Saya.. sang Muslimah.

July 28, 2009 by: yanti

Duduk ditepi aliran sungai…
Memandang air yang mengalir..
Mengingatkan ku akan Jaman yang sudah demikian maju…
Segala hal berputar dan berganti dengan sangat cepat.
Bagaikan berada di dalam aliran air sungai yang sangat deras.

Jaman Modern ini.. memberikan pilihan pada saya sebagai muslimah.

Pertama… ikut arus..
Berada dalam kecepatan yang sama dalam aliran.. menjadi bagian dari aliran.. Berenang-renang didalamnya menikmati segala apa yang ada dalam aliran air.. nikmat atas kebaikan yang ada, juga menjadi bagian ketika air menjadi keruh dan berpotensi meracuni. Ya saya akan menjadi bagian dari Kemodernan itu… Melahap habis apa-apa yang berlabelkan kemodernan.. larut dalam “Live Style” yang sangat gemerlap.

Kedua.. Mempunyai pijakan kuat..
Berdiri menghujam kedasar sungai. Tetap tegak. Bagaimanapun air,.. deras.., air bah.., air tenang.., keruh, jernih..apapun.. ia tetap tegak disana… Tak terbawa arus, tapi menjadikan arus sungai sebagai pemenuhan kebutuhan dengan apa yang dimilikinya.. (ikan, tumbuhan air, air sungai, tenaga air dsbnya) dan menjadikan makin kuat berdiri karena terus terlatih untuk tetap tegak. Mestinya, Saya akan tetap demikian, teguh dalam pendirianku.. berdiri tegak disini.. menerima segala cerca dan makian karena “pilihanku”..Tegak dialiran sungai yang deras, mengumandangkan kecintaanku pada Islam.. Memilih Islam sebagai Live Styleku.. Bangga akan keIslamanku.. Menjalankan sepenuh hati.. Aturan dan arahan Islam

Ketiga. Ketika.. kaki tak mampu kuat berpijak.., tapi juga tak mampu mengikuti aliran. sesekali saya akan terbenam…, terhujam kedasar sungai, atau sesekali saya mengapung dipermukaan terbanting kekiri-kanan.. tertabrak benda-benda yang ada disana..
Begitulah…Saya hanya dapat bersikap 1/2-1/2… 1/2 mengikuti dan.. 1/2 lagi mencoba untuk berdiri…terantuk-antuk dengan benturan kepentingan semu.. nafsu sesaat.. tergagap-gagap mencoba bertahan pada kebenaran yang tak saya ketahui dengan tepat…

UFF……

Sedih… menyadari.. jujur.. nyata… saya yang mengaku.. memilih pilihan kedua.. “Mau Berdiri Tegak dengan Kaki menghujam kuat”.. ternyata masih saja ada di posisi 1/2 dan 1/2. Yah… saya hanya nyaring berkata… saya akan tegak.. padahal…pada kenyataannya saya yang belum memahami ilmu untuk berdiri tegak, terhuyung-huyung berdiri disana. Menahan derasnya aliran kemodern yang jujur belum saya ketahui bagaimana menghandlenya…

Sedih saya akui..,pemahamanku akan Hukum Allah sangat terbatas… Langkah-langkah Idolaku, yang Mulia Nabi Muhammad saw, yang harus kuikuti.. belum kulaksanakan sepenuhnya.. Dan.. yang teramat parah.. saya terus saja mengeluh… meminta IA berikan kemudahan dan pertolongan… untuk hal-hal yang belum juga saya mulai…

YA Allah.. dengarkan permohonaku,  Jika Engkau berkenan.. saya berharap  Engkau tidak pernah membiarkanku  mengatur kehidupanku.. biarpun hanya sepersekian detik.. tanpa sekalipun Engkau memberikan arahan… Bagaimanapun juga, tiri ini hanya makhluk hina yang selalu sombong.. gegabah dan merasa paling tahu

Semoga sebelum usia ini habis… sebelum sampai diujung perjalanan hidupku.. saya masih sempat tegak disana… Dialiran sungai yang deras.. Sungai kemodern..

Related Posts with Thumbnails

Comments

2 Responses to “Saya.. sang Muslimah.”
  1. racheedus says:

    semoga Allah memperkenankan doanya.

    Amin… Amin.. jazakallahu akhii

  2. dewi says:

    Assalamu’alaikum Mbak…salam kenal…..baru sekarang saya berani ikut berkomentar, padahal blog mbak…sudah jadi bacaan wajib saya, sebagai pencerah hidup, penyemangat dikala saya mulai merasa jenuh akan hiruk pikuk dunia ini.

    Wa’alaykumsalam warrahmatullaahi wabarakaatuh..
    Alhamdulillah… ahlan wa salam ukhti… selamat datang sahabat(pr)ku
    terima kasih untuk kepercayaan yang kau berikan.. semoga akan membuka pintu kebarokahan untumu

Trackbacks

Leave a Reply