tidak ingin membicarakan hal ini.. terlalu pribadi dan dapat memancing reaksi yang negatif jika saya ceritakan. Tetapi hari ini, saya berpikiran untuk menceritakan disini, agar semua orang tahu.. apa yang sebenarnya kami (ortu ABK) lakukan hari demi hari. Not for pity.. but.. please its really for undersanding.
So.. ini adalah Daily Schedule… untukku.
02.00 Bangun pagi
02.00 – 03.30 Nyalakan mesin cuci, Nyalakan Rice Cooker, Hmmm sambil menunggu “para pembantu electric ini” bekerja, saya pun mengambil air wudhu dan mencoba mengadu serta memohon pada NYA, diselingi jemur baju, siapkan air panas, dan minuman hangat untuk semuanya
03.30-04.30 Cooking Time.. (jatah sarapan + makan siang..).. “Bento” berjejer diatas meja makan… Ambil jatah masing-masing ya..
04.30 -05.30 Children time… Bangunin anak-anak, subuhan, siap sekolah.. Ups.. saya juga mesti dandan dong..
05.30 – 07.30 Its funny time… keliling kota.. mengantarkan orang-orang yang kucintai ketempat masing-masing (kecuali putri sulung yang pakai roda dua kesayangannya). Sarapan.. diatas mobil, belajar pagi diatas mobil, diskusi diatas mobil, curhat diatas mobil, wahhh…. kok si abang dan aini juga bersitegang diatas mobil juga ya??? (ha ha ha.. biasa namanya anak-anak). Yah.. ngerjain PR juga diatas mobil… (he he he.. ketahuan nih.. maaf pak/bu guru…)
07. 30 – 11.30 Nongkrong di parkiran sekolah… mulai “kerja” dengan Axioo tercinta. Atau.. ke bengkel, karena APV minta “dimanjakan” atau “Sinterklass time” karena mesti bayar-bayar tagihan di awal bulan, atau belanja sayur untuk esok hari, atau bikin dan check jadwal pendidikan Aini, bikin komentar dan revisi disana… hmmm macam-macam lah.. kegiatan “remeh-temeh” tapi penting yang harus dijalani… (he he he)
11.30 – 12.50 Melaju….. ke tempat Terapi Aini…, oya.. brenti sebentar ya.. sholat + makan.. (alhamdulillah Aini sempat istirahat, tertidur dikursinya…)
12.50 – 13.10 Aini siap-siap untuk terapi.., cuci muka, ganti baju, sisir rambut.. hemmm segar dan cantik.. siap untuk belajar
13.10- 14.35 Nunggu ditempat terapi.., kadang buka “dasaran”.. (he he he.. dunia mayapun diutak-utik).. kadang bercengkrama dengan sesama orang tua, untuk berbagi, ilmu, semangat dan pengalaman, kadang.. tertidur.. (he he he.. capeekk deh), kadang baca buku.., kadang “berputar-putar” untuk menyelesaikan keperluan rumah tangga.. (hmmm acara remeh temeh tapi penting kedua..)
14.35 – 17.30 Melaju.. ke sekolah sang abang.., menjemputnya dan mengantar ke tempat tambahan ilmu ( ada hari matematika, ada hari Bahasa Inggris, dan ada hari menggaji).. trus.. pulang dulu… mandi.. sholat ashar.. angkat jemuran..
17.30 – 18.00 Aktifitas sore.. jemput anak-anak yang punya pelajaran tambahan, dengan Aini disebelah.. menunggu adalah masa menyenangkan.. we have class.. ya.. masa pengulangan pelajaran Aini.
18.00 – 20.00 Rumah tercinta.. kami kembali… sholat maghrib.. siapkan makan malam, rapihkan sisa-sisa aktifitas hari ini… (maksudnya nyapu, nge-pel plus.. ngelipatin baju… trus.. masukin baju bertumpuk ke lemari..pssss… dirumah.. setrikaan baju hanya berfungsi jika dan hanya jika baju sudah mau dipakai.. he he he.. )
20.00 – 21.00 Si Bapak sampai rumah. Sholat Isya, Bantu anak-anak persiapan aktifitas untuk besok dan… untuk “berlayar ke pulau kapuk”
21.00 – 23.00 Hmmm… “its me time”.. Banyak yang bisa kulakukan disini.. Menulis, Membaca, Membuat Rencana Aini, Bikin Alat-alat Edukasi untuk Aini, Uyel-uyel.. si putra tengah atau putri sulung atau Aini…
23.00 – 02.00 Wuahhh…. lurusin punggung, lurusin kaki…. Nikmat… Alhamdulillah Ya Allah atas hari ternikmat yang saya rasakan.
Catatan.. Schedule ini adalah schedule dasar.. jadi kadang gak tercapai juga.. karena satu dan lain hal.. kalau sudah begini.. tahu sendiri deh…. beban tugas untuk esok hari 2 x lipat.. hmmmm
Oya sabtu dan minggu sebenarnya jatahku untuk melakukan aktifitas besar,… Kamar mandi, taman, saluran air, maintenance AC dsbnya… sayangnya.. sering telewat (hick hick hick) karena sebagian seminar, training, undangan dsbnya memilih 2 hari ini.. jadi maklum kalau rumah ini lebih sering.. amburadul.. (hi hi hi alasan nih…)
OOOoooo… itulah yang sering saya lupakan.. dalam menyusun daily schedule diatas adalah “bersosialisasi dengan masyarakat umum”.. jika saya melakukan revisi (kira-kira 6 bulan sekali saya berevisi) saya kesulitan menemukan saat yang tepat untuk menyisipkan… (ooo oooo). Saya cukup bersyukur.. 2 tahun ini.., dengan bantuan Ibu Anne Ahira dan Asian Brainnya.. saya juga punya komunitas.., punya sahabat.. punya tempat untuk menuangkan segala rasa.. untuk memiliki dunia sosial.. plus.. punya tambahan dana untuk menjaga kelangsungan hidup keluarga mencapai tujuan hidup (jazakillah bu Ahira…)
Jika saya boleh mengaku jujur.. hidup yang kujalani dengan schedule diatas, kini sudah teramat sangat nikmat. Terlewat sudah..saat saya adalah satu dan hanya satu-satunya yang dapat bekerja dirumah ini, karena 2 anakku yang lain masih terlalu kecil untuk membantu dan bertanggung jawab, sedang suami tercinta jauh diseberang pulau. Terlewat sudah masa ketergantungan Aini 100 % padaku. Ditambah dengan beban ekonomi.. ditambah dengan jadwal ketat untuk membantu Aini 100 % melakukan pengulangan. Dan Alhamdulillah juga Aini tergolong type hypoactive bukan Hyperactive.. jadi tetap ada waktu dimana Aini maupun saya tidur lelap.
Situasi diatas akan makin sulit, ketika ABK yang diasuh adalah ABK yang hyperactivenya tinggi.., saya punya seorang teman yang terpaksa bergantian tidur dengan sang suami, hanya agar ada yang dapat menemani sang anak. Atau.. ada beberapa teman (yang saking sayangnya Allah pada mereka, berkenan memperpanjang perjuangan ini) yang putra/i nya hingga usia belasan tahun bahkan ada yang telah dewasa tapi masih amat bergantung pada orang tuanya.
Selain itu sebagian dari ABk punya sensitif pada bahan makanan, atau benda-benda tertentu. Reaksinya dapat berlebihan, tantrum atau mundur drastis perkembangan yang sudah dicapai. Merekapun biasanya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, untuk menyampaikan kesulitan, perasaan, keinginan, permintaan, rasa kecewa, rasa bahagia dsbnya. Jujur 2 sebab inilah yang sering kami selalu khawatirkan ketika mengantarkan ABK kemasyarakat.. Reaksi masyarakat ketika menghadapi sensitifitas ABK dapat “sama menyeramkan” dengan ABK. Tidak semua orang tua punya kesiapan mental menghadapi ABK yang sedang sensitif dan masyarakat yang beraksi secara bersamaan. Akibatnya.. banyak orang tua yang memilih untuk “mengurung” anaknya dalam rumah.
Belum lagi jika berpaling ke masalah yang satu itu… Yup Financial Problem... Saya tidak akan pernah lupa bagaimana “megap-megapnya” hari-hari itu… Ini bukan masalah pemborosan, ini bukan masalah atur prioritas.. tapi situasi yang gawat darurat, siaga 10 (emang ada ya.. kategori siaga sampai 10?? he he he). Hmmm pokoknya.. gak ada waktu untuk berpikir lagi.. hanya duit.. duit… duit dan duit lagi yang harus selalu ada… untuk terapi, untuk obat, untuk konsultasi untuk makanan diet untuk transport… ah…. semuanya lah….
Kebayang gak sih… sudah dalam hidup yang demikian.. masih saja …ada yang “sudi” melontarkan komentar.. (maklum yang beredar dipemikiran mereka.. saya “hanya seorang ibu rumah tangga” bukan pekerja kantoran.. yang mesti berangkat pagi-pagi dan pulang larut malam kali ya…, ibu rumah tangga kan selalu diidentifikasikan dengan ibu-ibu yang punya banyak waktu luang untuk “hang out” ha ha ha.)
1. Emang yanti itu, orangnya gak mau gaul..
2. Gimana sih.. anaknya gak tahu aturan gitu (si anak main plecing ke sini dan ke sana) orang tuanya kok gak bisa ngajarin
3. Ya.. Ampun tuh.. anak ringan banget tangan dan kakinya… awas deh anakmu.. jangan dekat-dekat ntar kena pukul deh..
4. Udah gede.. anak kok masih aja kaya gitu ya… gimana sih..
5. sok sibuk deh….
dsb-dsbnya.. (he he he.. sorry ya.. kadang.. otak dan telingaku.. otomatis rajin banget merekam.. segala kata-kata nyinyir.. he he he. jadi kalau mau cari “memorinya”.. cepet banget kayaknya… ha ha ha.. bertumpuk-tumpuk siiih)
Itulah sahabat semua…terlepas dari aktifitasku yang demikian padat, saya sebenarnya bersyukur.. teramat bersyukur.. jika Aini tak pernah hadir dalam diriku.. hidupku mungkin masih saja datar.. tak pernah punya gejolak untuk mencari ilmu.. tak pernah punya semangat untuk mencari peluang hidup.. tak punya kesempatan untuk mencoba jadi “super wonder woman”.. (ha ha ha.. sebagian tetanggaku memanggilku dengan sebutan ini.. buatku ini bukanlah hinaan tapi pujian… saya pantas mendapatkannya.. ha ha ha.. lagi-lagi ke PD-an).. Jadi sekali lagi jika saya menuliskan disini.. saya tak ingin dikasihani (sama halnya dengan semua orang tua ABK lainnya.. saya percaya itu) tapi.. saya ingin.. ada sedikit pengertian.. bahwa kami.. butuh waktu untuk diri kami.. untuk ABK kami.. untuk keluarga kami… untuk Asa yang kami miliki….
Semoga tulisan ini cukup dapat membuka pintu maaf bagiku.. membuat jembatan pemahaman diantara kita..
Jazakumullah khairan katsiran.. para sahabat..
Saya sering menangis dan bersyukur ketika teringat kalian, sahabat-sahabatku disini.. yang hampir 2 tahun ini.. menjadikan hidupku makin berarti… makin lengkap.. makin dewasa.. makin mengerti… dsb-dsbnya.. Semoga Allah akan selalu menjadikan kebaikan hati kalian sebagai limpahan ridho dan barokah.. Amin



















































Amin… semoga demikian juga denganmu sahabat
Ya Sahabat.. engkau memang sahabatku yang baik…
amien,, InsyaAllah tmn2 disini bisa menjadi teman berbagi ceritanya mba yanti..
dan semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada mba dan keluarga…
Slut untuk ibu krna sudah menghbiskan wktunya untuk anak2 dan yg abk. Krna sya sndri pnya anak pnydang ds tpi sya ga bsa menemani anak sya sperti ibu. Krna sya hrus bkerja dan istri sya jg krja untuk mghidupi skluarga krna kmi bru brkluarga msh ngumpang di mertua bru pnya anak bru 6 bulan. Hmpir ga percya anak pertma kmi ds mgungkin dgan berbgi pnglaman dgan ibu wawasan sya jdi luas krna anak sya abk jg. Dn skrng sya hnya bsa bdoa pd allah ymh. Trims