Some-One, Some-day

July 4, 2010 by: yanti

Hidup ini memang aneh..

Hmmmm…

Ada banyak kejadian silih berganti mendatangi hari-hariku. Jika saya boleh berharap, saya ingin hidup dengan segala keanehannya akan menyisakan “perubahan dalam diri”. Sebagaimana tempaan tukang pahat yang terus menerus pada sebuah batu, menyisakan bentuk indah karya sang pemahat.

Ketika hari-hari yang tak menyenangkan datang. Ia pun berbekas dalam hingga ke dalam hati.. menyisakan luka yang entah kapan akan sembuh. Menurutku, luka hati adalah salah satu  kebutuhanku akan pemahaman diri. Luka yang tak menjadikanku pendendam dan membalaskan pada orang-orang yang kutemui.

Hmmm…

“Kesakitan dari kehidupan” pasti tak mudah. (Kurasakan demikian). Bukti lainnya.. lebih banyak orang, yang kemudian menjadi orang-orang pengkritik, nyinyir, penghujat, memandang sesama dengan dagu diangkat tinggi dan mata sebelah (Astaghfirullah) ketika ia telah melewati sebuah “babak drama kehidupan”. Yaa… sangat sedikit orang yang keluar dari “kesakitan” dengan menjadi orang-orang yang “bercahaya”.. penuh senyum.. wajah cerah.. penuh kasih.. dan.. ketika ia berbicara, orang yang diajaknya berbicara.. merasa, seolah-olah sang pembicara menggangap sang pendengar orang terpenting dalam hidupnya. (Duhh… ini mengharap atau menghayal yaa?)

Jujur…Kadang saya… ingin mendengar ataupun bertanya pada banyak orang yang telah “lebih dulu” melalui hari-harinya di depanku.  Saya ingin menimba ilmu mereka. Saya ingin mendapatkan solusi dari kesulitan yang kuhadapi. Nyatanya tak semua orang siap berbagi.

Dengan sedih saya katakan, saya pernah ada dalam sebuah lingkungan “REMAS”.. (Remaja Masjid) Para Remaja.. dengan semangat tinggi, idealisme tinggi bersemangat untuk melakukan “sesuatu”. Sayangnya saat itu para remas kurang pengalaman. Ditambah juga, perasaan “I can do it” lebih baik dari para sesepuh. (hmm… ciri khas anak muda) Di lingkungan yang sama ada Para Sesepuh.. Mereka sangat mumpuni dalam keseharian tugas masjid. Tapi enggan untuk mendengarkan pendapat kaum muda, tangkas mengarahkan yang muda untuk berkarya ataupun lebih memandang kaun muda sebagai “saingan” yang akan segera “mempercepat” proses “perumahan”.

Akhirnya… tongkat estafet kepengurusan masjid, tak pernah berpindah dengan baik. Transfer ilmu dan pengalaman terhenti. Lebih mudah mestinya jika ada kerjasama lintas generasi.. Ya???

Daripada, generasi muda.. harus tertatih-tatih… mundur kebelakang.. mempelajari jejak-jejak dari generasi sebelumnya. Mungkin akan melakukan kesalahan yang sama dengan generasi sebelumnya.. (aaahhh… buang waktu) Padahal target baru telah diletakkan.. persoalan dengan situasi terkini mulai mengepung.

Dan daripada.. generasi sepuh.. merasa terus menerus terbatasi oleh tenaga dan pemikiran yang mulai uzur

Yahh.. pasti akan ada “sedikit gesekan”  dan  “ketidak sesuaian” itu hal lumrah.. asalkan hati tetap lapang.. mendengarkan dengan baik.. menjelaskan dengan baik, ketika ada ketidak sesuaian.. saling terbuka .. siap memahami bahwa setiap orang beda..dan siap melakukan perubahan yang intinya untuk kebersamaan.  “Diatas langit selalu ada langit”.. “Kadang kala kebenaran justru datang dari orang/ anak yang tidak memahami kerumitan masalah” Keselarasan pasti akan tercapai.. ada yang segera.. ada yang perlu waktu… Ikhlas. Bukankah buahnya akan sangat manis… masa depan yang lebih cerah.. Amin

Hmmm…

Mungkin akan lebih lengkap jika : “Sulit dalam meraih. Lebih sulit lagi mempertahankan apa yang diraih. Dan yang tersulit adalah memberikan yang telah diraih kepada para penerus”

Ok..  Saya tak ingin larut dalam keinginan yang tak pasti….Maybe I’ll start with my own life… Saya akan terus melangkah.. dengan memperbanyak syukur dan berusaha untuk selalu mempelajari hal-hal baru.. Tetap tegar dengan segala benturan. Mencoba menjadikan setiap hari sebagai bagian dari upaya peningkatan diri.. Dan.. terus menerus menjadi sumber ilmu, bagi yang membutuhkan dengan segala keterbatasanku. (Insya Allah) Amin..

Note : Berharap dengan menuliskan.. akan banyak terjalin persahabatan dengan banyak sahabat yang bersedia berjalan bersama.. bergandengan tangan.. saling tolong saling dukung.. we do it better and  better everyday. Insya Allah. Amin

Related Posts with Thumbnails

Trackbacks

Leave a Reply