Tak ada yang Abadi by Ariel Peter-Pan
July 4, 2009 by: yantiTakkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamuSeperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah memudarReff:
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadiBiarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilangTak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti
Lagi-lagi karena pekerjaan bertumpuk (he he he + PR bu guru Anne Ahira nih..) malam ini saya utak-utik depan laptopku sendirian dimalam yang sudah mendekati dini hari.. ditemani.. suara samar-samar dari radio anakku yang lupa dimatikan. Ah kok ya kebenaran lagu bang Ariel Petter Pan yang mendayu-dayu..
Aduh.. emang dasar saya orangnya rada melon.. kolis.. sayapun jadi terharu..
Saya bayangkan jika sewaktu-waktu saya “pulang kampung” duluan…
Duh… bagaimana keluargaku ya?
Si kakak, putri sulungku, putra tengah.. dan di cantik.. putri bungsuku.. Aini.. Oh ya.. suamiku tercinta..
Jan.. jan-ne kami sih sudah sering bertukar kata tentang ini, karena memang tak ada yang tahu, “ticket” siapa yang laku duluan. Saling minta maaf.. dan saling janji untuk tetap tegar.. saling jaga satu sama lain (terutama untuk Aini, saya sering wanti-wanti pada kakak-kakaknya) selalu berusaha untuk tetap menjadi muslimin-muslimah utama “no matter what”. Ah.. bicara memang mudah.. kenyataannya.. ?? Saya hanya bisa berdoa “Semoga kita semua selalu diberi kekuatanNYA ketika harus kehilangan orang-orang yang dekat dan kita cintai kelak ya… Insya Allah..” (Please Allah help us.. without YOU, we can’t do anything)
Jujur…mungkin ini adalah salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki oleh para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), kami tak kan sempat lagi bersama mereka, menjaga mereka, membimbing mereka, mengarahkan mereka, membantu mereka dsbnya, karena memang pada beberapa hal mereka “berbeda”.. (Ya Allah ampunilah aku yang seringkali “meremehkan” kasih sayangMU dan ke Maha TahuanMU.. atas apa yang terbaik bagi segala makhluk).. Walaupun kami tak pernah berhenti untuk mencoba berpasrah.. rasa ini timbul tenggelam.. terus dan terus saya coba lakukan untuk menghilangkan kekhawatiran ini… Yaaah.. mesti lebih kuat berusaha lagi nihhhh..
Semangat!!!!!
“Setiap jiwa akan merasakan kematian?” (QS Ali ‘Imran [3]: 183)
“Kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk seorang manusiapun sebelum kamu. Apakah jika kamu meninggal dunia mereka akan kekal abadi? (QS Al-Anbiya’ [21]: 34)


















































