“Selingkuh” kata yang bagai magnet.
Dari sebuah survey terbuka sebuah radio swasta, cikal bakal perselingkuhan ternyata tidak hanya soal financial ataupun kebutuhan biologis semata (sex). Beberapa orang mengakui kebutuhan sebagai makhluk sosial, untuk disayangi, diperhatikan dan didengarkan adalah penyebab utamanya. Prosesnya pun lewat seringnya berbagi rasa. (Aduuhhh)
Ah ya.., ada seorang trainer (lk) dengan muridnya (pr), ada seorang atasan (pr) dengan supir pribadi (lk), ada seorang wanita dengan sahabat suaminya, ada juga antar teman dalam satu kantor.. Sooo easy.. Maasya Allah.
Ah ya.. ini memang dunia nyata. Dimana segala hal buruk dan baik dapat terjadi. Dimana situasi seringkali lebih banyak berpihak pada kebathilan dari kebaikan. Dimana standrat penilaian yang dipakai sangat semu.
Hmmm.
Selama 2 hari (topik ini diangkat selama 2 hari! ya.. 2 hari sahabat-sahabat..) saya mengikuti dengan sangat antusias. Kenapa? Karena ini sebuah hal yang seringkali sulit disentuh oleh para pendakwah.. Pada umumnya, jika para pendakwah mencoba mengurai dan mengangkat topik ini, para pelaku cenderung segera menutup semua akses kesana. (hmmm)
Yah.. banyak alasan yang akan disampaikan oleh para peselingkuh atas sikap mereka, dan banyak juga argument yang disampaikan oleh para pendakwah. Akibatnya, ini adalah sebuah persoalan yang telah menjadi bagian turun temurun, sejak jaman Nabi Adam saw (kasus Habil dan Khabil)
Hal yang sangat menarik untukku selama 2 hari mengikutinya adalah :
1. Yang terutama adalah kembali membuktikan “kebenaran hukum” dalam Islam. (Kebenaran yang hakiki.. terserah manusia mau bilang atau melakukan apa untuk mematahkan kebenaran itu.. nyatanya tetap saja hanya DIA yang paling benar)
a. Tidak boleh 2 orang yang berlainan jenis berdua-duaan tanpa adanya orang ketiga.
Dalam keseharian, hal ini sudah sulit untuk dihindari. Rekan bisnis. Karyawan. Atasan. Hmm. Begitu banyak situasi yang menyebabkan ada kemungkinan untuk interaksi sangat dekat.b. Ketika batasan jarak dan tempat sudah ditembus. Batasan berikutnya, “Batasan Kostum”pun dilanggar. Aurat Perempuan bukan lagi ditutup tetapi malah sengaja dijadikan sebuah sarana untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi. Untuk menarik perhatian umum pada sebuah merek mobil, promosi pariwisata, dsbnya.
c. Pemahaman, Rumahku Surgaku, (Baiti Jannati) tak lagi di maksimalkan. Ayah, ibu dan anak-anak, masing-masing mempunyai dunia yang tidak saling bersinggungan. Dalam satu rumah yang sama bisa “beda jam tayang”. Anak ada di rumah, bapak dan ibu bekerja. Anak tak lagi ada di rumah (sudah tidur) bapak dan ibu baru beraktifitas dalam rumah.
See “adab-adab pergaulan dalam Islam” dan “Aurat Silang Janita“
2. Pemahaman bahwa pasangan hidup (istri/ suami) adalah sahabat seiring telah luntur. Ah ya.. sekali lagi pasti adalah masa-masa seebeeeel luar biasa dengan pasangan hidup. Tapi tolong diingat, pasti ada masa-masa “mabuk kepayang”. (kalau tidak, mana mungkin dapat menikah??? atau kawin paksa, seperti jaman Siti Nurbaya???) Marah mah lumrah, kecewa ya.. mau apa lagi pasangan hidup bukanlah manusia sempurna. (hi hi pengalaman pribadi ya???) Tapi hidup kan harus terus berlanjut. Pasti akan ada masanya indah itu datang lagi, sebagaimana pasti akan datang juga lagi yang suram-suram.. (Ughhhh)
3. Ini nih yang sampai sekarang masiih saja jadi pertanyaan luar biasa besarnya dalam hatiku. Menurutku, alasan laki-laki berselingkuh/ bercerai yang mengandalkan pada kalimat: “Istri saya tidak melayaniku sebagaimana mestinya, saya terbiasa untuk mandiri di rumah. Tidak ada yang melayani makan, tidak ada yang menyediakan bajuku, tidak ada yang bla bla bla” sangatlah tidak mendasar dan hanya mempertontonkan ketidak dewasaannya. (hiiii kok galak ya….) kenapa?? karena setahuku, Nabi Muhammad saw, contoh manusia mulia, yang paling pantas diladeni (karena beliau punya 9 istri yang “melayani”) tidak pernah bersikap sangat manja.. seperti itu. Ada banyak kisah yang mengangkat betapa Nabi menjahit sendiri sepatunya, tidak menuntut harus ada makanan dimeja (apalagi minta dilayani), membantu istrinya mengangkat jemuran, tidak mau menyusahkan istrinya yang lalai tertidur hingga tak membukakan pintu untuknya dsb-dsbnya.
Kali lain, saya justru berpikiran alasan tentang “melayani” ini kemungkinan diangkat dari tradisi turun temurun dan adat sebuah daerah saja. (Haaaa tambah galak) Atau mungkin.. salah datang ke Ta’lim.. Mestinya Ta’lim untuk kaum ibu, karena disaat itu dikupas tentang “bagaimana menjadi istri shalihah”, sang bapak ini datang.. Jadilah apa yang didengarnya dijadikan sebuah SOP (Standrat operation Procedure) bagi istrinya (yang harus dilaksanakan, karena punya segudang punishment untuk setiap penolakan). Sedang Ta’lim untuk kaum bapak, yang mengupas tentang “sebaik-baik laki-laki adalah yang laki-laki yang paling baik bagi istrinya” di lewatkan… (hua ha ha ha)
4. Kesimpulan paling penting yang kemudian saya dapatkan dari acara ini adalah
a. manusia yang berselingkuh adalah manusia-manusia yang sangat egois, tidak dewasa dan tidak mau menaggungjawabkan perbuatan yang ia lakukan.
b. (kata sang penyiar) Level manusia dengan perilaku selingkuh dengan tujuan utama kebutuhan biologis atau finansial, masihlah setingkat dengan kebutuhan dasar saja. Sama dengan binatang (ufff maaf)
c. Sebagian besar para laki-laki yang berselingkuh, tidak pernah berfikiran untuk meinggalkan istrinya. (uhmm pas benar dengan teori dari Oprah ya.. dalam “Affair dengan the Other Woman”) Jadi sebaiknya para perempuan yang terlibat dengan perselingkuhan, berfikir berkali-kali untuk melanjutkan hubungan ini.
f. Luka yang dialami oleh sang istri, karena sikap sang suami, tidak akan pernah sembuh (ahh… ini disampaikan oleh sang psikiater, ibu Ida). Sehingga sebaiknya, jika sang lelaki berniat untuk “kembali” pada sang istri setelah ketahuan berselingkuh, bersiap-siap untuk “disiksa” seumur-umur oleh sang istri… (ha ha ha..) Kedengarannya kejam ya.., tapi menurut ibu psikolog yang hadir saat itu, sikap penyiksaan ini adalah hal yang lumrah.. Bentuknya.. bisa di”omelin” sepanjang masa, bisa “dicuekin”, bisa “diungkit-ungkit”.. dsbnya.
Uhhh siapa mau????
Dan ini juga memberikan bukti lagi padaku.. bahwa betapa akan jadi mulianya seorang perempuan, jika ia mampu secara tulus ikhlas, lahir batin, Menerima kembali sang suami kepangkuannya.. (artinya dia akan melepaskan kesempatan “masa-masa menyiksa” dengan tulus).. Bukti bahwa betapa mulianya seorang muslimah dimata Allah. (Pertanyaannya… bagi kita semua muslimah, maukah kita melakukan ini? Sanggupkah menukar “kesempatan menyiksa.. sampai leeggaaaa” dengan meraih janji Allah??? Ugh.. sepertinya saya juga harus mereenung daaaalllaaaaam )
Aduuhhh.. mungkin tulisanku kali ini sangat “suci” ya????
Pasti ada yang nanya nih…
1. “coba jika terjadi pada diri sendiri?”..
jawabanku…”laa haula walaa quwata illaa billaah” Ya.. saya juga gak berani berjanji.. (hanya berusaha semaksimal yang kubisa), kan saya juga merenung daaalllaammm (insya Allah.).. dan tetap dengan embel-embel doa.. “Ya Allah.. jika saya masih boleh memohon toolooong ya Allah, jangan beri saya sesuatu yang tak mampu kupikul..Sungguh hanya Engkau yang Maha Kasih dan Maha Sayang, yang tahu apa-apa yang terbaik bagiku Amin..”
2. Ah.. sepertinya apa yang ditulis ini gak sesuai dengan jaman.. mana bisa ada situasi yang tak memungkinkan percampuran laki-laki dan perempuan ataupun hal-hal lain yang tertulis diatas?
Jawabku.. “laa haula walaa quwata illaa billaah” dan hanya semaksimal yang bisa saya lakukan agar terhindar dari jeratan syaitan yang semakin dalam.
Yah…Sekali lagi Hukum Allah tetaplah Hukum Allah.. Tidak ada gunanya berdebat tentang hal ini, yang di pertanyakan adalah mau atau tidak melaksanakan. Itu saja..






Subhanallah… sungguh Allah kasih pada orang sepertimu sahabat.
Saya selalu mendoakan.. agar setiap langkahmu kemudian.. menjadi langkah yang sangat diridhoi Allah.. Insya Allah…
Tetap semangat ya sahabat… keep moving.. kita akan selalu bersama-sama..insya Allah
saya juga salah satunya…cukup sakit..
serasa hidup saya hancur…tapi masih ada anak2 yg membutuhkan saya..
saya hanya percaya sama Allah..tentu Dia punya alasan tersendiri mengapa saya diberi ujian seberat ini.
Hello. Excellent job. I did not expect this on a Wednesday. This usually an awesome story. Thanks!
I feel I just have been told about this issue
at pub 1 day ago by a friend, but at that moment
it didn’t caugh my attention.
Impressive publish – I’ve been struggling with this pro around period and it’s impressive to go with this in turn.
Hmmm.. sahabat.. saya yakin yang pernah berbuat kesalahan.. (bermacam kesalahan, dari yang ringan, hingga ya berat.. dari dosa kecil hingga dosa besar) tidaklah anda sendiri.
Intinya berbuat kesalahan adalah hal yang sangat manusiawi.
Yang menjadi pembeda antar orang-orang yang mukmin adalah mereka yang menyadari kesalahannya dan mereka yang tak pernah merasa bersalah (wong jowo.. mengatakan “wong kang eling) Tiap malam.. ada tahajud, ada sholat penutup (witir).. malam hening.. saat kita hanya berdua.. saat mengadukan dan flash back perjalanan hidup.. termasuk juga muhasabah.. (menghitung kesalahan yang telah kita lakukan)..
Mukmin yang sempurna.. adalah ketika malam hening tersebut.. kita menyadari kesalahan..memohon ampun dan kemudian.. melakukan banyak hal untuk memperbaiki diri…
Apakah Allah akan mengampuni kita.. (insya Allah) semuanya adalah hak preogratif Allah. Sebagaimana ibu yang mengabulkan permintaan kita pada beliau, bisa diberi.. bisa tidak. Apakah kita punya kuasa.. untuk memaksa ibu? Tentu saja tidak.. Tapi kita bisa mengajuk hati beliau.. dengan melakukan banyak hal yang akan membuat ibunda ikhlas dan sesegera mungkin memberi apa yang kita pinta.
ya sahabat.. jangan pernah putus asa atas pengampunan dan rahmat Allah… sebagaimana kita tak pernah putus asa.. meminta pada ibunda. Bukankah Allah tak ada bandingNYA? pasti keikhlasanNYA, kasih sayangNYA, keridhoanNYA akan tepat diberikan lebih dari seorang ibu.
Cara menghindari.. insya Allah sangat mudah diucapkan dan direncanakan kok.. tinggal mengikuti semua arahan Allah dalam pergaulan. Menjaga pandangan, menjaga aurat, menjaga pembicaraan, menjaga sikap dsbnya…
Pelaksanaannya, hanya Allah pemilik semua yang ada di alam semesta ini. Termasuk diri ini.. Insya Allah.. jika ia mendukung semangat anda untuk menjauhi perselingkuhan. Insya Allah… dengan banyak memohon bantuan Allah dan niatan yang sangat kuat.. Insya Allah.. mudah bagi anda untuk menjauhi semua pintu selingkuh. Amin
Rasanya sakiiit sekali
bagi saya apapun bentuk perbuatan/hubungan tdk wajar suami dgn wanita lain adalah bentuk penolakan terhadap eksistensi saya sebagai seorang istri, bahwa suami tdk menghendaki diri saya sebagai pendampingnya ……dan lebih menghendaki wanita lain…saat ini saya sedang dalam proses menentukan kemana rumah tangga saya selanjutnya ……yg pasti saya sulit sekali untuk bisa meneruskan berumah tangga dgn suami yg sdh hampir masuk tahun ke 10 meskipun 2 orang putri saya masih kecil2 ( 7 tahun dan 2 bulan )…karena sejak lama saya merasa ada yg tidak beres dgn suami saya …terutama sejak suami saya dipromosikan menduduki salah satu jabatan di jajaran direksi perusahaan…terlebih sejak saya hamil anak kedua …..sikap&perilakunya semakin jauh dari islam …saya sdh berulang kali mengingatkan bahkan saya sampai menghiba karena selama saya hamil 9 bulan ( kehamilan kedua ) suami saya tidak pernah sekalipun membaca al qur’an atau berpuasa atau sholat tahajud , jangankan itu…sholat 5 waktu saja jarang dilakukan …kalau saya ingatkan paling cuma ketawa dan manggut manggut….kalau saya ajak sholat tahajud bareng…katanya capek…ngantuk…. masya allah…Ya Allah bukakan kebenaran ini … itu doa saya setiap kali
sampai akhirnya.. subhanallah… saya mengetahui perbuatan dan tingkah laku suami dari media chatting (YM)…meski suami saya membantah dan meminta maaf
bukan bermaksud takabur, saya tdk kawatir mengenai financial selepas saya bercerai (jika kemungkinan buruk suami tdk mau menafkahi anak2) saya seorang karyawati perusahaan Asing, yg saya khawatirkan bagaimana saya menjelaskan kepada anak saya kelak terutama untuk saat ini anak saya yg pertama ttg keadaan rumah tangga orang tuanya ..karena dia sangat kritis dan pola pikirnya sangat rasional sekali untuk ukuran seorang anak usia 7 tahun.
ibu Lady.., ass wr wb..
Saya sangat prihatin dengan situasi yang ibu hadapi saat ini. Juga dengan putra/i ibu.
Mudah-mudahan ibu banyak diberi kekuatan Allah. Menjadikan masalah yang ibu hadapi sekarang sebagai jalan Allah agar ibu makin mulia di mata Allah.
Ibu Lady.. setahu saya.. semua yang terjadi dalam keseharian kita adalah ada dalam “skenario Allah”.. jadi jika saya boleh menyarankan.. (Islam mengajarkan demikian) coba ibu melakukan “perpisahan tempat tidur” lebih dahulu. Selama itu ibu coba banyak mendekatkan diri pada Allah.., berpuasa, berdzikir, tillawah, tahajud..dan amalan2 lain.. sejauh ibu sanggupkan diri. Menangislah dan mengadulah sebanyak mungkin saat itu pada Allah.. (Nabi Muhammad saw melakukan hal yang sama.. bahkan hingga mata dan kaki beliau bengkak karena lamanya beliau bersujud dan menangis.. Subhanallah) Setelah ibu merasa lebih tenang dan bisa menguasai emosi.. coba lakukan, sering “bertanya” kepada Allah.. melalui sholat Tahajud, sholat istikharah.. (ada sebagian ulama yang mengajarkan untuk setelah sholat istikharah/ tahajud.. berdoa dan membuka Al-Quran.. bagian yang terbuka ibu baca.. insya Allah itu jawaban Allah. Tetapi sekali lagi.. semua ini ibu lakukan setelah hati ibu “dingin”)
Saran saya yang lain adalah, Sebaiknya ibu, membicarakan situasi ibu dengan orang-orang yang ibu percaya sungguh-sungguh dan orang tersebut telah mempunyai ketaqwaan cukup. Agar keputusan ibu nantinya tak salah langkah. Ataupun pembicaraan ibu akan disampaikan pada banyak orang yang tidak berkepentingan. Cukuplah Allah sebagai penolong.
Tentang Masa depan, saya setuju ibu.. Rejeki, jodoh dan kematian hanya Allah yang mengatur.. sehingga memang pasti telah Allah siapkan rejeki untuk putra/i ibu. (insya Allah) Baik itu rejeki uang, maupun rejeki yang lain, kesehatan, kematangan menghadapi situasi dll. Demikian juga halnya dengan jodoh. Kita tak pernah tahu apakah suami ibu masih atau sudah tidak lagi berjodoh dengan ibu, setelah kejadian ini. Karena itu jika ibu berkenan dengan saran saya di atas, insya Allah.. itu memang jalan terbaik yang bisa ibu lakukan sekarang. Dan insya Allah solusi yang akan ibu ambil kemudian adalah solusi terbaik yang dapat ibu pilih.
Ibu Lady.. sabar ya bu… tulus saya doakan semoga ibu dan putra/i akan banyak mendapat kemudahan dari Allah. DiberiNYA barakah. dan akan mendapatkan siraman keridhoan dari Allah.
Wss wr wb