Program Wajib Belajar 9 Tahun dan Gratis
June 21, 2009 by: yantiHmmm… Pak Mentri Pendidikan lagi sibuk mensosialisasikan.. tentang Program Wajib Belajar 9 Tahun.. diembel-embeli dengan gratis lagi… Hmmm… membuat hati para orang tua menjadi bahagia. Kecuali orang tua ABK…
Saya tidak tahu apa yang akan beliau sampaikan.. jika ABK.. sesuai umurnya, sebagian harusnya dimasukkan dalam kategori Wajib Belajar 9 Tahun.. ternyata tidak mendapatkan kesempatan itu… Yah.. jangankan yang namanya gratis.. mendapatkan kesempatan untuk memdapatkan haknya saja.. sulit.. Ya toh??
Yup.. saya juga paham.. jika sebagian pemerhati dan pendidikan akan mengajukan berbagai macam alasan pembenaran.. semisal: ” ABK seringkali belum siap untuk ikut rutinitas sekolah” atau “ABK butuh penanganan khusus yang tidak semua sekolah mempunyai kemampuan untuk memberikannya”. Yang kadang teramat menyakitkan adalah.. kalimat “kami sedang membenahi untuk anak-anak normal dulu, baru kemudian akan melangkah pada pemenuhan kebutuhan ABK”.. Hmmmmm
Kalau saja ada pemerhati dan pendidik yang mau mendengar.. saya ingin menyampaikan pendapat saya bahwa :
1. Benar dan tepat semua alasan diatas.. (walaupun tidak menyenangkan saya pun setuju dengan kebenaran dan ketepatan alasan tersebut)
2. Sebenarnya.. mengingat kemajuan perkembangan pendidikan dan pemahaman akan kebutuhan ABK terbaru, saya justru lebih tertarik jika para ABK memiliki wadah yang jauh lebih bermanfaat untuk mereka ketimbang sekolah formal biasa. Ya.. dengan hanya 10 % keberhasilan dunia pendidikan formal memfasilitasi mereka (dari Bp. Ciptono, Kepsek SLB Semarang) saya menyarankan.. sekolah/ tempat pendidikan non formal akan mengambil alih tugas ini.. (see : Hee Ah Lee lebih dulu menguasai bermain piano, sebelum kemudian belajar calistung) Jika lembaga pendidikan non formal mendapatkan pengakuan (legitimate) yang setara dengan sekolah formal, saya yakin.. 100 % yakin.. kemungkinan ABK berhasil lebih besar, Ketertekanan lembaga sekolah formal atas perintah untuk wajib menerima ABK dapat dikurangi. Yah.. semuanya akan mendapatkan solusi yang bagus…. Orang juga akan menurun minatnya pada “perebutan bangku sekolah”…
So.. kapan bisa dimulai ya… memberikan kesempatan setara untuk ABK. (pls.. setara artinya sama dan sesuai dengan kebutuhan ABK, bukan pemaksaan..)
Ayo dong pak Mentri… Kami menunggu dengan sepenuh hati…
Jazakallahu khairan katsiran



















































Insya Allah… tak ada kata tak tercapai jika kita mau sungguh-sungguh.. Allah Maha Pemberi atas segala permintaan kita… I beleive that 100 %
Wuuuhh… heibat… mudah-mudahan semua propinsi juga akan melakukan hal yang sama segera…
Ah.. itulah.. menjadi pemimpin memang gak gampang…
Kadang banyak yang PD.. siii… gak punya kemampuan tapi.. berani mencalonkan diri sebagai pemimpin..
atau GR di dorong-dorong orang sekitarnya ya… he he he
Gitu memimpin.., ada kekacauan.. ah… yang kemarin mendorong.. segera ganti posisi menjadi penghujat nomer satu… kasian kan???
Itulah.. yang sering bikin saya tercenung… betul benar-benar betul engkau sahabat.
Gratis.. tapi berkualitas.. dan mengena pada pihak yang betul-betul membutuhkan.. (mestinya)
Insya Allah.. berjuang tanpa henti ya.. sahabat
Betul..
Sekarang banyak betul lebelnya, SSN, SSI, SBI ST, sekolah umum dll..
Isinya.. makin dalam menguras kantong ortu.. makin dalam mengkotak pemikiran pelajar…