Raport Yang Indah

June 19, 2010 by: yanti

Tak pernah sekalipun berani terlintas dalam pemikiranku.. akan ada raport, laporan hasil belajar yang sangat-sangat sempurna, nyata.. seperti yang kini ada ditanganku. Bertahun-tahun saya membayangkan.. mengupayakan, mengimpikan raport tersebut. Bertahun-tahun saya pun menemui kekecewaan.. karena raport yang saya terima hanya deretan angka.. atau kalimat-kalimat klise yang  tidak menggambarkan sosok anakku disana. Kekecewaan itu bertambah.. ketika pertemuan mengambil rapot tersebut.. di”imbuhi” dengan sikap sang guru.. yang seperti lupa.. yang mana anak yang namanya tertera di buku rapot tersebut… Haaalllaaahhh… (kadang saya coba memaklumi dengan.. “muridnya banyak.. pasti susah mengingat satu demi satu”)

Alhamdulillah kini semua impian terwujud.. (Itu sebabnya ya.. mimpi tak pernah boleh lepas dari pemikiran kita… sebagai motivasi.. sebagai arah langkah.. yang bisa saja terkabulkan. Amin)

(Untuk 2 anakku yang lain… saya masih cukup bersyukur.. karena kemampuan mereka cukup.. sehingga ada banyak hal yang bisa mereka lakukan otomatis.. tak perlu banyak bimbingan tak perlu banyak persiapan dan analisa.. Setiap tahapan kelas dapat mereka lalui..  tanpa ada IEP.)

Aini.. She’s diffrent, the spesial one.  Hal-hal yang terlihat sederhana dan otomatis dapat dilakukan oleh anak-anak sebayanya.. ia harus menempuhnya dengan penuh upaya.. dengan banyak bimbingan.. dengan pengulangan yang tak henti-hentinya. Betul-betul butuh “pegangan” yang terstruktur dan tercatat detail. Tanpa itu.. sulit membayangkan ia akan bisa memahami pelajarannya.

Sejujurnya awal tahun ajaran kemarin.., saya sudah cukup kagum dengan sodoran IEP (Individual Education Plan) milik Aini. Rencana pelajaran yang khusus dibuat untuk aini. Dengan mendasarkan pada kemampuan dasarnya, kelebihannya, kekurangannya juga expectation terhadap kemajuan Aini. Kemudian IEP semester tersebut.. dipecah lagi menjadi rencana bulanan… dan laporan pencapaian diakhir bulan.. AAhhh.. sekarang.. Raport yang sempurna.

Salah satu contoh dalam IEP, materi”Menusukkan sedotan di kemasan gelas air mineral”.. berbulan-bulan..(hicks hicks)… dengan penuh upaya.. dariku, aini juga gurunya.. berusaha memfasilitasi tercapainya materi tersebut. Alhamdulillah akhirnya.. setelah bulan ke-3.. she passed it.. alhamdulillah.. Kunci keberhasilan ini ternyata.. “menusukkan sedotan dengan menahan ujung atas sedotan menggunakan jempol” (agar tidak terdorong keatas.. ketika sedotan tersebut ditekankan ke tutup plastik gelas mineral) dan tidak menembus tutup plastik gelas kemasan air mineral, sebagaimana seharusnya) Satu lagi.. “harus dengan posisi Aini berdiri”.. agar kekuatan cukup tertumpu ditangannya. Bisa dibayangkan… rumitnya.. “lolos materi”  ini, untuk Aini.

6 Bulan ini… materi yang Aini pelajari cukuuuup banyak. (jangan samakan dengan anak normal.. ) mulai dari belajar mencuci muka.. berkomunikasi 2 arah.. menggunting mengikuti garis, melipat.. hingga berkenalan dengan kompor masak..ataupun menggunakan transporatsi umum. (lebih dari 20 item) Yang lebih mengagumkan…dalam rapot tsb.. setiap materi.. dibuatkan laporan tersendiri, dalam halaman demi halaman!!! Plus.. penjelasan kongkrit. Baik hasil karya maupun foto aktifitas.. Subhanallah… Semuanya terangkum dalam satu clear file tebal…

Membaca tulisan disana, saya jadi sangat mudah memahami Aini.., bagaimana dia belajar.. apa yang dijadikan tujuan dari setiap materinya, bagaimana proses pembelajaran itu berjalan, lengkap dengan kendala dan jalan keluarnya, alat-alat bantu yang dipakai (sebagian besar materi menggunakan alat-alat lumrah.. yang biasa ditemui sehari-hari.. di rumah, di jalan.. dilingkungan yang ada). Subhanallah.. Orang tua juga mudah melakukan pengulangan materi dirumah.

Saking senengnya… saya sempat memperlihatkan raport Aini (he he he.. tipikal.. mak-mak banget) ke seorang trainer.. pengasuhan anak. (Beliau adalah satu dari sumber pemahamanku dalam mendidik anak-anakku) Dan… si Ibupun melihat dengan kekaguman luar biasa lembar demi lembar kertas yang ada di “clear file” tsb… Beliau katakan.. ini raport yang hebat.. ini adalah materi-materi yang benar-benar dibutuhkan anak-anak untuk pendidikan dasar. Pun untuk anak-anak normal. Bukan materi yang sekarang banyak “dinikmati” anak-anak pada umumnya dalam program kependidikannya, yang lebih menitik beratkan hanya pada kemampuan akademis.

Subhanallah…

Dari lubuk hati yang paling dalam.. saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Ibu Adriana Ginanjar, Ibu Dyah Puspita, Ibu Diana, Ibu Novi, Ibu Gilang, Ibu Wanti, dan… ibu-ibu guru yang lain..yang bertugas disana. “Mandiga” Sekolah khusus Autism Tanpa ibu-ibu semua.. Aini tak kan melewati proses pembelajaran semester ini dengan baik. Mudah-mudahan di semester depan, Aini akan makin berkembang…. Amin

Note : Hari ini, 4 juli 2010, Saya mendapatkan koreksi dari ibu Ita, (terima kasih bu untuk koreksinya) bahwa, Mandiga tidak menggunakan kurikulum SLB-C tetapi kurikulum yang mendasarkan pada IEP (Individual Education Plan) yaitu program pengajaran dan pendidikan yang mengacu pada masing-masing individu. Dengan demikian tiap-tiap murid yang bersekolah di Mandiga, mendapatkan program yang berbeda.

Untuk itu, saya memohon maaf telah menuliskan hal yang tidak tepat tentang sekolah Mandiga. Dan saya telah menghilangkan serta merubah semua tulisan saya (diatas) yang menggunakan kata-kata tersebut. Mudah-mudahan dapat dipahami oleh semua sahabat yang membaca disini. Dan untuk kedepannya, mudah-mudahan akan banyak kemajuan yang dapat diraih Mandiga. Amin

Dan dari lubuk hati yang paling dalam, saya juga berharap.. apa yang Aini dapatkan di Mandiga ini, akan juga didapatkan oleh begitu banyak anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.  (siapa tahu akan banyak studi banding diantara semua lembaga pendidikan) Berharap.. banyak kemajuan bisa dicapai bersama..  Amin..

Related Posts with Thumbnails

Comments

One Response to “Raport Yang Indah”
  1. Djoko Kriswanto says:

    membaca tulisanmu diatas membuat aku trenyuh dan salut atas keteguhan mu, semangat mu untuk mengemban amanah… Tetaplah berdoa dan berjuang.. jangan pernah sedikitpun mengeluh atau berputus asa…
    Yanti, koncoku esde… kami semua bangga memiliki sahabat seperti dirimu… semoga apa yang telah kamu buat bisa menjadi pencerahan dan hikmah bagi kita semua.. Amien.
    tetap semangaaaaat..

    Djoko
    Rig Trident IX
    Blok Bulu – Laut Jawa.

Trackbacks

Leave a Reply