Proses Pembelajaran Hidup

April 23, 2009 by: yanti

Siapa yang sanggup jujur???
Siapa yang hari ini tidak berbohong??
Siapa yang suka jujur???

Hmmmm…

Kalimat-kalimat diatas… sering dijadikan kalimat pembuka acara “MORNING JURNAL”.. awal proses pembelajaran di sekolah anak-anak (he he he… ketahuan.. kalo suka “nguping” di kelas… hi hi hi….)

Emang jujur aja… ini kalimat yang enak diucapkan… mudah dijawab… (jawabannya… pasti koor panjang,… dari anak-anaka ini…. “saayyyaaaaaaa buuuuuuuu”) Kenyataannya… ternyata semudah itu…
Anak-anak diusianya yang masih belia… sudah mulai belajar untuk berbohong.. fakta.. agar keinginan atau tujuan mereka tercapai… Yahhh… ini hal yang alami…. Yang tidak alami adalah… ternyata.. kita sebagai.. seseorang yang.. lebih tua., punya kewajiban untuk menjaga dan mengajari anak-anak belia ini…(+ pendidik bagi diri sendiri juga)  untuk tidak berbohong, sering tanpa sadar.. justru kita justru bertindak sebagai pengajar kebohongan… (WAAH?????) termasuk mengijinkan diri kita sendiri untuk berbohong (alaamaakkkk…. astaghfirullah)

Coba saja simak kalimat-kalimat dibawah ini?
1. Nak nanti kalau ada tamu.., bilang ya… ibu sedang tidak ada dirumah.., (ini karena kita sedang merasa tidak nyaman menerima tamu… *Psssss dengan berbagai alasan*)
2. Ibu lagi gak punya uang nih… jangan beli mainan ya… (Tapi.. gak lama sang ibu… membeli tas baru yang harganya… luuumaaayan mahal)
3. Kalau gak mau makan, nanti… nanti ayamnya mati… (Wah????)

Melihat 3 kasus diatas…buatku… (berdalih…. mode on) juga jadi dilema. .. kalau saya bicara jujur… usia anak, sering belum mampu mengolah menyaring atas informasi yang saya berikan…Atau.. tak jarang saya juga terikat pada waktu yang  terbatas…

Menurut sang ahli pendidikan… dalam situasi seperti diatas.. kita harus tetap meletakkan nilai mendidik diatas.. dengan menghindari terjadinya peristiwa itu. Atau.. jikapun toh terpaksa (berdalih mode on..) tetap harus memberikan penjelasan, segera  ada ruang waktu yang cukup.. walaupun ini akan menghadirkan sebuah diskusi berkepanjangan…. (Uppppsss… capek ya….)

Kata sang Ahli juga tentang Proses mendidik…, awalnya adalah menentukan tujuan pencapaian…. kedua memberikan informasi yang sejalan… kemudian.. mengawasi dan mengarahkan proses penyerapan informasi ini… keempat mengevaluasi sampai sejauh apa.. pemahaman akan informasi dengan memberikan tes… kelima adalah selalu memantau.. agar informasi ini tidak terjadi penyelewengan.. dalam proses pelaksanaannya… termasuk didalamnya setelah melalui proses inovasi dan improvisasi. Dengan demikian…selayaknya kita sabar dalam melalui setiap tahapan Proses Pembelajaran Hidup ini… (Heee saya ini memang termasuk dalam bagian manusia yang kuuurraaang sabar .. suka grusa-grusu…) Sabar… dari awal tahapan hingga tahapan akhir…

Sistim Instan.. yang kini begitu diagung-agungkan… hanya mengenal.. proses pembelajaran hidup ini hingga tahapan kedua pemberian informasi.. lalu meloncat pada proses pemantauan…. proses diantara kedua proses ini dilepaskan pada terdidik… untuk melakukan sendiri… istilah kerennya … adalah belajar mandiri…. (hmmmmm)

(jujur… ini adalah sebuah ilmu… yang saya dapatkan ketika mendidik putriku Aini…, di kedua anakku yang lain… sabar (mode on)  ini saya tidak dapat .. Yah..banyak hal yang otomatis.. dapat langsung dikuasai… oleh kedua anakku yang lain tanpa saya harus banyak campur tangan… Dengan Aini… hal paling sederhana…perlu waktu laaammmaaa Alhamdulillah ya Allah… Engkau Sungguh Maha Tahu.. bahwa saya memang butuh SABAR)

Kenapa sihhh mesti sabar????

Dalam menikmati proses… seorang terdidik.. mendapatkan banyak situasi yang dapat mempengaruhi daya serap, analisa dan pemahamannya… misalnya saja… ketika ia diajarkan untuk memberikan alasan “tak masuk akal”… (ibu bilang… ibu tak ada dirumah.. pada tamu yang datang, tetapi.. sejatinya ibu ada dirumah… (Bingung mode on) hmmmm ) ia akan berusaha untuk mencari “missing link” dalam pemikirannya dari kebingunannya… akhirnya… bisa saja… ia akan berpikir…
1. bahwa ibunya.. tak punya nyali…
2. bahwa.. ibunya.. seorang pembohong..
3. bahwa berbohong boleh saja dilakukan..
4. bahwa..tamu tak perlu dihormati kedatangannya…
Alhasil…dengan banyak situasi… bisa jadi.. salah satu dari informasi diatas.. akan dipilihnya sebagai jawaban terbaik (karena tak ada penjelasan untuk membantunya memilih informasi) dan menjadi bagian dari kepribadiannya…

Ini juga yang membuat saya tersadar… bahwa menjadi orang tua.. termasuk diantaranya.. orang tua di lingkungan tinggal, orang tua kandung.., guru.. yang menjadi orang tua, bahkan para “tetua” dalam hirarki pemerintahan…  tiap detik dalam hidup ini… kita bagaikan berada dalam sebuah.. kotak “efek domino”… (haiiyaaa… saya sangat suka melihat permainan ini…. beberapa orang, berhari-hari… membuat bentukan yang melibatkan… ratusan.. bahkan jutaan.. domino… diakhir masa… mereka akan bersama-sama… merobohkan.. domino pertama…. Voila….. permainan segera berlanjut… tiap domino yang jatuh… akan menyenggol serta menjatuhkan domino berikutnya… DAN… jadilah… sebuah lukisan yang baaaggusss) Apapun yang kita kerjakan…, seremeh apapun..  sama dengan kita ikut menyumbangkan sebuah kartu domino.. dalam permainan ini…. Jika kita kompak… dan mau “rendah hati” menyatu… pasti apa yang kita kerjakan akan menjadikan permainan ini sebagai sebuah keselarasan yang harmoni…

Ternyata… jaaaraaaang terjadi… Keseragaman dan kesatuan seperti ini….

Gak papa siiiihhh….Ini alami…
Sebaiknya ini tidak dipandang sebagai hal negatif… nyantai aja….Ya TOOOH????

Dalam hidup kita akan selalu berinteraksi dengan berbagai macam type manusia dan persoalan…. Dan
inilah memang yang menjadikan Proses Pembelajaran Hidup ini.., menjadi sebuah Proses yang sangat dinamis..,.menantang.., selalu membuat kita harus terus.. ikut juga berimprofisasi serta berinovasi.. untuk berusaha menjadi seorang pendidik yang baik…

Masalah yang berkaitan dengan kemampuan kita sebagai pendidik…dalam Prose Pembelajaran Hidup ini.. Berbuat kesalahan misalnya…Please…….Tidak perlu kita “nikmati” perasaan merasa tak mampu ..yah namanya juga manusia… gudangnya salah.. Lalu… jika terasa Capekkkk…. (wajaarr lahhh)…  Sebaiknya ada orang-orang yang dapat dijadikan patner untuk mengisi saat kita lelah… (orang tua, suami, istri, tetangga, pembantu saudara dsbnya) Tapi… (ini yang sebaiknya dipegang) gak boleh gak semangat..  Harus.. selalu berusaha mencari cahaya…penyemangat… walaupun itu hanya… seberkas cahaya…  Gambate…

Lahhh… kalo sedang “LETOY” bagaimana…????

Saya biasanya… Diaaammmm dulu… dan… ngadu sama yang “DIATAS”… terus… baca…. (Ayo.. budayakan membaca).. banyak yang bisa dibaca… koran.. tabloid.., buku-buku  religi… buku-buku yang bertuliskan tentang pengalaman diri… Masih mentok juga…. keluar rumah… pasti ada… sahabat-sahabat yang sedikit kurang beruntung… We learn.. from them…. Banyak loooo yang bisa dipelajari dan diambil saripatinya.. jika kita merasa “lebih beruntung”

Kedua…. Hal yang juga banyak membantu adalah…catatan… (Ups…. ini saya dapat dari suami tercinta… yang sangat raaajjjiiinnn bikin tulisan..  Jazakallallu ya…. Bang)

Jika kita mau mencatat… kita bisa melakukan… pembacaan ulang… Halaman demi halaman… perjalanan, perjuangan hidup…. Akan ada pemahaman… bagian mana yang ternyata telah “menghasilkan”… bagian mana yang masih “berjalan ditempat”… bagian mana yang harus dievaluasi lagi… Yah… lumayan loooo… bikin semangat… karena ternyata.. kita bisa melihat bahwa perjalanan dan perjuangan hidup ini tidaklah sia-sia… begitu saja… dengan adanya sebagian pencapaian… betapapun… kecilnya keberhasilan ini…

Ketiga… sahabat-sahabat (seperti anda-anda ini semua…. Alhamdulillah ya Allah…) yang sejati, yang sejalan.. yang mau tulus… Mereka adalah harta tak ternilai… salah satu dari Sumber Proses Pembelajaran Hidup… Dapat saling mendukung dan mengarahkan.. dijalan yang sama… Hmmm jadi semangat lagi deeehhh

Yah… proses pembelajaran hidup… memang sebuah proses yang tidak dapat dibatasi oleh apapun… Penilaian keberhasilan Proses Pembelajaran hidup ini… juga sangat kabur… jika kita menggunakan penilaian.. duniawi.. Sangat tergantung pada lingkungan dan siapa yang menjadi jurinya….apapula referensi yang digunakan untuk standrat penilaian… (sebagian mengidentikkan keberhasilan dengan kedudukan tinggi, sebagian dengan harta berlimpah, sebagian dengan berketurunan,.. sebagian dengan behavior baik… dsbnya)

Oya… Karena saya gak suka  capek-capek…. sebagai pendidik… (baik untuk diri sendiri dan orang lain) saya juga gak suka repot-repot… bikin target pencapaian ataupun rencana pencapaian ataupun merancang.. proses pembelajaran hidup sendiri…. Saya lebih suka untuk ikuuuuttt aja.. proses baku yang sudah ada dan selalu UP-TO-DATE sepanjanmasa…. Iya… yang sudah terpampang dengan jelas di Al-Quran dan Al Hadist… lengkap dengan untuk solusi saat ada masalah …Gak percaya????? Coba baca. deee.. ..

Yah… kalau kesalahan dalam mendidik si…. sekali lagi… saya masih dalam kelompok manusia yang punya segudang kesalahan…. (Weiiit…. berdalih lagi) saya gak takut kok salah…. saya lebih takut… tidak mampu memperbaiki diri setelah saya tahu kalau saya salah…. (hiiii…. saya masih seriiiing nih…. gak mampu lebih baik dari kemarin…. aduuuhhh menakutkan)… dan yang lebih menakutkan lagi… ternyata waktuku untuk memperbaiki diri… sangat tak terduga habisya (hiiiiii)…  Alhamdulillah… Allah sebagai DIA YANG MAHA TAHU DAN KASIH… memahami kesalahanku.. banyak memberiku ampunan… banyak memberikun kesempatan.. dan tidak melihat tindakanku sebagai sebuah penilaian harga mati… tetapi lebih pada penilaian atas perjuangan… (Hmmmm legaaaa… alhamdulillah)…

Jadi… siapa takut dengan Proses Pembelajaran Hidup??? Siapa Takut untuk jadi pendidik??? termasuk untuk mendidik diri sendiri???? Yooo… bergabung dalam bagian “PROSES PEMBELAJARAN HIDUP”…. Lagi dan lagi.. setahap dan setahap.. salah dan berhasil.. menang .dan kalah… terusss berusaha dan berjuang tanpa henti…hingga maut menjemput… Insya Allah…

(Tulisan ini saya dedikasikan… pada seluruh pendidik.. terutama pendidik anak-anak berkebutuhan khusus.. yang proses pembelajaran hidupnya… jauh-jauh lebih menuntut tantangan dan kesabaran bagi para pendidiknya…. Please… please… )

Related Posts with Thumbnails

Trackbacks

Leave a Reply