Dari Potonganan “MAJALAH WULAN” yang dipajang di “MADING” sekolah Al-Marjan.. pagi.. ini.. saya menemukan sepotong tulisan. Tulisan yang sangat mendalam buatku… cetusan hati seorang bapak yang telah beranjak uzur… Tulisan ini sempat dibacakan oleh putra-putri, cucu-cucu dan cicit dan Bapak yang Mulia… Brigjen TNI (purn) Dr H Soeparto, dihari ulang tahun beliau yang ke-85 pada tanggal 12 Pebruari 2006. Sebagai Pesan Bapak Kepada Anak.
Saya sampai sekarang belum pernah tahu…, dan mengenal… siapa beliau ini… Tapi sekali lagi apa yang tertulis disini.. bikin hati ini terenyuh… teringat… masa-masa itupun akan segera menghampiriku… Masa tua, Masa Uzur, masa saya tak lagi mampu berkipah seperti sekarang…
Jika…tidak keberatan.. saya tuliskan lagi untuk anda…
Anakku sayang,
Suatu hari bila kau melihatku udah tua dan aku belum siap menghadapinya, berabarlah.. dan coba mengerti aku..
Bila aku kotor ketika makan, bila aku sulit untuk berpakaian… Bersabarlah. ingat hari-hari yang dihabiskan pada saat aku mengajarkan hal itu padamu.
Ketika aku bicara padamu, aku mengulang hal yang sama sampai ribuan kali… jangan diganggu. Dengarkan saja. Ketika kamu kecil, aku menceritakan hal yang sama untukmu, ribuan kali, sampai kau tertidur.
Bila aku tidak mau mandi, jangan mempermalukanku dan jangan mengomeli aku. Ingat waktu aku mengejar-ngejarmu dengan beribu alasan, aku membuat supaya akhirnya kamu mau mandi.
Ketika kamu melihat kekurang pahamanku dalam teknologi baru, berilah aku waktu seperlunya untuk memahaminya dan jangan melihatku dengan senyuman mengejek.
Aku mengajarkan kepadamu berbagai hal tentang bagaimana melakukan sesuatu; makan yang baik, berpakaian yang pantas, menghadapi hidup.
Ketika pada suatu saat aku kehilangan daya ingat atau berbicara tidak teratur, berilah aku cukup waktu untuk mengingat… dan bila aku tidak dapat melakukannya, jangan panik. Yang penting bukan apa yang aku bicarakan, tetapi kepastian berada dekat denganmu dan kamu mendengarkanku.
Bila aku tidak pernah mau makan, jangan paksa aku. Aku tahu betul kapan aku perlu atau tidak perlu makan…
Ketika kakiku yang lelah tidak diperbolehkan untuk berjalan, berilah tanganmu, seperti yang pernah aku lakukan ketika kamu memperlihatkan langkah-langkah kakimu pertama…
Dan bila suatu saat aku katakn padamu bahwa aku tidak ingin hidup lagi, bahwa aku ingin mati… jangan marah. Suatu saat kamu akan mengerti..
Cobalah untuk mengerti, bahwa masa umurku kini bukanlah untuk menikmati hidup, tetapi hidup untuk bertahan.
Pada uatu waktu kamu akan mengetahui bahwa meskipun itu kesalahan-kesalahanku, aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu dan bahwa aku selalu mencoba menyiapkan arahnya untukmu.
Kamu jangan merasa sedih, marah atau tidak berdaya untuk melihatku berada dekatmu. Kamu harus disampingku, mencoba untuk mengerti dan menolongku, seperti aku membantumu waktu kamu memulai kehidupan.
Bantulah aku berjalan. Bantulah aku menjalani sampai akhir hidupku,sampai akhir hidupku, dengan cinta dan kesabaran. Aku akan membayarmu dengan senyuman dan cinta yang mendalam. Aku selalu berada untukmu
Aku sayang kamu nak.






Yah.. umur manusia siapa yang tahu…