Sepotong kisah… Atun
March 5, 2009 by: yantiAtun.. seorang wanita, seorang muslimah… punya pekerjaan istimewa.. Membantu.. sesama perempuan yang tidak ingin berketurunan… Ahhhh.
Atun.. dengan latar belakang pendidikan yang tak sejalan dengan profesinya.. ternyata mampu melakukan sebuah langkah besar.. hanya dari mengamati.. dan meniru pekerjaan orang-orang ahli dibidang ini… OOOOO…
Atun.. mampu menjadikan pekerjaannya.. sangat berarti… hingga ia dapat hidup berkecukupan bahkan pergi ke tanah suci dari apa yang ia kerjakan. .Padahal pergi ke Tanah Suci, hanya disuruh Allah dikerjakan oleh orang-orang yang mampu… (hmmmm…)
Flash Back…
Sejak.. puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu… profesi seperti yang dilakoni Atun.. bukanlah.. profesi yang tidak menjanjikan… Banyak perempuan yang mencari pertolongan Atun untuk menghindarkan mereka dari tanggungjawab.. memiliki anak. Pangsa pasarnya jelas.. bahkan cenderung makin meningkat dari tahun ke tahun
Hmmm (sedikit merenung)
Saya juga perempuan.., saya juga punya anak perempuan,.. disekelilingku juga banyak perempuan yang lain… ibuku.., mertuaku.., saudaraku.., iparku.., tetanggaku.. guruku.. dsb… Jujur… dalam hidup kami.. kaum perempuan.. ada masa dimana.. godaan syaitan untuk bertemu dan berbisnis dengan Atun.. hadir.
Inti utamanya adalah… diposisi.. untuk tidak dapat menerima karunia Allah.. berupa calon anak akan melewati rahim ini.. lahir kedunia. Alasanya banyak… ada karena aib, ada karena sebab tidak memiliki suami, ada karena cacat, (yang sekarang “katanya” sudah dapat dideteksi oleh alat-alat pemeriksaan modern,) ada yang sebab ekonomi.. pas-pasan, ada yang karena sebab tekanan dari pihak lain… dsbnya.
Sebenarnya… jika saya boleh menuding.. biang keladinya.. (kata orang menuding, tidak diijinkan.. karena hanya satu jari yang menunjukkan kesalahan orang sedang yang emapt jari menohok diri sendiri… hmmm) hanya satu.. keimanan yang tipis..
Iman padaNYA. Kepercayaan bahwa semua ini ada yang mengatur.. tidak ujug-ujug ada.. dibuktikan dengan banyaknya pasangan suami istri yang berupaya segala daya dan tenaga untuk memiliki keturunan tetapi gagal. Dan ada sebagian yang berupaya menghalangi.. toh.. tetap saja diberinya seorang anak. Percaya bahwa.. rejeki anak ada yang mengatur.., Juga Kepercayaan bahwa hanya Allah yang paling benar dan harus dituruti setiap kehendak-NYA
2 instansi.. sempat berargumentasi tentang.. sebab diperbolehkannya dilakukan aborsi… IDI dan Kepolisian.. merasa masing-masing punya standrat khusus tentang hal ini.
Hmm seandainya saja… manusia kembali pada fitrah.. pada tuntunan yang pasti… Manual Book’s of human being.. yaitu Al-Qur’an dan Hadist… mestinya semuanya akan jelas batasan dan hukumannya… Tidak perlu ada diskusi dan debat berkepanjangan untuk menentukan batasan aborsi tersebut.
Sayangnya.. hingga kini ini hanya impian.. manusia masih sibuk dengan aturan dan kesepakatan yang dimilikinya sendiri… merasa lebih benar, manusiawi serta penuh tepa slira jika meninggalkan Al-Qur’an dan Hadist… Akhirnya… salah satunya adalah adanya profesi yang digeluti Atun.


















































