Saat putus asa…
April 3, 2009 by: yantiBaru saja saya baca bukunya mbak Nadia.. tentang “The Real Desperate Housewifes”… mengulas tentang saat-saat yang penuh dengn keputus asa-an.. dari para ibu rumah tangga…
Komentarku….. Ha ha ha…. ini baru buku yang menginjak bumi…. bagus..
Sering orang menafikan saat-saat ini, dengan melakukan “penipuan” bahwa saat-saat ini tidak pernah hadir dalam diri mereka.. alasannya.. malu.. atau gengsi.. sebagai ibu/ muslimah/ istri yang baik tidak seharusnya hal ini mereka rasakan.. TABU.. PAMALI… hmmm
Buatku.. mustahil.. kita sebagai manusia/ muslimah/ ibu/ istri.. tak punya masa-masa yang sangat menyedihkan.. dan bikin hati ini terpilin… Kalimat… “Menikah adalah happily for ever and after”.. hanya penghibur… (walah… sinisme…) Hidup ini bagaikan.. perjuangan mencapai puncak gunung… ada lembah yang harus.. dituruni… ada jurang yang harus dilalui… juga ada gunung nan hijau yang harus di daki…
Manusiawi jika ada saatnya… seolah-olah.. kita ada di ujung pengharapan… semanusiawi jika kita merasa sedang mendapat sejuta bintang dipangkuan…
Justru rasa.. tak berdaya inilah.. yang membuat kita terbuka mata dan hati.. bahwa memang ada Allah yang mengatur segalanya… yang membuat kita terpuruk dan tersungkur menanti uluran kasihNYA… mengusap perih dihati.. Dan disaat kita jaya.. rasa ini akan mudah kita munculkan… dengan demikian.. kita akan selalu punya rasa syukur.. Allah… berkenan memberi kita setitik bahagia…
Semakin kita menolak.. apa yang seharusnya kita rasakan… pedih itu… sakit itu.. takut itu.. kecewa itu… lelah itu… semakin kita tak mampu paham akan kehadiran Allah yang penuh kasih…
Siapa sih… yang gak punya komplain tentang pasangan hidup??? Kecewa dengan tingkah laku anak-anak??? Atau.. berbeda pendapat yang menggigit dengan ipar/ saudara???
Wah… kalau ada… yang gak pernah punya rasa demikian… saya malah curiga nih… jangan-jangan ini memang jenis manusia yang “gak punya feeling”… he he he…
Jadi… syukur.. dan berusaha menjadi moment keputus asaan sebagai awal melangkah adalah kata yang tepat mungkin ya… jika kita menghadapi itu….
Ya… siapa takut dengan putus asa????
Muslim yang beriman adalah manusia-manusia yang selalu bahagia… jika mendapat musibah ia akan berpasrah dan bersyukur mendapat anugrah ia akan bersyukur dengan mawas diri.. semuanya tetap dalam memuji namaNYA


















































