Teroris..
August 8, 2009 by: yantiSaya tidak merasa nyaman mendengar kalimat yang ada kaitannya dengan kata “Teroris”.. Karena kata “Teroris”.. lebih banyak menunjukkan ke arah para muslim…
Coba saja, kita selalu mendengar… berita-berita yang ada selalu.. mengungkapkan.. “mereka yang telah ditangkap atau terbunuh” dengan predikat Teroris.. adalah anak-anak muda atau orang-orang yang dikenal para teman sebagai orang-orang yang punya komitmen besar terhadap Islam… Duuuhhh… Ya Allah..
Kembali saya baca buku-buku yang menceritakan perjuangan nabi.. diantaranya buku favoritku “MANHAJ HARAKI”…. Didalamnya (mungkin saya salah yaaa)… selama ini.. saya tak pernah mendengar/ membaca.. Nabi melakukan “kudeta”… atau tindakan merusak dan menakutkan…
Perjuangan nabi, dimulai dengan memberikan dakwah.. secara diam-diam.. Mengajak orang-orang terdekatnya untuk memeluk Islam… mulai dari istri… anak-anak.. sahabat.. hamba sahaya.. teman.. sanak saudara… Bukan sebuah kebetulan jika.. para petinggi saat itu masih terbilang keluarga dengan beliau… Bukan sebuah kebetulan.. ketika para pertinggi itu.. tidak menanggapi dengan baik.. bahkan menghinakan dan menyengsarakan nabi saat itu… Bagaimana agungnya akhlaq beliau menanggapinya… tetap santun dan bersahaja…
Ketika.. kesatuan dan keikhlasan… telah menyebar… Kokoh diantara pemeluk Islam….Membentuk ikatan keluarga… Keluarga karena cinta kepada Allah… Barulah metoda dakwah berganti…. berhijrah…
Saat berhijrah… beliau juga tidak melakukan kekerasan… tetapi.. lebih banyak kelembutan dan ketenangan… terus menyampaikan.. betapa Islam adalah Rahmatan Lil’alamin…
Bahkan, ketika akhirnya diperintahkan berperang… Kaum Muslim dibawah pimpinan Nabi, berperang, bukan karena nafsu membalas dendam… Tapi keikhlasan.. untuk memperbesar nama Islam.. Berperangnyapun dengan mereka-mereka yang telah memproklamirkan dirinya sebagai seorang musuh Islam.. dan mengangkat senjata… bukan dengan wisatawan, bukan dengan para saudagar…
Nabi tak pernah.. membunuh.. tanpa sebab… Sebagaimana.. beliau juga tak pernah menyuruh pembunuhan merajalela.. semena-mena.. hanya karena kaum yang dikenal kafir. Nabi.. berperang sebagai seorang laki-laki sejati… tak segan mengayunkan pedang… tapi.. tak segan juga..tangannya terjulur lembut.. menolong seorang musuh yang teraniaya.. (bahkan oleh kaum muslim sendiri)
Jujur… banyak taulada nabi yang belum dilakukan oleh semua muslim.. saya sering menjumpai.. seorang muslimah berdiri bahkan berjalan dengan makan.. pakai tangan kiri pula… saya sering menjumpai.. wajah-wajah masam.. ketika berpapasan.. tak menjawab salam yang kuucapkan.. dsbnya… Lalu.. tauladan.. yang manakah yang sekarang diklaim.. oleh para muslim.. hingga rela disebut sebagai “Teroris”… Orang-orang yang menyebabkan dan menyebarkan ketakutan???
Ah… Nabi Muhammad, Saya rindu padamu Ya Rasul…
Saya jatuh cinta dan semakin kagum padamu.. setiap aku membaca cerita tentangmu…
Saya melihat Islam yang sesungguhnya dalam tindakanmu ya Rasul..
Saya berharap… tak ada lagi kata “teroris” melekat dalam diri kaum Muslim.. yang Engkau, wahai Rasul yang kami cintai, sangat sayangi.. bahkan menjadi pemikiran terakhirmu… “YA UMMATI… YA UMMATI”…



















































Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat terchayank
I Love U Fuuuuullllllllll
.-= KangBoed´s last blog ..Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
yayaya.. bener bundo umat di akhir JAMAN.. sungguh benar benar mengalami kemunduran
.-= KangBoed´s last blog ..Mengembalikan Jati Diri Bangsa =-.
Assalamualaikum mbak…
mati mem’bom’ diri adalah tindakan bodoh..
semoga mereka cepat cepat insyaf…
.-= andif´s last blog ..Pantai Serangon =-.
cukup satu buat teroris… “kelaut ajah” hohoho
sepertinya rosul juga sangat menghawatirkan umat islam
.-= afwan auliyar´s last blog ..Plugin peningkat link otomatis =-.
Rasulullah adalah figur teladan sepanjang zaman. sungguh tepat beliau sebagai sosok uswatun hasanah. menurut hemat saya sih, mbak, muslim yang diidentikkan dengan terori itu sebuah pencitraan yang sengaja diciptakan utk memojokkan islam. lha wong, islam itu agama yang rahmatan lil’alamiin, kok.