Sesudah Gempa Dan Gempa Lagi
October 1, 2009 by: yantiBaru saja.. lewat gempa yang satu…
Sudah datang gempa yang lain…
Dengan segala kerendahan hati.. saya berharap ada kearifan dari pihak yang terkait..menyikapi gempa-gempa ini. Saya berharap.. tak ada lagi “penambahan derita” pada setiap bencana, karena penanganan yang kurang tepat bagi para korban.. Semua ini tentunya dengan bantuan pihak terkait dan berwenang. Menyadari bahwa sbb:
1. bahwa negara kita tercinta sarat dengan begitu banyak gunung berapi aktif
2. bahwa.. patahan dan lempengan bumi di Nusantara ini bagaikan benang kusut yang saling berbelit, yang beberapa waktu, gencar dikatakan sebagai sumber gempa berulang diseantero nusantara.
3. Bahwa dari sejarah sudah pula di ceritakan.. adanya pengulangan-pengulangan gempa dalam kurun waktu tertentu.
4. Bahwa bencana memang tak bisa diramalkan ataupun direncanakan.
Dengan fakta-fakta tersebut, mestinya ketika sebuah bencana terjadi.. (saya teramat sangat berharap) , apalagi jika bencana ini merupakan kejadian berulang, dari jenis bencana yang sama. (Yang meskipun tak ada di lokasi yang sama, pasti ada kemiripan antara satu bencana dan bencana lainnya. Misalnya gempa di Jogja, akan berakibat tak berbeda jauh, ketika gempa sumbar. Banjir Bandang di Jawa Timur, mestinya juga dirasakan deritanya oleh rakyat ketika ada banjir bandang di Bali. ) Penanganannya ada peningkatan.. lebih baik, lebih cepat, lebih terorganisir dan lebih banyak membantu para korban. Karena itu saya sekali lagi, sangat berharap adanya upaya meminimalisir dampaknya semisal dengan..
1. Ada kesadaran tinggi dari masyarakat tentang apa itu bencana..
Hmmm… kesadaran ini hanya bisa dicapai jika masyarakat umum punya kepedulian dan keinginan untuk tahu dan mengatasi bencana.. Bantuan untuk mensosialisasikan dengan baik, informasi dan mengarahkan kepedulian masyarakat tentunya harus.. dengan informasi yang benar, tidak menimbulkan kepanikan… Ini hanya dapat diatur dan diarahkan oleh pemerintah daerah terdekat dengan lokasi.
2. Penegakan peraturan yang tegas.
Banyak bangunan yang tidak memiliki standrat ketahanan bencana.. baik itu gempa, tanah longsor, banjir, angin ribut dsbnya.. Mestinya ada yang melakukan pemeriksaan perijinan secara jujur dan telitipada setiap pengajuan IMB. Jangan ada lagi “persetujuan” diatas “kongkalikong”
3. Penyediaan “pasukan” siap tempur untuk segera menolong korban bencana.. ditunjang dengan sarana yang maksimal.. misalnya perahu, kapal terbang, heli, rumah sakit berjalan dsbnya.
4. Obat-obatan yang cukup memadai.., tenda darurat, air bersih,penerangan, dapur umum dsbnya.. yang berkaitan dengan pemenuhan logistik
Jangan ketika terjadi bencana.. baru kita tersaruk-saruk..
Tak tahu harus menghubungi siapa
Tak tahu apa yang harus dilakukan
Tak tahu kelanjutannya…Bencana Alam dalam 5 tahun belakangan ini (termasuk gempa dan tsunami Aceh) sudah terjadi berulang kali…mestinya kita belajar.. mestinya kita makin waspada.. mestinya kita punya sikap dan cara pandang baru.. menghadapi bencana..
Jika sama saja…
Atau bahkan lebih buruk…
Rasanya kita, sebagai manusia tak lebih baik dari makhluk yang lain. hmmm mmm mmmm.
Kembali ke “Setelah Gempa”.. dalam wawancara khusus di sebuah layar kaca.. seorang ahli gempa diwawancarai… Dan.. saya jadi diingatkan (dengan kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut sang ahli) bahwa.. ada hal-hal yang teramat sangat sering dilupakan ketika pasca gempa.. Diantaranya adalah “MELAKUKAN TEST KELAYAKAN” pada bangunan-bangunan yang masih berdiri.. Konon menurut beliau, ini yang rupanya menjadi pemicu runtuhnya banguan tempat sebuah bimbel beroperasi. Pasca Gempa, banguan Ruko 3 lantai tempat bimbel tersebut berlangsung, lantai 1 dan 2nya telah melesak kedalam bumi, yang ada dipermukaan adalah lantai 3nya.
Ada 3 kemungkinan, kenapa bangunan tersebut dapat runtuh.
1. Bangunannya tak memenuhi standrat kelayakan, saat membangun.
2. Saat membangun memang sesuai dengan spek, tetapi tapi dengan berjalannya waktu.., (Kota Padang telah diguncang gempa beberapa kali selama 5 tahun terakhir ini) gempa-gempa yang terus-menerus.. dalam skala yang walaupun tak terlalu tinggi.. dapat mengakibatkan adanya perubahan susunan dalam tulangan beton yang menyangga bangunan. Lalu pada akhirnya.. BOOM.. di gempa yang kesekian.. bangunan ini pun runtuh.
Jika saja ada pengontrolan yang lebih intensif dan bertanggungjawab, tentunya akan dapat segera ditengarai bangunan-bangunan mana yang sudah tak layak dipakai pasca gempa. Kerugian karena kehilangan jiwa, dan harta dapat diminimalisir. (Insya Allah)
3. Usia bangunan memang sudah sangat tua… sebagian dari konstruksinya telah lapuk.
Untuk itu, sekali lagi dalam pengawasan dan penanggulangan pasca gempa, “pemeriksaan fasilitas vital” yang digunakan untuk memenuhi hasrat hidup orang banyak, baik itu gedung bertingkat, jalan-jalan protokol, peralatan penyedia air bersih, listri dsbnya, harus ikut dilakukan peng-test-an..
Memang semua itu juga harus tanpa melepaskan.. kepasrahan dan keikhlasan akan takdir Allah.. selayaknya, kita semua berusaha semaksimal mungkin.. bersamaan dengan pembesaran keikhlasan itu. Demikian juga dengan adanya bangunan yang runtuh di kota Padang tersebut.. Memang semua itu karena Allah takdirkan dan ijinkan. Dan pastinya ini adalah yang terbaik yang Allah berikan pada kita.. Tapi sekali lagi.., kita tetap harus berusaha..



















































Only want to say your article is as tonishing. The lucidity in your post is simply spectacular and i can take for granted you are an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your rss feed to keep up to date with succeeding post. Thanks a million and please keep up the good work.