With Love

June 15, 2009 by: yanti

Sudah lama sebetulnya saya merasa gak nyaman.. dengan makin banyak para peminta dijalanan…  Apa lagi kalau sudah menemui para peminta yang teramat sangat muda, anak-anak, tua renta atau para tuna.. di malam yang teramat larut.. yang ternyata bukan halangan untuk mereka setia”berusaha” di ujung-ujung jalan.

Sikap mereka jika diberi derma pun kadang kala,.. tak bermakna.. sama dengan wajah acuh para pemberi derma. Ucapan pengemisterima kasih yang terlontar lebih “berasa” basa-basi dari kegembiraan mendapatkan selembar uang.  Yah.. ngerti juga sih.. jika uang itu hanya selembar ribuan atau sekeping logam ratusan rupiah.. Pastilah tak dapat bikin mereka terlonjak gembira..  (He he.. udah tahu kok masih aja bikin pusing kepala ya…  kasih yang “warna merah dong”.. beda gitu)

Entah darimana.. hari itu.. saya menuruti gejolak hati yang tak terduga..,Tangan yang tengadah, kugengam erat.. sambil menyisipkan selembar ribuan. Ketika pandanganku beralih kewajahnya…Wooow.. muka hitam dan penuh keriput itu.. mendadak sumrigah.. tersenyum lebar dan lepas… Mata yang semula kuyu memancarkan sejuta binar cahaya.. Aduuuh.. perubahanan itu menyiram hati ini .. sejuuk.. Subhanallah.. Nikmaaaaatttt. Beda dengan hari-hari sebelumnya.  Dengan nilai uang yang sama…Ya Allah… ini sebuah rejeki dan karunia…, saya jadi teringat akan kata-kata seorang ustadz tentang pentingnya bersodaqoh dan menyayangi kaum dhuafa

1. Kaum dhuafa’ disebut oleh Nabi Muhammad sebagai orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi kelak di akhirat

2.Doa orang-orang mustadh’afin (orang yang terlemahkan) akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

3. Bahkan Nabi Muhammmad bersabda, bahwa kelak Nabi akan bersama kaum dhuafa’ di akhirat.

Lalu…?

Subhanallah.. Alhamdulillah.. hari ini.. saya dapat.. merasakan apa makna ucapan para orang Shalih maupun Nabi Muhammad saw tersebut tentang kaum dhuafa. Saya “membayangkan”.. tangan keriput dan legam dengan panas matahari ini… kelak akan menghampiriku.. bersama dengan senyum dan binar kebahagiaan dari dalam hatinya.. mengulurkan bantuan dan kedamaian..  disaat panas padang Masyar.. sedang puncaknya… Subhanallah Alhamdulillah… (insya Allah  ya Allah dengan ijinMU.. segalanya mungkin terjadi) Bisa jadi saat itu.. tangan yang hitam justru memutih karena cinta Allah pada mereka… sedang tangan ini yang semua putih dan tak keriput justru sebaliknya karena banyak hal tak baik yang kita lakukan.. (na’udzubilla min dzalik)

Yah.. ini juga yang selalu didengungkan sebagian orang, agar melakukan setiap perbuatan kita “WITH LOVE”.. Memberi kaum dhuafa dengan sepenuh cinta.. bukan hanya sekedar “melewatkan” rupiah demi rupiah dari satu tangan ke tangan lain.  Tapi menyalurkan rasa cinta yang teramat dalam.. cinta pada sesama.. cinta pada makhluk Allah.. Pengakuan bahwa kita pun sama dengan mereka (hanya beda peran).. Hmmm Seandainya kutahu.. pasilah sejak dulu saat memberi saya akan melakukan hal yang sama… mengenggam tangan mereka, merasakan kasih mengalir diantara kami. Seandainya kutahu.. rasa nikmat ini.. pasti akan lebih sering saya bersodaqoh.. Ya..jika begitu besar manfaat yang dapat kuterima kelak.. saya ingin menjadi milyuner.. agar makin banyak rupiah yang dapat kuberikan With Love.. pada kaum dhuafa.. Insya Allah…

Tetap semangat sahabat… raih asa setinggi yang dapat diraih..

Related Posts with Thumbnails

Comments

3 Responses to “With Love”
  1. achoey says:

    Semoga kita menjadi tangan di atas
    Karena dengan itu, kebeningan hati tergambar jelas

    insya Allah.. saling mengingatkan ya…
    jika hati mulai keruh.. suara sahabat bagi berfungsi menjadi penjernih

  2. KangBoed says:

    Kenalilah diri sebenar benar diri
    Maka tiadalah kau mampu untuk tengadah
    Apalagi berjalan dengan penuh kesombongan
    Melainkan bertekuk lutut menangis
    dalam penyerahan dan ketiada dayaan
    Lihatlah TANGAN itu selalu terulur kebawah
    Raih dan genggamlah..
    Salam Sayang

    Subhanallah.. dengan sahabat sepertimu.. hmmm langkah makin tegap

  3. nomercy says:

    berbagilah setitik kebahagian dalam keihklasan … ikhlas tanpa pengharapan … ikhlas tanpa gerak dan niat … ikhlas yang tidak terikat dan mengikat …
    ikhlas seperti mengalirnya udara masuk dan keluar dari hidung … ikhlas seperti jatuhnya dedaunan …

    Indaaaahhh….

Trackbacks

Leave a Reply