Surat Terbuka Untuk Bp Komarudin Hidayat

August 12, 2009 by: yanti

Bapak yang baik, Assalammu’alaykum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Saya baru saja mengikuti acara life bapak dalam “Save Our Nation”.

Maaf saya sebelumnya, jika saya ingin menyampaikan pendapat saya berkaitan dengan wawancara life tersebut. Ya saya, hanya seorang perempuan dan muslimah yang sangat tertarik dengan kemajuan bangsa. Menurut saya apa yang bapak sampaikan sangatlah penting dan perlu juga menjadi pemikiran saya, karena menjadi bagian dalam pemikiran saya sebagai seorang ibu, yang kelak akan mengentaskan anak-anak saya dalam dunia Indonesia dimasa depan.

Bapak yang baik.
Dalam diskusi tersebut, yang intinya berkisar pada “Psikologis teroris”, bapak beberapa kali- menyampaikan “Masuknya faham-faham kesesatan ada di saat seorang manusia berada diusia remaja (bapak sebutkan SMA kebawah)” adapun pintu penyampaiannya.. bapak sampaikan penekan usaha memenuhi kebutuhan sang anak plus tambahan adanya doktrin untuk menakuti-nakuti, ataupun menawarkan imbalan sebagai pengantin Allah.
Untuk mengatasinya.. bapak bicarakan banyak hal.. mulai dari perubahan kurikulum, pengembangan jati diri bangsa, konsolidasi dari para ulama dan pejabat negara dsb-dsbnya.

Saya ingin bertanya pak, kenapa bapak tidak menambahkan peranan seorang ibu didalamnya?

Agama kita, Islam, sangat jelas menerangkan bagaimana peranan seorang ibu dalam kehidupan seorang manusia. Mulai sebagai, guru yang pertama dan utama..hingga bagaimana Allah meletakkan penghargaan ibu 3 x lebih besar dari sang ayah…

Lalu…

Kenapa bapak, tidak coba angkat.. isue.. memandaikan.. mencerdaskan.. mendidik.. memberikan kesempatan bagi para ibu untuk ikut menentukan arah bangsa, dengan ambil bagian dalam mendidik dan mengarahkan putra-putrinya sedemikian hingga tidak terjerumus dalam terorisme?.. bukankah ibu juga komponent bangsa? (maaf jika pertanyaan saya terlalu lancang) Dengan demkian masa usia rawan tersebut (menurut bapak SMA kebawah bukan) dapat ditangani dengan baik segera… tak perlu menunggu adanya rapat besar antara para ulama dan pejabat negara.. tidak perlu ada analisa dan revisi pada kurikulum pendidikan dll yang setahu saya (maaf jika saya salah) adalah hal yang sangat tidak mungkin akhir-akhir ini…. Cukup mengembalikan peranan ibu, sebagaimana seharusnya.

Bapak yang baik..
Dalam jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai ratusan juta jiwa.. sebagian adalah perempuan.. sebagian dari perempuan adalah muslimah.. sebagian lagi adalah muslimah yang (maaf) masih sangat dibatasai oleh banyak hal… sebagian lagi adalah muslimah yang karena didikan turun temurun, memilih untuk “berpasrah”.. sebagian lagi adalah muslimah yang punya pemikiran terlalu modern.. sehingga tidak mau lagi mengemban tugas utamanya… menjadi ibu sekaligus guru pertama dan penentu arah kehidupan seorang manusia.. Sebagian lagi.. muslimah yang lebih memilih menyerahkan pendidikan anak-anaknya, jauh dari jangkauan dan tanggungjawabnya… sebelum sang anak siap menghadapi godaan serta bujukan orang-orang tak bertanggungjawab.. seperti halnya para teroris.

Seandainya saja.. semua itu dapat ditembus… Muslimah-muslimah di Indonesia menjadi muslimah yang mumpuni.. yang sangat kuat aqidah ke Islamannya.. yang benar-benar tahu serta menjalankan tuntunan Al-Qur’an dan Al Hadist secara benar dan haq.. mendidik dan mengarahkan anak-anak mereka, dijalanNYA. niscaya.. (insya Allah) generasi muda tidak akan pernah goyah… termasuk diantaranya bujukan untuk menjadi “pengantin Allah” (sebuah label bagi para teroris yang bersedia menjadi “Bom Bunuh diri”)

Jadi.. kembali lagi.. jika saya boleh usulkan… bersamaan dengan segala ide untuk menbuat barikade-barikade merajalelanya terorisme di bumi pertiwi ini, yang telah bapak sampaikan secara panjang lebar. Sebaiknya peranan kaum muslimahpun diperhitungkan dan dipersiapkan… (Saya yakin pak (insya Allah) seorang muslimah yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk Islam akan mendidik dan mengawasi anak-anaknya secara tepat) Karena itu… sekali lagi agenda mencerdaskan para muslimah sebaiknya segera di laksanakan dalam tindakan nyata. (Cerdas yang saya maksudkan disini.. adalah cerdas.. yang berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadist..siap menghadapi tantangan.. mendidik anak-anak sesuai dengan jaman mereka kelak) Sebelum para penyusup ide keterorisan ini akan semakin meraja lela….

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian pak..

Wasalammu’alaykum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Related Posts with Thumbnails

Comments

9 Responses to “Surat Terbuka Untuk Bp Komarudin Hidayat”
  1. KangBoed says:

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU FUUUULLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
    .-= KangBoed´s last blog ..Kesadaran Diri Manusia =-.

  2. KangBoed says:

    hehehe dukung bundo aja dah
    .-= KangBoed´s last blog ..Kesadaran Diri Manusia =-.

    Siippp… saling dukung…Insya Allah

  3. em says:

    mbak Yanti.. aku pinjam namanya untuk posting ya..? terimakasih..

    Aduuhhh… saya tersanjung banget… jazakilllah kh kn ya sahabat….

  4. Zian X-Fly says:

    Sekarang giliran orang islam yg diteror media ya?
    .-= Zian X-Fly´s last blog ..Kunanti Kau Dalam Hati =-.

  5. rasyid says:

    mampir bentar ke blog sahabat, mencari sesuatu yang bisa dimakan
    .-= rasyid´s last blog ..Udah jatuh,ketimpa tangga =-.

  6. nh18 says:

    Out Of Topics …
    Hanya ingin berkomentar …
    Headernya dan themenya bagus sekali ibu …

    Salam saya
    .-= nh18´s last blog ..TRAINER GUMUN =-.

  7. Kakanda says:

    Semangat bunda,…

  8. Adkhan says:

    Hampir setahun usia tulisan ini ..

    tentang isu yg gak terlalu jauh dari remaja dan terorisme .. ada isu pendidikan. saya teringat ketika kampanya Pilpres 2009 .. Pada isu pendidikan, tak satu pun kandidat menyinggung ttg pendidikan keluarga dan bahwa keluarga merupakan pilar bangsa kita ..
    … Pikiran sy berkeliaran ke mana-mana, sampai bertanya pd diri sendiri … mengapa belum ada penelitian yg menunjukkan sekian ratus/ribu orang Indonesia sukses karena faktor keluarga yg solid mendukung .. dan sekian ratus/ribu orang Indonesia gagal/menjadi kriminal karena keluarga tidak mendidiknya dengan baik …

    • yanti says:

      ya Akhi…, telah bergerak beberapa ibu yang sangat peka terhadap pentingnya keluarga.. mereka ada di Yayasan Kita dan bUah hati. Silahkan akhii berkunjung ke sana. Semoga bermanfaat

Trackbacks

Leave a Reply