Pembelajaran di Awal Bulan Syawal

September 23, 2009 by: yanti

Ramadhan sudah lewat…
Keriuhan Hari Raya Id, juga sudah mulai mereda..
Sebagian pemudik sudah kembali ke tempat tinggal mereka..

Yang tersisa..
Kehampaan, rindu, harap-harap cemas tak lagi mendapat Ramadhan..
(uhmmm… terlalu lebay mungkin yaaa)
Tapi.. ini hanya ungkapan kejujuran.

Saya tak tahu.. berapa “tingkat kelulusan” Ramadhan 1430 H ini…
Apakah saya lebih baik dari tahun kemarin… wallahu alam
Apakah saya punya kesempatan setahun ini, hingga Ramadhan berikutnya, untuk makin bermakna?

Yang Jelas… akhir-akhir ini di awal bulan Sywal, saya banyak mendengar…
Makin banyak orang-orang ahli.. Islam yang berbicara…dalam forum terbuka..
Sebagian membuatku.. terangguk-angguk.. membenarkan
sebagian lagi, membuatku.. ternganga…
mengingkari.. saya tak berani.. menyadari sangat minimnya ilmuku dibandingkan beliau-beliau
tapi.. meng-iya-kan.. saya tak mampu.. karena ini bertentangan dengan apa yang sedang saya pahami.

Contohnya.. ketika pembicaraan berkisar pada jilbab…dalam sebuah acara “open house” keluarga di stasiun Metro TV, 21 september 2009 (diulang kembali di tanggal 23 september 2009)
Saya sungguh tak paham.. ketika sang ulama mengartikan jilbab tidak hanya pakaian tertutup, tapi lebih luas maknanya… beliau mengartikan pakaian kehormatan..
Ah.. mungkin untuk orang yang telah “berilmu cukup tinggi” seperti beliau.. ini sebuah kata yang sangat tepat.. karena memang benar sehelai pakaian.. hakikatnya adalah untuk menjaga kehormatan, kehormatan yang hakiki.. karena harus mengandung nilai-nilai Islami..

Tapi.. dari cara beliau bicara.. (menjadikan saya tak paham…) seolah mengundang sebuah pendapat.. yang bisa jadi akan diadaptasi oleh sebagian pendengar… berdasarkan pemahaman bahwa boleh saja seorang muslimah tak harus menutup auratnya… jika itu dilakukan karena bukan kesadaran diri..dan jika perbuatan menutup diri ini karena adanya perintah atau anjuran dari orang lain… Artinya.. jilbab bukanlah keharusnya sebagaimana tercantum dalam An-Nisa.. atau An Nur..

Hmmm… tayangan dan pembicaraan tersebut.. menurutku…sangatlah “memancing…”

Terlebih jika saya mencoba menyadari.. pendengar.. pemirsa tayangan ini.. dari kalangan yang tak terbatas.. tua renta hingga muda belia, kaya raya hingga miskin papa.., di kota metropolis hingga ujung pedalaman, dari yang berpemahaman dalam hingga yang masih “ala kadar”nya…

Diam-diam..Saya berharap.. apa yang disampaikan oleh para beliau ini.. apakah itu tentang sikap hidup, pandangan hidup, cara bersosialisasi.. dsbnya yang berkaitan dengan umat Islam.. tidaklah menimbulkan banyak penafsiran.. harus jelas.. (agak sulit mungkin yaaa. karena dibatasi oleh waktu dan teks di dalam skenario) agar tak menjadikan umat Islam.. berada dalam persimpangan.. atau terlanjur mengambil arah yang tak sesuai.

Satu lagi.. mudah-mudahan.. para penyelenggara.. menampilkan narasumber yang seimbang… yang aliran “keras” dan aliran moderat… yang sangat “syar-i” berdampingan dengan para “praktisi”.. dsbnya.. jika belum tahu mana yang paling benar… diantara semua pendapat tsb.. jika tidak.. kaum muslim akan “tergiring” pada sebuah pola pikir yang.. bisa jadi justru akan membuat kita bergeser..

Diluar itu semua… saya kian terpacu untuk selalu belajar… mencari ilmu.. mencari kebenaran.. Saya sungguh merasa tak nyaman berada dalam persimpangan.. pendapat..para ulama.. dan pendapat yang selama ini saya tahu..At least.. saya harus tahu apa yang mendasari langkah-langkah yang saya ambil.. agar di yaumil akhir.. ketika pertanyaan itu datang… saya tak terbengong-bengong.. atau menyalahkan para ulama yang kata-katanya sempat saya catat.

Related Posts with Thumbnails
Filed under: Selamat datang

Comments

One Response to “Pembelajaran di Awal Bulan Syawal”
  1. Abdul Aziz says:

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Al-hamdulillah pagi ini bisa bertemu dengan Mbak di blog yang sangat bagus ini. “Pembelajaran di awal bulan Syawal” sebuah tulisan ringan yang menark Mbak. Sayang acara yang disebutkan tadi saya tidak menontonnya. Sang pakar tafsir itu memang sudah lama mempublikasikan pendapatnya itu dalam sebuah buku yang dikarangnya, tapi saya belum membacanya.

    Bukunya itu sudah ditanggapi oleh Pesantern Sidogiri dengan menerbitkan sebuah buku tentang jilbab yang dipermasalahkan itu.

    Kapan-kapan saya akan datang lagi.
    Kalau sempat mampir ya ke blog saya yang baru lahir sebulan lalu.
    Terima kasih.

    Salam dari Cianjur untuk seluruh keluarga.
    .-= Abdul Aziz´s last blog ..Berpuluh Tahun Belum Sampai Juga =-.

Trackbacks

Leave a Reply