Siapa Butuh Atun??

March 5, 2009 by: yanti

Ada beberapa orang yang menganggap Atun adalah sosok penolong.. karena mampu menolong dari kesulitan karena memiliki anak yang tidak dikehendaki kehadirannya

Sebut saja.. A.. gadis remaja… sangat belia.. baru menginjak awal tahun belasan usianya. Dari keluarga cukup berada, dituntut selalu Ja-im (jaga image). Sayang Ja-imnya.. hanya permukaan… dia tak paham akhlaqtul kharimah.. yang ia tahu.. hanya “jangan bikin malu orang tua”.. dia gak paham perjuangan hidup,.. karena segala tersedia dirumah.. Ibu.. punya segudang acara sosial.. bersama para ibu pejabat.. sang ayah.. sibuk bekerja agar status sosial tetap dapat dipenuhi…

Hari-hari dilalui bersama para pembantu.. yang setia mengabdi.

(Hmmm klise ya… sudah kuno cerita ini.., upppssss… baca dulu deh…karena ini nyata.. seorang sahabat dari masa lalu telah menceritakan dan tulus ia ingin berbagi.. dengan harapan.. tidak lagi terulang cerita yang sama)

Ketika hampa. mengigit.. gadis A mencari orang-orang terdekat disekelilingnya…, dia punya beberapa sahabat perempuan.. dan sahabat laki-laki.. hmmm tak mampu memenuhi harapan sang gadis… akhirnya..  ketika hatinya tertambat seorang kekasih…, ia mabuk kepayang,.. jarakpun terbentang antara dirinya dengan para sahabat.  Buatnya.. sang kekasih adalah segalanya.. he’s smart, he’s handsome, he has good social life, dan diatas semuanya.. sang kekasih sangat perhatian dan memenuhi harapannya akan seseorang yang menyayangi..

Bak cerita dongeng.., berdua mereka diusia belia menjalani hari-hari penuh cinta.

Hmmmm

Orang tua.. menyikapi.. kedekatan ini sebagai hal yang sangat lumrah… bahwa memang sudah jamak… anak muda saling jatuh cinta dan menjalin cinta kasih.

Yang terlewat adalah… pengawasan orang tua dan pengetahuan gadis A tentang batasan pergaulan. Dari apa yang ia terima…dan tahu lewat.. novel picisan, film remaja bisik-bisik antar remaja.. (sayang ya… hanya infomrasi dari media-media ini yang rajin menyapa…) bercinta adalah hal yang indah… Wajib mengungkapkan cinta dan memupuk cinta… dengan sapaan sayang, dengan pembicaraan untuk mengajuk hati, menemani dan mengantar kesana kemari, nonton film, hingga sentuhan-sentuhan…

Hmmm…

“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab setan menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Kata-kata diatas.. tidaklah dipahami dan dilaksanakan…

Tempat sepi bisa dimana saja.., bahkan dirumah sendiri… ketika berdua diruang tamu.., tanpa ada orang ketiga.. Yah.. posisi yang ketiga segera digantikan oleh yang lain… sang syaitan… Dia yang sangat pandai melakukan bujukan… makin membuat sang gadis dan kekasih.. terlena… ungkapan cinta makin mendalam… hingga.. hadirlah buah cinta….

Informasi.. sangat mudah didapat saat ini.. termasuk diantaranya.. ”bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan baik”….

Sekali lagi… peranan orang tua… tidak dimaksimalkan…, sang ibu tak paham.. gadisnya tidak lagi menstruasi.., tak paham kenapa wajah sang putri sangatlah pucat dan terlihat lesu… kedua tetap saja berada didunia yang berbeda.. dunia kerja dan dunia glamor..

Uang bukanlah masalah besar… mudah untuk mencari bantuan dari ”ATUN”..dan sekaligus membayar jasa atun tersebut

Lagi dan lagi… orang tua tak paham…, ketika sang gadis pulang dengan wajah pucat pasi… sendiri.. karena sang kekasih.. berdalih.. hendak melakukan kegiatan lain.. setelah mengantar sang gadis menemui dan mendapat bantuan dari Atun…. (oalah… melas tenan ya ndukkk)

Dan tetap saja tak paham ketika sang gadis melakukan aborsi yang kedua, ketiga dan kesekian kalinya…

Hanya Allah… yang kemudian iba pada sang gadis,.. dibuatnya sang kekasih terlena pada seorang gadis lain… Hancur yang dialami sang gadis saat itu, karena kehilangan kekasih,.. sesungguhnya adalah berkah Illahi.. IA dengan kasih sayang-NYA.. masih memberikan kesempatan sang gadis untuk bertobat… untuk menyesali apa yang telah terjadi.. dan berjuang menjadi manusia baru…. bahkan sempat mengetuk hati seorang alim.., ketika sang gadis,,.. sekian tahun berikutnya diberi kesempatan untuk pergi ke tanah suci.. Sang Alim.. terpesona melihat.. gadis ini.. tak pernah melewatkan sedetikpun dari waktunya untuk beristighfar… dan mengurai air mata.. dihadapan Ka’bah. Suara lembutnyapun hanya terdengar ketika ia mengalunkan ayat-ayat cintaNYA…. Semoga Allah mengampuninya… dan menaikkan derajatnya menjadi muslimah yang kaffah hingga akhir hayatnya

Hmmm cerita ini telah tertutup… berpuluh tahun…

Hatinya terketuk ketika berita tentang Atun.. terbongkar.. Sang gadis paham.. banyak Atun yang lain… bahkan yang resmi dan dalam lindungan pemerintahan (saat itu ia di aborsi oleh dokter pemerintah, di rumah sakit pemerintah…)

Tentu akan sulit untuk membuatnya berhenti beroperasi..

Harapannya.. akan banyak orang tua yang akan kembali peka pada keberadaan putra/putrinya… mengawasi mereka, mengarahkan mereka, peka terhadap perubahan dan kesulitan yang mereka hadapi.. Terutama dan utama adalah menumbuhkan keimanan sebagai landasan hidup… bukan standrat sosial dari masyarakat umum.

Related Posts with Thumbnails
Filed under: parenting
Tags: , ,

Trackbacks

Leave a Reply