Sensasi Jilbab
June 28, 2009 by: yantiSebuah sensasi, keras menyorot soal jilbab… muncul dalam kampanye Capres 2009.
Ibu Boediono.. yang paling utama terkena..
Bahkan ada seseorang yang sengaja menghembuskan.. IBU CAWAPRES non muslim..
Saya bukanlah orang yang merasa senang sesamaku.. kaum muslimah.. belum menggunakan busana muslimah dengan benar.. jangankan Ibu Ani SBY yang tak tertutup aurat.., Ibu Boedino dan mereka yang sudah berbusana belum tepatpun sempat saya kritisi (beberapa kali sayapun sempat posting tentang para muslimah yang belum benar-benar serius dengan busananya.) Tapi sayapun bukan orang yang cukup senang dengan hujatan-hujatan.
Ah.. saya minta maaf.. ketidak senanganku itu bukan karena saya merasa paling hebat dengan apa yang sudah saya gunakan. Bukan juga karena membenarkan apa yang mereka kerjakan. Tapi lebih tepat rasa prihatinku.. banyak orang yang jauh lebih pintar.. yang jauh lebih hebat.. yang jauh segalanya dariku.. tidak mau sungguh-sungguh.. mengikuti apa kata ALLAH. Saya sedih.. saya merasa tak mampu memberikan semangatku.. saya merasa.. ah..
Jujur.. pada orang-orang tertentu.. sayapun seperti tak punya cukup nyali.. lidah jadi kelu..untuk mengajak mereka berbusana muslim.. sesuatu yang sebenarnya cukup menyiksaku.. tiap kali kami bertemu.. entah itu saudara, para tetua, saudara, teman.., tetangga.. dsb.. Ya.. mereka yang selalu berada di sekelilingku hari ke hari, mereka yang belum berbusana syar-i
Ah.. apapun dalihnya… jika saya kembalikan pada hukum Allah (saya seringkali berargumentasi dengan banyak orang yang merasa pendapatku berlawanan dengan kehendak mereka.. ) inti dari semua argumentasi tentang tidak menggunakan jilbab lebih ditekankan.. pada penolakan dan pengikaran. Maaf saya katakan ini. Tapi.. jika saya sedang mencoba merenungi… saya sadari bahwa
Sebab penolakan bisa banyak.. yang jelas memang hidayah belum sampai padanya.. Sebagaimana yang saya pernah dengar.. hidayah memang bertingkat. Hidayah mendengar.. Ya.. ada sebagian kita untuk mendengarkan ucapan baik yang mengarahkan kita ke arah kebaikan.. belumlah dapat. Sebagian lagi telah mendapat hidayah mendengar.. tapi tak mampu mencerna… Jadi ia hanya mendengar segala ucapan baik tersebut.. bagaikan suara angin..lewat.. diantara sejuta suara lain.. sebagian lagi.. mampu mendengar mampu mencerna.. tetapi tak mampu melaksanakan… Yang terbaik tentu saja.. ia sering mendengarkan.. mampu mencerna dengan baik dan diberi Allah kemudahan untuk melaksanakan dengan baik (Insya Allah kita akan termasuk dalam golongan yang terakhir ini sahabat, Amin)..
Kembali ke sensasi Jilbab…dan hidayah
Saya suka membayangkan.. bagaimana dekatnya satu sama lain dari masing-masing makhluk yang ada di universe ini.. bagaimana satu sama lain saling memberikan dampaknya.. bagaikan.. putaran gir-gir yang terkait dalam sebuah rangkaian mesin.
Karena itu Saya yakin orang-orang “sekelas” Ibu Ani SBY, Ibu Boediono, Ibu Megawati, dan ibu-ibu yang berjajar di posisi terdepan negara ini… bukanlah orang-orang yang tak pernah diberi kesempatan untuk mendengarkan himbauan-himbauan dari para ustadz dan ustadzah terbaik.. secara langsung.. atau dengan berbagai macam media…atau dengan kata lain telah mendapat hidayah mendengar. Jadi mungkin lebih baik kita lanjutkan pada hidayah berikutnya.. Jika ini,.. belum tercapai.. (Ah.. mestinya ini bukan bahasan khusus di acara kampanye ya.. tapi diskusi panjang serta upaya maksimal dari para ustadz dan ustadzah papan atas dalam keseharian).. mestinya ada yang “TAK NYAMBUNG” dalam proses penghidayahan ini. Bisa jadi metode penyampaian.. atau sarana penyampaiannya yang tak tepat atau.. memang belum ALLAH ijinkan hidayah ini.
Mestinya ini dijadikan.. sebuah renungan..
Hmmm…Apakah kita semua telah cukup punya nyali untuk memfasilitasi para pejabat dan ibu pejabat negara ini.. menggunakan jilbab.. ataukah.. kita semua sama.. diam.. mencari “keselamatan”, “ketenangan” dan “kenyamanan” diri sendiri.. dengan mengatas namanya.. “lidah yang kelu” sepertiku…Jika ya.. apakah kita cukup punya nyali juga.. mengumandangkan hujatan… Bukankah hujatan itupun kembali pada diri ini??? Orang-orang yang tak cukup punya nyali… Orang-orang yang menunjuk dengan 1 jari.. sedang ke empat jari yang lain tetap mengarah ke dirinya..
Soal yang lain.. Ijin Allah pada mereka untuk terbukanya hidayah.. sebaiknya tidak kita persoalkan.. Cukup kisaran kita.. pada seberapa besar.. kontribusi kita.. terhadap semua muslimah..sudah maksimal.. ataukah belum..
Semoga Allah mengampuni kita semua..



















































Ketika awal saya berjilbab, sungguh sebuah sensasi, sahabat saya bilang “wah kiamat udah deket nih, kalo sampe Ade berjilbab”
.-= Rindu´s last blog ..You Will NEVER Walk Alone =-.
Ass.wr.wb.
Maaf, gambar jari2 siapakah diatas ?
Agak risih lihatnya karena kukunya panjang, tidak sesuai
dengan yang Rasulullah ajarkan.
Wassalam
Aku pernah denger disebuah swalayan didaerah NTB kalo ada karyawannya yang dipecat hanya gara–gara memakai jilbab,,dan ada pula sebuah pejabat didaerah papua yang menegaskan secara gamblang bahwa rakyatnya tidak boleh memakai jilbab kalo enggak mau didepak dari rumahnya..dari kisah–kisah diatas menerangkan bahwa masih banyak yang tidak peduli sama manusia berjilbab,,yaa bagaimana lagi namanya juga negara kita
.-= Hamster Copo´s last blog ..Begadang Digunung Belirang (Bag2).. =-.
Makanya kita diajarkan untuk mohon taufiq dan hidayah. Singkatnya hidayah adalah petunjuk berupa ilmu sedang taufiq adalah kekuatan untuk melaksanakannya.
Satu lagi adalah hujjah (pelajaran). Pasti sudah sampai kpd mereka. hanya diindahkan atau diabaikan. Saya pernah menyinggung masalah ini di kisah tiga raja.
Kunjungan pertama, salam kenal …
.-= Bang Dje´s last blog ..Adi Nugroho Mangun Karsa =-.
Ya memang begitu salah satu cara yang dipakai terpenting mudah2an niat pakai jilbab ikhlas dan tulus karena itu memang kewajiban tiap muslimah.
.-= Script Gratis´s last blog ..Tips meningkatkan traffic web dengan promosi offline =-.
Ah.. sahabat bisa aja…