<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Selingkuh</title>
	<atom:link href="http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh#utm_source=feed&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=feed</link>
	<description>pendangan seorang muslimah dalam kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Apr 2011 19:35:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: yanti</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-4626</link>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 01:59:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-4626</guid>
		<description>Wss wr wb... Semoga Allah melindungi kita semua.. menurut yang saya tahu..mbak eva, berbicara &quot;menjurus&quot; antar lawan jenis sebaiknya dihindarkan.. ini sudah &quot;mendekati zina&quot;... tidak ada manfaatnya dan banyak mudharatnya... sebaiknya bicara baik-baik dengan suami.. mengingatkan beliau.. bahwa.. masa lalu biarlah jadi masa lalu.. mereka boleh saja tetap menjalin silahturahmi.. tetapi lebih baik jika sang wanita sudah bersuami.. dan yang lebih dekat adalah suami wanita tersebut dengan suami mbak eva.. bukan antara suami mbak eva dengan wanita tersebut... mudah-mudahan jika bicara dengan bahasa yang santun akan dapat dipahami dan dikerjakan oleh suami.. mudah-mudahan manfaat ya.. pendapat saya ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wss wr wb&#8230; Semoga Allah melindungi kita semua.. menurut yang saya tahu..mbak eva, berbicara &#8220;menjurus&#8221; antar lawan jenis sebaiknya dihindarkan.. ini sudah &#8220;mendekati zina&#8221;&#8230; tidak ada manfaatnya dan banyak mudharatnya&#8230; sebaiknya bicara baik-baik dengan suami.. mengingatkan beliau.. bahwa.. masa lalu biarlah jadi masa lalu.. mereka boleh saja tetap menjalin silahturahmi.. tetapi lebih baik jika sang wanita sudah bersuami.. dan yang lebih dekat adalah suami wanita tersebut dengan suami mbak eva.. bukan antara suami mbak eva dengan wanita tersebut&#8230; mudah-mudahan jika bicara dengan bahasa yang santun akan dapat dipahami dan dikerjakan oleh suami.. mudah-mudahan manfaat ya.. pendapat saya ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eva</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-4588</link>
		<dc:creator>Eva</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 20:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-4588</guid>
		<description>Aswb. Kmarn sy melihat sms2 suami sy dgn wanita lain, setelah sy taxkan katax itu sms hanx untk memancing si wanita untk mw jujur mengakui klo wanita itu sd pernah berhubungan intim dgn laki-laen. Apakah cara spt itu dibenarkan dlm islam?. Apakah alasan suami itu bs di percaya mengingat wanita itu pernah dekat dgn suami sy sblum menikah sm sy?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aswb. Kmarn sy melihat sms2 suami sy dgn wanita lain, setelah sy taxkan katax itu sms hanx untk memancing si wanita untk mw jujur mengakui klo wanita itu sd pernah berhubungan intim dgn laki-laen. Apakah cara spt itu dibenarkan dlm islam?. Apakah alasan suami itu bs di percaya mengingat wanita itu pernah dekat dgn suami sy sblum menikah sm sy?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yanti</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-4291</link>
		<dc:creator>yanti</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 08:04:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-4291</guid>
		<description>ibu Lady.., ass wr wb..
Saya sangat prihatin dengan situasi yang ibu hadapi saat ini. Juga dengan putra/i ibu.
Mudah-mudahan ibu banyak diberi kekuatan Allah. Menjadikan masalah yang ibu hadapi sekarang sebagai jalan Allah agar ibu makin mulia di mata Allah.

Ibu Lady.. setahu saya.. semua yang terjadi dalam keseharian kita adalah ada dalam &quot;skenario Allah&quot;.. jadi jika saya boleh menyarankan.. (Islam mengajarkan demikian) coba ibu melakukan &quot;perpisahan tempat tidur&quot; lebih dahulu. Selama itu ibu coba banyak mendekatkan diri pada Allah.., berpuasa, berdzikir, tillawah, tahajud..dan amalan2 lain.. sejauh ibu sanggupkan diri. Menangislah dan mengadulah sebanyak mungkin saat itu pada Allah.. (Nabi Muhammad saw melakukan hal yang sama.. bahkan hingga mata dan kaki beliau bengkak karena lamanya beliau bersujud dan menangis.. Subhanallah) Setelah ibu merasa lebih tenang dan bisa menguasai emosi.. coba lakukan, sering &quot;bertanya&quot; kepada Allah.. melalui sholat Tahajud, sholat  istikharah.. (ada sebagian ulama yang mengajarkan untuk setelah sholat istikharah/ tahajud.. berdoa dan membuka Al-Quran.. bagian yang terbuka ibu baca.. insya Allah itu jawaban Allah. Tetapi sekali lagi.. semua ini ibu lakukan setelah hati ibu &quot;dingin&quot;)

Saran saya yang lain adalah, Sebaiknya ibu, membicarakan situasi ibu dengan orang-orang yang ibu percaya sungguh-sungguh dan orang tersebut telah mempunyai ketaqwaan cukup. Agar keputusan ibu nantinya tak salah langkah. Ataupun pembicaraan ibu akan disampaikan pada banyak orang yang tidak berkepentingan. Cukuplah Allah sebagai penolong.

Tentang Masa depan, saya setuju ibu.. Rejeki, jodoh dan kematian hanya Allah yang mengatur.. sehingga memang pasti telah Allah siapkan rejeki untuk putra/i ibu. (insya Allah) Baik itu rejeki uang, maupun rejeki yang lain, kesehatan, kematangan menghadapi situasi dll. Demikian juga halnya dengan jodoh. Kita tak pernah tahu apakah suami ibu masih atau sudah tidak lagi berjodoh dengan ibu, setelah kejadian ini. Karena itu jika ibu berkenan dengan saran saya di atas, insya Allah.. itu memang jalan terbaik yang bisa ibu lakukan sekarang. Dan insya Allah solusi yang akan ibu ambil kemudian adalah solusi terbaik yang dapat ibu pilih.

Ibu Lady.. sabar ya bu... tulus saya doakan semoga ibu dan putra/i  akan banyak mendapat kemudahan dari Allah. DiberiNYA barakah. dan akan mendapatkan siraman keridhoan dari Allah.

Wss wr wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibu Lady.., ass wr wb..<br />
Saya sangat prihatin dengan situasi yang ibu hadapi saat ini. Juga dengan putra/i ibu.<br />
Mudah-mudahan ibu banyak diberi kekuatan Allah. Menjadikan masalah yang ibu hadapi sekarang sebagai jalan Allah agar ibu makin mulia di mata Allah.</p>
<p>Ibu Lady.. setahu saya.. semua yang terjadi dalam keseharian kita adalah ada dalam &#8220;skenario Allah&#8221;.. jadi jika saya boleh menyarankan.. (Islam mengajarkan demikian) coba ibu melakukan &#8220;perpisahan tempat tidur&#8221; lebih dahulu. Selama itu ibu coba banyak mendekatkan diri pada Allah.., berpuasa, berdzikir, tillawah, tahajud..dan amalan2 lain.. sejauh ibu sanggupkan diri. Menangislah dan mengadulah sebanyak mungkin saat itu pada Allah.. (Nabi Muhammad saw melakukan hal yang sama.. bahkan hingga mata dan kaki beliau bengkak karena lamanya beliau bersujud dan menangis.. Subhanallah) Setelah ibu merasa lebih tenang dan bisa menguasai emosi.. coba lakukan, sering &#8220;bertanya&#8221; kepada Allah.. melalui sholat Tahajud, sholat  istikharah.. (ada sebagian ulama yang mengajarkan untuk setelah sholat istikharah/ tahajud.. berdoa dan membuka Al-Quran.. bagian yang terbuka ibu baca.. insya Allah itu jawaban Allah. Tetapi sekali lagi.. semua ini ibu lakukan setelah hati ibu &#8220;dingin&#8221;)</p>
<p>Saran saya yang lain adalah, Sebaiknya ibu, membicarakan situasi ibu dengan orang-orang yang ibu percaya sungguh-sungguh dan orang tersebut telah mempunyai ketaqwaan cukup. Agar keputusan ibu nantinya tak salah langkah. Ataupun pembicaraan ibu akan disampaikan pada banyak orang yang tidak berkepentingan. Cukuplah Allah sebagai penolong.</p>
<p>Tentang Masa depan, saya setuju ibu.. Rejeki, jodoh dan kematian hanya Allah yang mengatur.. sehingga memang pasti telah Allah siapkan rejeki untuk putra/i ibu. (insya Allah) Baik itu rejeki uang, maupun rejeki yang lain, kesehatan, kematangan menghadapi situasi dll. Demikian juga halnya dengan jodoh. Kita tak pernah tahu apakah suami ibu masih atau sudah tidak lagi berjodoh dengan ibu, setelah kejadian ini. Karena itu jika ibu berkenan dengan saran saya di atas, insya Allah.. itu memang jalan terbaik yang bisa ibu lakukan sekarang. Dan insya Allah solusi yang akan ibu ambil kemudian adalah solusi terbaik yang dapat ibu pilih.</p>
<p>Ibu Lady.. sabar ya bu&#8230; tulus saya doakan semoga ibu dan putra/i  akan banyak mendapat kemudahan dari Allah. DiberiNYA barakah. dan akan mendapatkan siraman keridhoan dari Allah.</p>
<p>Wss wr wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lady</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-4290</link>
		<dc:creator>Lady</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:01:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-4290</guid>
		<description>Rasanya sakiiit sekali

bagi saya apapun bentuk perbuatan/hubungan tdk wajar suami dgn wanita lain adalah bentuk penolakan terhadap eksistensi saya sebagai seorang istri, bahwa suami tdk menghendaki diri saya sebagai pendampingnya ......dan lebih menghendaki wanita lain...saat ini saya sedang dalam proses menentukan kemana rumah tangga saya selanjutnya ......yg pasti saya sulit sekali untuk bisa meneruskan berumah tangga dgn suami yg sdh hampir masuk tahun ke 10 meskipun 2 orang putri saya masih kecil2 ( 7 tahun dan 2 bulan )...karena sejak lama saya merasa ada yg tidak beres dgn suami saya ...terutama sejak suami saya dipromosikan menduduki salah satu jabatan di jajaran direksi perusahaan...terlebih sejak saya hamil anak kedua .....sikap&amp;perilakunya semakin jauh dari islam ...saya sdh berulang kali mengingatkan bahkan saya sampai menghiba karena selama saya hamil 9 bulan ( kehamilan kedua ) suami saya tidak pernah sekalipun membaca al qur&#039;an atau berpuasa atau sholat tahajud , jangankan itu...sholat 5 waktu saja jarang dilakukan ...kalau saya ingatkan paling cuma ketawa dan manggut manggut....kalau saya ajak sholat tahajud bareng...katanya capek...ngantuk.... masya allah...Ya Allah bukakan kebenaran ini ... itu doa saya setiap kali
sampai akhirnya.. subhanallah... saya mengetahui perbuatan dan tingkah laku suami dari media chatting (YM)...meski suami saya membantah dan meminta maaf
bukan bermaksud takabur, saya tdk kawatir mengenai financial selepas saya bercerai (jika kemungkinan buruk suami tdk mau menafkahi anak2) saya seorang karyawati perusahaan Asing, yg saya khawatirkan bagaimana saya menjelaskan kepada anak saya kelak terutama untuk saat ini anak saya yg pertama ttg keadaan rumah tangga orang tuanya ..karena dia sangat kritis dan pola pikirnya sangat rasional sekali untuk ukuran seorang anak usia 7 tahun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya sakiiit sekali</p>
<p>bagi saya apapun bentuk perbuatan/hubungan tdk wajar suami dgn wanita lain adalah bentuk penolakan terhadap eksistensi saya sebagai seorang istri, bahwa suami tdk menghendaki diri saya sebagai pendampingnya &#8230;&#8230;dan lebih menghendaki wanita lain&#8230;saat ini saya sedang dalam proses menentukan kemana rumah tangga saya selanjutnya &#8230;&#8230;yg pasti saya sulit sekali untuk bisa meneruskan berumah tangga dgn suami yg sdh hampir masuk tahun ke 10 meskipun 2 orang putri saya masih kecil2 ( 7 tahun dan 2 bulan )&#8230;karena sejak lama saya merasa ada yg tidak beres dgn suami saya &#8230;terutama sejak suami saya dipromosikan menduduki salah satu jabatan di jajaran direksi perusahaan&#8230;terlebih sejak saya hamil anak kedua &#8230;..sikap&amp;perilakunya semakin jauh dari islam &#8230;saya sdh berulang kali mengingatkan bahkan saya sampai menghiba karena selama saya hamil 9 bulan ( kehamilan kedua ) suami saya tidak pernah sekalipun membaca al qur&#8217;an atau berpuasa atau sholat tahajud , jangankan itu&#8230;sholat 5 waktu saja jarang dilakukan &#8230;kalau saya ingatkan paling cuma ketawa dan manggut manggut&#8230;.kalau saya ajak sholat tahajud bareng&#8230;katanya capek&#8230;ngantuk&#8230;. masya allah&#8230;Ya Allah bukakan kebenaran ini &#8230; itu doa saya setiap kali<br />
sampai akhirnya.. subhanallah&#8230; saya mengetahui perbuatan dan tingkah laku suami dari media chatting (YM)&#8230;meski suami saya membantah dan meminta maaf<br />
bukan bermaksud takabur, saya tdk kawatir mengenai financial selepas saya bercerai (jika kemungkinan buruk suami tdk mau menafkahi anak2) saya seorang karyawati perusahaan Asing, yg saya khawatirkan bagaimana saya menjelaskan kepada anak saya kelak terutama untuk saat ini anak saya yg pertama ttg keadaan rumah tangga orang tuanya ..karena dia sangat kritis dan pola pikirnya sangat rasional sekali untuk ukuran seorang anak usia 7 tahun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: keyna</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-4278</link>
		<dc:creator>keyna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 19:53:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-4278</guid>
		<description>

&lt;blockquote&gt;saya yang melakukan perselingkuhan,tapi saya menyesl sekali dan saya gk kehilangan keluarga saya.saya merasa gak tenang seumur hidup tapi saya juga gak mampu menghindar dari perselingkuhan itu..apakah saya akan diampuni? apa ada doa yang bisa mengindarkan saya perselingkuhan kembali?...saya sangat ingin mengakhirinya tp gak mampu&lt;/blockquote&gt;

Hmmm.. sahabat.. saya yakin yang pernah berbuat kesalahan.. (bermacam kesalahan, dari yang ringan, hingga ya berat.. dari dosa kecil hingga dosa besar) tidaklah anda sendiri.

Intinya berbuat kesalahan adalah hal yang sangat manusiawi.

Yang menjadi pembeda antar orang-orang yang mukmin adalah mereka yang menyadari kesalahannya dan mereka yang tak pernah merasa bersalah (wong jowo.. mengatakan &quot;wong kang eling) Tiap malam.. ada tahajud, ada sholat penutup (witir).. malam hening.. saat kita hanya berdua.. saat mengadukan dan flash back perjalanan hidup.. termasuk juga muhasabah.. (menghitung kesalahan yang telah kita lakukan).. 

Mukmin yang sempurna.. adalah ketika malam hening tersebut.. kita menyadari kesalahan..memohon ampun dan kemudian.. melakukan banyak hal untuk memperbaiki diri...

Apakah Allah akan mengampuni kita.. (insya Allah) semuanya adalah hak preogratif Allah. Sebagaimana ibu yang mengabulkan permintaan kita pada beliau, bisa diberi.. bisa tidak. Apakah kita punya kuasa.. untuk memaksa ibu? Tentu saja tidak.. Tapi kita bisa mengajuk hati beliau.. dengan melakukan banyak hal yang akan membuat ibunda ikhlas dan sesegera mungkin memberi apa yang kita pinta.

ya sahabat.. jangan pernah putus asa atas pengampunan dan rahmat Allah... sebagaimana kita tak pernah putus asa.. meminta pada ibunda. Bukankah Allah tak ada bandingNYA? pasti keikhlasanNYA, kasih sayangNYA, keridhoanNYA akan tepat diberikan lebih dari seorang ibu.

Cara menghindari.. insya Allah sangat mudah diucapkan dan direncanakan kok.. tinggal mengikuti semua arahan Allah dalam pergaulan. Menjaga pandangan, menjaga aurat, menjaga pembicaraan, menjaga sikap dsbnya...

Pelaksanaannya, hanya Allah pemilik semua yang ada di alam semesta ini. Termasuk diri ini.. Insya Allah.. jika ia mendukung semangat anda untuk menjauhi perselingkuhan. Insya Allah... dengan banyak memohon bantuan Allah dan niatan yang sangat kuat.. Insya Allah.. mudah bagi anda untuk menjauhi semua pintu selingkuh. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>saya yang melakukan perselingkuhan,tapi saya menyesl sekali dan saya gk kehilangan keluarga saya.saya merasa gak tenang seumur hidup tapi saya juga gak mampu menghindar dari perselingkuhan itu..apakah saya akan diampuni? apa ada doa yang bisa mengindarkan saya perselingkuhan kembali?&#8230;saya sangat ingin mengakhirinya tp gak mampu</p></blockquote>
<p>Hmmm.. sahabat.. saya yakin yang pernah berbuat kesalahan.. (bermacam kesalahan, dari yang ringan, hingga ya berat.. dari dosa kecil hingga dosa besar) tidaklah anda sendiri.</p>
<p>Intinya berbuat kesalahan adalah hal yang sangat manusiawi.</p>
<p>Yang menjadi pembeda antar orang-orang yang mukmin adalah mereka yang menyadari kesalahannya dan mereka yang tak pernah merasa bersalah (wong jowo.. mengatakan &#8220;wong kang eling) Tiap malam.. ada tahajud, ada sholat penutup (witir).. malam hening.. saat kita hanya berdua.. saat mengadukan dan flash back perjalanan hidup.. termasuk juga muhasabah.. (menghitung kesalahan yang telah kita lakukan).. </p>
<p>Mukmin yang sempurna.. adalah ketika malam hening tersebut.. kita menyadari kesalahan..memohon ampun dan kemudian.. melakukan banyak hal untuk memperbaiki diri&#8230;</p>
<p>Apakah Allah akan mengampuni kita.. (insya Allah) semuanya adalah hak preogratif Allah. Sebagaimana ibu yang mengabulkan permintaan kita pada beliau, bisa diberi.. bisa tidak. Apakah kita punya kuasa.. untuk memaksa ibu? Tentu saja tidak.. Tapi kita bisa mengajuk hati beliau.. dengan melakukan banyak hal yang akan membuat ibunda ikhlas dan sesegera mungkin memberi apa yang kita pinta.</p>
<p>ya sahabat.. jangan pernah putus asa atas pengampunan dan rahmat Allah&#8230; sebagaimana kita tak pernah putus asa.. meminta pada ibunda. Bukankah Allah tak ada bandingNYA? pasti keikhlasanNYA, kasih sayangNYA, keridhoanNYA akan tepat diberikan lebih dari seorang ibu.</p>
<p>Cara menghindari.. insya Allah sangat mudah diucapkan dan direncanakan kok.. tinggal mengikuti semua arahan Allah dalam pergaulan. Menjaga pandangan, menjaga aurat, menjaga pembicaraan, menjaga sikap dsbnya&#8230;</p>
<p>Pelaksanaannya, hanya Allah pemilik semua yang ada di alam semesta ini. Termasuk diri ini.. Insya Allah.. jika ia mendukung semangat anda untuk menjauhi perselingkuhan. Insya Allah&#8230; dengan banyak memohon bantuan Allah dan niatan yang sangat kuat.. Insya Allah.. mudah bagi anda untuk menjauhi semua pintu selingkuh. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cavenzi</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-4166</link>
		<dc:creator>Cavenzi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 10:52:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-4166</guid>
		<description>Impressive publish – I&#039;ve been struggling with this pro around period and it’s impressive to go with this in turn.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Impressive publish – I&#8217;ve been struggling with this pro around period and it’s impressive to go with this in turn.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Judith</title>
		<link>http://cahayamuslimah.com/blog/selingkuh/comment-page-1#comment-3942</link>
		<dc:creator>Judith</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 16:18:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cahayamuslimah.com/blog/?p=1446#comment-3942</guid>
		<description>I feel I just have been told about this issue 
at pub 1 day ago by a friend, but at that moment 
it didn&#039;t caugh my attention.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I feel I just have been told about this issue<br />
at pub 1 day ago by a friend, but at that moment<br />
it didn&#8217;t caugh my attention.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

