Selewat EXPO Autisma Indonesia

April 28, 2010 by: yanti

tulisan-nuhaHingar bingar EXPO sudah berlalu

Yang tersisa.. pastilah lelah para panitia (buu, paaak.. mudah-mudahan amal ibadahmu akan mendapatkan limpahan kasih dariNYA).  Plus setumpuk pekerjaan penutupan..

Saya hanya bisa bilang.. bahwa tanpa panitia-panitia handal.., ibu-ibu dan bapak-bapak yang penuh pengabdian, tanpa pamrih, yang tak bisa kusebutkan satu persatu.. pasti acara ini tak pernah ada. Saya hanya bisa bilang saya mewakili anak-anak penyadang autism, orang tua anak-anak penyandang autism dan semua pihak yang punya banyak perhatian pada autism “Terima kasih yang tak terhingga”..  Kami semua  tak kan pernah ada di “level sekarang ini”, tanpa upaya keras mu.

Ada beberapa cerita yang sempat di”ukir” di sana..

* Pameran Karya Anak-anak Penyandang Autism yang luar biasa.. dari lukisan hingga goresan yang sarat makna. ( Ada yang terjual looo… salut yaaa.. untuk mas Ikhsan..)

* Penampilan mereka dengan musik dan olah suara.

* Juga secuil cerita, tentang seorang anak penyadang autism berumur 12 tahun, yang sempat mengalami tantrum. Alhamdulillah dapat tertangani dengan baik. Sempat berkonsultasi dengan ibu Dr Melly dan telah mendapat rujukan untuk pemulihannya.

Perjalanan memang masih sangat panjang. Pengakuan “keberadaan” anak-anak autistik sejajar dengan anak-anak yang lain masih perlu diperjuangkan. Tekad itu yang sangat dalam keluar dari lubuk hatiku.. untuk tak kan pernah mau menyerah.. apapun yang harus kuhadapi… (meskipun sambil berjalan.. airmata terus mengalir.. lelah tak lagi dirasa..). Meskipun saya tak ada dijajaran para bapak dan ibu hebat penggagas dan pelaksana EXPO Autisma Indonesia. Meskipun saya hanya membuat langkah-langkah kecil tersaruk-saruk bersama putri kecilku.

Benar-benar tepat apa yang digambarkan oleh ibu Heni, Ibunda Osha, dalam bukunya “Menembus Badai”..  Berjalan bersama anak autistik.. seolah menembus badai gurun yang pekat, tak ada cahaya, tak ada rambu, tak dapat bersuara, tak ada yang dapat dimintai tolong, tak ada alat-alat navigasi yang mampu diandalkan. Hanya jika bergantung dan berharap pada Allah azza wa jalla.. insya Allah… Keyakinan ini yang akan terus membara dalam hatiku…

(Ikon kali ini adalah satu dari sekian banyak curahan hati ananda Nuha, gadis manis berusia 12 tahun, penyandang autistik, yang sempat di”gantungkan” selama EXPO AUTISMA INDONESIA 2010)

Related Posts with Thumbnails

Comments

One Response to “Selewat EXPO Autisma Indonesia”
  1. meita sakina says:

    Bangga bisa bergabung bersama teman teman komunitas ‘maju terus pantang mundur’ ini….

Trackbacks

Leave a Reply