Pemimpin dan Manager

June 16, 2009 by: yanti

Terinspirasi dari “Bunda Manager Keluarga” dari Ibu Irawati Istadi, saya jadi bersemangat untuk mencari tahu tentang pemimpin.

Menurut Bp. Tung Desem Waringin.. ada 22 hal pokok yang membedakan seseorang dapat dikatakan sebagai pemimpin dan keluargaManager. Diantaranya adalah : Seorang Manager terbiasa bekerja atas dasar bimbingan, selalu berdasarkan pola kerja tertentu, tidak tahu apa tujuan apa yang ia kerjakan, dsbnya.  Sebaliknya Seorang Pemimpin bekerja tanpa dasar bimbingan.., ia penuh dengan ide-ide untuk meraih hal-hal yang baru, bekerja tanpa pola karena apa yang lakukan mungkin belum penah dikerjakan orang lain, sebagai pemimpin dialah yang menentukan arah tujuan atas apa yang akan dilakukan orang-orang yang ada dibelakangnya dsbnya.

Hmmm.. Memang jika saya gabungkan pendapat Pak TDW dengan ibu Irawati Istadi, benar adanya.. Dan memang harus demikian adanya. Jika digabungkan dalam rumah tangga sakinah.. Inipun benar adanya.

Islam mengenal adanya sebuah hirarki kepemimpinan yang paling kecil di tangan keluarga inti. Ayah, bunda dan anak-anak. Ayah adalah pemimpin, Bunda adalah manager dan anak-anak sebagai anggota keluarga. Hmmm  manis ya… ideal sekali

Sayangnya seringkali hal ini tidaklah selalu manis dan ideal.. Banyak para Ayah yang tak mampu menjadi Pemimpin. Banyak Bunda yang tak mampu memanager-i keluarga. Akibatnya.. anak-anak yang menjadi anggota keluargapun tak akan dapat menjadi anggota keluarga yang baik.. (hick.. hick.. sedihnya.. karena saya pun berderet dibagian yang belum mampu ideal).

Banyak faktor yang menyebabkan..fungsi pemimpin dan manager  ini tak berjalan dengan baik. Ya.. dalam perjalanan hidup, sejak dari lahir hingga mulai memasuki gerbang pernikahan.. ada banyak kejadian, pendidikan, orang-orang yang punya kedekatan merubah jalan hidup menjauhi takdir yang digariskan. Misalnya saja.. seorang anak perempuan yang banyak bergaul dengan hal-hal yang bersifat maskulin  dapat menjadikan gaya kepemimpinan kental mewarnai sikapnya. Atau anak laki-laki yang teramat sangat disayangi oleh keluarganya, dimanjakan, tak boleh melakukan ini dan itu, melewatkan gemblengan menjadi laki-laki sejati.

Apakah ini menjadi persoalan besar??

Allah Maha Besar. Allah Maha Adil. Allah Maha Tahu. Dia sangat tahu dan adil pada apa-apa yang kita lalui.

Persoalan besar dan  utamanya bukan siapa yang telah tak berbuat benar, tapi siapa yang tak mau meningkatkan diri. Siapa yang tak mau belajar. Siapa yang tak mau membuka kekurangan diri. Siapa yang menikmati “Cangkang Emas” nya, “Zona Nyaman”nya, enggan untuk melonggok keluar.

Hmmm mengingat Keluarga dalam Islam, adalah sebuah tempat yang sangat mendasar, menjadi landasan generasi bangsa. Jangan karena ego diri.., anak-anak dikorbankan. Masa Depan dipertaruhkan. Sudah saatnya muslimin kembali meraih tapuk pimpinan. Pemimpin yang benar-benar menjadi pimpinan dalam keluarga. Sudah saatnya juga muslimah berputar haluan menjadi manager yang baik. Mengelola keluarga.. bagaikan manager handal diperusahaan kelas internasional.. Bersama-sama, bahu membahu, menjadi pijakan bagi generasi Islami berikutnya.

Semangat..

(Saya sering merasa sedih.. menyadari kini.. sebagai seorang muslimah, saya harus banyak belajar pada non muslim tentang apa itu Akhlaqtul Kharimah, apa itu Ekonomi Islami, apa itu Keluarga Sakinah, apa itu Pendidikan Berbasis Islami. Karena mereka telah melakukan dengan sangat manis jauh lebih Islami dibandingkan kita yang murni muslim sejati… Mudah-mudah fenomena ini berhenti digenerasiku.. Kita kembali menjadi “Generasi Terbaik” Amin)

Related Posts with Thumbnails
Filed under: Curhat
Tags: , , ,

Comments

One Response to “Pemimpin dan Manager”
  1. nomercy says:

    yups benar sekali … harus dimulai dari keluarga dahulu … baru ke luar …

    Insya Allah demikian adanya

Trackbacks

Leave a Reply