Pendekatan Pendidikan Multisensori (Materi Hari ke 4 Traning)
May 24, 2009 by: yantiTokoh pendidikan yang mengutamakan kekuatan indera Dr Maria montessori, (Itali 1870 – 1956) mengatakan : “Pendidikan harus disajikan dalam bentuk yang kondusif terhadap siswa melalui penginderaan”. Ini sesuai dengan pembuktiannya tentang :
30 % materi pelajaran, akan diserap siswa jika ia hanya mengandalkan pendengaran
50 % materi pelajaran akan terserap jika siswa tersebut mengandalkan pendengaran dan pengelihatan
70% materi pelajaran akan diserapnya jika ia mengandalkan pendengaran, pengelihatan, perasa, penciuman dan sentuhan.
90% materi akan terserap jika setelah mengandalkan ke 5 inderanya, sang siswa melakukan pengulangan atau pekerjaan yang berkaitan dengan materi
Sejalan dengan itu, maka kita harus benar-benar memperhatikan.. pemanfaatan indera secara maksimal. Ada beberapa cara mendeteksi yang dapat dilakukan oleh para pendidik, jika terjadi ketidak maksimalan fungsi indera.. sbb :
A. Indera Pendengaran
Cara pendeteksian yang sederhana misalnya dengan :
- Membunyikan suara dibelakang siswa (suara orangtuanya, suara bel, tepukan dsb) Perhatikan juga reaksinya jika sumber suara dipindahkan.. apakah ada ketidakĀ mampuan di telinga kiri atau telinga kanan, ataukah di kedua telinga.
- Gunakan permainan sederhana untuk mengetahui tingkat kemampuan mendengar. Misalnya dengan bisikan berantai, bicara tanpa kata dsb)
- Mencoba mengidentifikasikan.. paling tidak 9 suara yang berbeda.
Perlu diperhatikan, bahwa para ahli berpendapat, jika seorang anak yang mengalami kelainan pendengaran, dapat terdeteksi sebelum berusia 2 tahun, 80 % dapat diperbaiki. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun, hanya 20 % yang dapat diperbaiki. Jadi.. sangat penting untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran sejak dini
B. Indera Pengelihatan
Ada beberapa saran untuk pengetestan…
- Menggunakan Eye Card
- Permainan.. antar siswa..dengan penekanan untuk mengetahui sejauh mana kesamaan pengelihatan satu anak dengan anak yang lain.. dengan demikian akan terdeteksi anak-anak yang memiliki kemampuan pengelihatan lebih rendah dari siswa pada umumnya.
Karena indera pengelihatan ini, sangatlah sensitif, sebaiknya begitu pendidik melihat ada ketidak maksimalan fungsi mata, sebaiknya segera menganjurkan siswa tersebut untuk berkonsultasi dengan dokter mata.
C. Indera Pengecap
Dengan menggunakan indera pengecap, semua orang akan dapat merasakan rasa manis, asin, pedas, pahit, getir, asam, dsb.. Dalam penggunaannya indera pengecap melibatkan banyak anggota tubuh yang lain, yaitu : bibir, gusi, langit-langit, lidah, rahang, bagian dalam pipi, air liur, tenggorokan bahkan sistim syaraf ikut terlibat. Untuk mengajarkan pada ABK, kita dapat menggunakan materi yang memang memberikan sensasi rasa tersebut.. sekaligus memperkenalkan nama dari rasa sensasi yang ia rasakan.
misalnya : ABK diminta memakan sedikit garam.. dan diajarkan bahwa rasa ia rasakan adalah rasa asin. ABK diminta untuk merasakan rasa merica dan diajarkan bahwa apa yang ada dalam mulutnya adalah rasa pedas.
Jika ia tidak menunjukkan reaksi terhadap jenis rasa tertentu.. bisa saja bagian pengecap yang berhubungan dengan rasa tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Mintalah ia untuk berkonsultasi dengan dokter ahli,
Sebaiknya ABK juga diajarkan untuk menggunakan dan memilih bahan-bahan makanan yang baik, segar, bernutrisi dan tidak banyak menggunakan zat makanan tambahan yang tidak perlu. Selain itu sikap makan yang baik juga sebaiknya diajarkan.. agar ABK terbiasa untuk hidup dengan tertib dan teratur.
D. Indera Penciuman
ABK sebaiknya diajarkan untuk mengetahui dan memanfaatkan indera penciumannya. Banyak benda-benda yang membahayakan mengeluarkan bau-bauan tertentu. Dengan memberikan pemahaman yang cukup terhadap bau-bauan tersebut (mis gas elpiji yang terbuka / bocor, bau bangkai, bau lembab di dinding rumah dsb) para ABK dapat diharapkan lebih punya kemampuan untuk bertahan hidup.
Cara mendeteksi apakah ada kelainan, biasanya.. harus diberi kesempatan bagi para ABK, untuk mencoba berbagai macam bau..
E. Indera Perabaan
Pada sebagian ABK, sentuhan seringkali banyak menimbulkan masalah. Padahal Indera Peraba adalah indera yang paling luas.. karena letaknya yang tersebar diseluruh tubuh. Dan juga menjadi indera yang terkuat kemampuannya dari ke lima indera yang lain. Oleh karena itu.. jika para ABK mempunya masalah pada indera perabaan ini, apakah masalahnya terlalu kuat ataupun terlalu lemah dalam menerima sensasi perabaan, tetap saja memiliki pengaruh yang cukup besar pada kemajuan dan perkembangan dari ABK itu sendiri.
Deteksinya adalah dengan mengenalkan berbagai macam benda berstektur pada ABK. Bisa kasar dan halus, lembut dan keras, berat dan ringan, licin dan kesat dsb. Ketidak maksimalan fungsi indera peraba ini menandakan ada beberapa ketidak fungsian dari organ tubuh yang lain, seperti sistim syaraf, ada penyakit dalam tubuh (mis jika demam, seseorang tidak mampu merasakan rasa sejuk dari angin yang bertiup) faktor psikologis, serta pengaruh umur dsbnya.
Jika semua hal yang berkaitan dengan masalah penginderaan telah dapat diselesaikan dengan baik, diharapan kemampuan ABK untuk merespon dunia sekitarnya akan meningkat. Dengan demikian dapat diartikan juga kemungkinannya untuk mencapai kemajuan dan perkembangan akan menjadi lebih besar.
dari hari ke 4 training


















































