Populeritas
June 26, 2010 by: yantiHmmm….
Bisa jadi mimpi banyak orang.
Terkenal.. kadang seiring dengan datangnya kesuksesan.., banyak “teman”.. juga kekayaan berlimpah. Siapa yang tidak ingin??? Dunia seolah takluk dalam genggamannya.
Tak ada larangan bagi seorang muslim untuk menjadi populer. Bahkan.. seharusnya.. hal itu menjadi salah satu kebisaan seorang muslim. “Bekerjalah Engkau seolah akan hidup seribu tahun, Beribadahlah Engkau seolah akan mati esok hari”.
Hmmm…
Yang jadi masalah adalah ketika kepopuleran itu sudah demikian merasuk.., seolah membius.. melupakan diri akan nilai-nilai ibadah yang seharusnya juga dilakukan secara bersamaan. Tak ada lagi keseimbangan antara dunia dan akhirat.. lupa bahwa dalam tiap detik, usia bisa habis.. nafas bisa berhenti, tak akan ada lagi kesempatan kedua untuk mengumpulkan pahala menjauhi kemungkaran.
Diakhir kehidupan yang datangnya demikian cepat, banyak orang justru sangat jauh dari keimanan.. sebut saja.. beberapa nama besar yang hancur karena dunianya.
Alhamdulillah…Allah Maha Kasih.., Dia selalu punya cara untuk mengingatkan hamba-hambaNYA. Yang sedang populer, yang sedang bergelimang cahaya, sebagaimana yang telah IA lakukan pada Bang Pe-peng.. (Jari-jari).. Dewi Yull.., Gito rollies dsb bahkan mungkin saat ini, kita juga termasuk dalam deretan orang-orang yang sedang disayangi Allah. (Amin) Ketika dunianya sangat terang.. dengan limpahan cahaya dunia.. ketika kebahagiaan tak terperi sedang menghampiri… kita diberiNYA sedikit “tepukan lembut”.. untuk membuat kembali menoleh.. melihat jalan lain yang juga harus dilaluinya. Jalan Allah… Subhanallah… (Maaf bukan saya bersyukur karena mereka mengalami kesulitan. Tapi.. saya bersyukur.. dengan bang pe-peng.. dengan ibu dewi yull, dengan bang Gito.. yang subhanallah.. menjadi tauladan masa kini.. untuk berani “kembali” ke jalan yang seharusnya dilewati. Yang (masya Allah) belum tentu sanggup kita jalani)
Dan.. dengan kasihNYA.. tepukan itu.. akan teruss berulang dan berulang. Kadang diberikan dengan lebih bertekanan, hingga kita merasakan “sakit”. Kadang dengan sangat lembut.. dengan tambahan pelukan kasih.. Tujuannya tetap sama.. mengingatkan.. mengajak berpaling kembali ke jalan Allah. Subhanallah. Sungguh beruntung.. kita sebagai hambaNYA.
Hanya saja.. tak semua orang mampu menerima cinta kasihNYA… ada yang menolak.. ada yang mengabaikan.. ada yang justru marah dikasihi. Masya Allah..
Populer.. memang begitu dalam biusannya. Membuat banyak orang menjadi kecanduan dan tak mampu melepaskan daya pikatnya.
Yang sedikit.. yang mampu mengendalikan kepopuleran menjadi bagian yang seimbang dengan ibadah.. yang peka terhadap kasih sayang Allah.. adalah orang-orang yang sangat beruntung.
Lebih beruntung lagi.. walaupun ia populer.. ia tetap selalu dalam koridor yang benar.. dalam jalan yang Allah ridho-i… Haaa?? Benar kan???
Al Quran : (9) At Taubah : Ayat 112
Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. (QS. 9:112)
Kalimat Allah adalah benar, tak perlu diragukan dan tak ada keraguan didalamnya.
Yup.. kepopuleran… tak kan membuat gentar untuk diraih oleh.. orang-orang yang yakin.. yang selalu mawas diri.. yang selalu berusaha untuk menyeimbangkan.. dunia dan akhirat



















































